SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sembilan tahun bukan waktu yang singkat bagi Achmad Fadillah Afandy untuk menunggu momen ini.
Setelah sekian lama, impian Coach Fandy, sapaan akrabnya, untuk merasakan atmosfer Honda DBL with Kopi Good Day akhirnya terwujud.
Bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih yang membawa almamaternya, SMA Wijaya Putra Surabaya (Smawipa), tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Baca juga: Kisah Bima Sixteen: Terinspirasi Ayah dan Anime Slam Dunk Hingga Bersinar di DBL
Minggu (9/8) menjadi hari yang tak terlupakan bagi Coach Fandy. Untuk kali pertama, ia berdiri di pinggir lapangan DBL Arena Surabaya sebagai pelatih dan memimpin tim basket putra Smawipa, sekolah yang pernah ia bela ketika masih berstatus siswa.
Sejak pagi, persiapan sudah dimulai. Sekitar pukul 09.00 WIB, Coach Fandy bersama skuad Smawipa menggelar video session untuk mengevaluasi hasil pertandingan uji coba sebelumnya.
Mereka membedah permainan calon lawan sekaligus melakukan sejumlah penyesuaian sebelum menjalani laga perdana melawan SMAN 10 Surabaya atau Bigten pada sore hari.
Smawipa pun datang lebih awal ke DBL Arena. Menjelang pertandingan, Coach Fandy berusaha membuat suasana tim tetap santai. Ia meminta para pemain keluar dari locker room sekaligus memastikan perlengkapan pertandingan tidak ada yang tertinggal.
Namun, suasana berubah ketika Coach Fandy akhirnya menginjak lantai DBL Arena.
Pelatih yang sebelumnya tampak ceria itu mendadak terdiam. Pandangannya menyapu seluruh sudut arena. Dari tribun, Wipa Mania, suporter Smawipa, mulai bersiap memberikan dukungan.
Pemandangan itu membuat Coach Fandy terharu. Apalagi, nama SMA Wijaya Putra terpampang di papan skor dengan tulisan “Home of the Dreamers”.
Momen tersebut seakan membawa Coach Fandy kembali ke masa lalu, ketika DBL hanya bisa ia nikmati dari tribun penonton maupun layar YouTube.
“Saya merinding saat melihat sekeliling saya. Masyaallah! Dulu saya hanya bisa duduk di tribun. Hanya bisa melihat di YouTube. Sekarang saya bisa duduk di bench, melihat anak-anak berjuang di DBL,” ungkapnya.
Selama dua tahun terakhir, Coach Fandy memang terus menyimpan harapan untuk membawa Smawipa tampil di DBL.
Ia bahkan mengabadikan suasana DBL Arena melalui ponselnya. Tidak hanya itu, Coach Fandy menjadi orang pertama dari Smawipa yang memegang bola untuk persiapan pemanasan.
Hal sederhana tersebut terasa begitu berarti. Sebab, bola yang ia pegang menjadi bagian dari momen ketika penantian panjang sejak masih menjadi pemain akhirnya menemukan ujungnya.
Kisah Coach Fandy bersama Smawipa sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum dirinya menjadi pelatih.
Pada 2017, ia masih duduk sebagai siswa SMA Wijaya Putra. Selain mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, Fandy juga aktif menekuni basket hingga akhirnya masuk dalam roster tim sekolah.
Saat itu, ia menggunakan nomor punggung 0 dan menjalani berbagai pertandingan bersama Smawipa.
Namun, ada satu pengalaman yang belum berhasil ia dapatkan sebagai pemain, yakni tampil di DBL Arena.
Kala itu, kondisi tim Smawipa belum memungkinkan untuk mengikuti DBL. Salah satu kendalanya adalah belum adanya tim dance yang menjadi bagian dari persyaratan kompetisi.
Fandy akhirnya menuntaskan masa SMA tanpa pernah merasakan pertandingan DBL sebagai pemain.
Lima tahun berselang, tepatnya pada 2022, kesempatan kembali ke Smawipa datang dengan cara berbeda. Setelah pandemi Covid-19, sekolah membutuhkan sosok pelatih dan Fandy mendapat kesempatan untuk kembali ke almamaternya.
“Saya juga punya banyak utang budi ke Smawipa. Selama saya sekolah, Smawipa memberikan semuanya kepada saya. Sekarang waktunya saya membalas itu,” tuturnya.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan. Coach Fandy serius mempersiapkan diri sebagai pelatih dengan mengikuti penataran lisensi kepelatihan selama lima hari di Kabupaten Lamongan.
Sejak saat itu, ia mulai mendampingi perkembangan tim basket Smawipa. Perlahan, Fandy membangun skuad yang lebih solid sekaligus menciptakan kedekatan dengan para pemain.
Regenerasi pun mulai berjalan. Jika sebelumnya tim lebih banyak diisi pemain dari satu angkatan, kehadiran Coach Fandy membuat Smawipa berkembang menjadi kelompok yang lebih kompak dengan target bersama.
Keinginan tampil di DBL semakin kuat pada 2025. Salah seorang pemain bahkan pernah menyampaikan harapan agar Smawipa bisa mengikuti kompetisi tersebut pada musim berikutnya.
Coach Fandy memahami bahwa DBL merupakan salah satu panggung yang diimpikan banyak pelajar pencinta basket di Indonesia.
Karena itu, ia bersama tim terus mencari pengalaman melalui berbagai turnamen.
Salah satunya dengan mengikuti turnamen Manifestasi yang pernah berlangsung di DBL Arena. Meski levelnya berbeda dengan DBL, turnamen tersebut memberikan kesempatan bagi pemain Smawipa untuk merasakan atmosfer arena yang sama.
Smawipa juga mendapatkan pengalaman berkesan dari jumlah suporter yang hadir memberikan dukungan.
Momen tersebut semakin meyakinkan Coach Fandy bahwa warga sekolah memiliki keinginan besar untuk merasakan atmosfer DBL.
Penantian itu akhirnya terwujud pada 2026.
Smawipa resmi menjadi bagian dari Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North. Coach Fandy pun mendapatkan kesempatan membawa sekolahnya ke panggung yang selama ini hanya menjadi impian.
Saat para pemain Smawipa dipanggil masuk ke lapangan, Coach Fandy kembali mengeluarkan ponselnya.
Ia merekam momen tersebut untuk disimpan sebagai kenangan. Baginya, pencapaian itu bukan hanya miliknya. Mimpi para pemain dan asistennya juga ikut terwujud.
“Saya jujur sempat sedih. Akhirnya mimpi saya, mimpi asisten saya, dan mimpi anak-anak saya semua tercapai. Saya mau memberikan apresiasi ke anak-anak. Saya abadikan momen itu untuk cerita di kemudian hari,” katanya.
Pada debut Smawipa di DBL 2026 tersebut, Coach Fandy tampil formal. Ia mengenakan kemeja putih dan dasi sebagai penanda dimulainya perjalanan baru bersama tim.
Sebelum tip-off, seluruh pemain berkumpul membentuk lingkaran. Coach Fandy mengingatkan bahwa kesempatan bermain di DBL merupakan impian yang telah mereka perjuangkan selama bertahun-tahun.
Ia meminta para pemain saling percaya dan menikmati pertandingan tanpa terlalu memikirkan hasil.
“Guys, ini impian kalian dari beberapa tahun lalu! Tolong percaya temanmu. Kalian dilihat orang banyak, dilihat orangtua kalian, berikan yang terbaik!” pesannya.
Ia juga mengingatkan pemain agar menjalankan apa yang sudah mereka persiapkan selama latihan.
“Enjoy saja. Jalankan apa yang kita latih selama ini,” ujar Coach Fandy.
Ketika pertandingan Smawipa melawan Bigten dimulai, perasaan Coach Fandy kembali bercampur aduk.
Ada kebanggaan karena akhirnya bisa berdiri di DBL Arena. Di sisi lain, muncul pula bayangan tentang kesempatan yang dahulu belum sempat ia rasakan ketika masih menjadi pemain.
Namun, Coach Fandy tetap menjalankan tugasnya sebagai pelatih.
Setiap kali pemain Smawipa memperlihatkan semangat dalam bertahan, ia memberikan apresiasi dari pinggir lapangan.
Ia juga memberikan dukungan kepada tim dance Smawipa setelah mereka menyelesaikan penampilan. Menurutnya, seluruh siswa yang terlibat dalam perjalanan tersebut layak menikmati momen bersejarah ini.
Hasil pertandingan perdana memang belum sesuai dengan harapan Smawipa. Meski begitu, hasil tersebut tidak mengurangi kebahagiaan Coach Fandy.
Untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasakan atmosfer DBL yang selama ini hanya bisa dinikmatinya sebagai penonton.
Ketika anthem Smawipa berkumandang setelah pertandingan, perjalanan panjang yang dimulai sejak dirinya masih menjadi siswa seolah menemukan jawabannya.
Sembilan tahun penantian akhirnya terbayar.
Bukan sebagai pemain seperti yang dulu ia impikan, tetapi sebagai pelatih yang membawa generasi baru Smawipa menginjak panggung DBL.
Bagi Coach Fandy, debut di DBL bukan sekadar pertandingan pertama. Momen tersebut menjadi bukti bahwa mimpi yang terus diperjuangkan bisa menemukan jalannya untuk menjadi kenyataan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan berlangsung di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia. Kompetisi ini juga menjadi bagian dari proses pencarian student-athlete terbaik dari berbagai daerah untuk mendapatkan tiket menuju DBL Indonesia All-Star melalui DBL Camp.
Selain kompetisi 5X5, musim ini turut menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 yang mengusung tema “100 persen Indonesia”.
Keseruan pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara pertandingan final juga tersedia di YouTube Good Day ID.