TRIBUNJOGJA.COM - Di China, ada sebuah bendungan yang ukurannya sangat besar dan sulit dibayangkan.
Namanya Three Gorges Dam, bendungan raksasa yang membentang di Sungai Yangtze, Provinsi Hubei.
Proyek ini dibangun untuk mengendalikan banjir, memperlancar jalur pelayaran, sekaligus menghasilkan listrik dalam jumlah sangat besar.
Pembangkit listriknya memiliki kapasitas terpasang mencapai 22.500 megawatt (MW), menjadikannya pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia berdasarkan kapasitas.
Sebagai gambaran, PT Paiton Energy di Jawa Timur mengoperasikan tiga pembangkit dengan total kapasitas sekitar 2.045 MW.
Artinya, kapasitas Three Gorges Dam kira-kira 11 kali lebih besar dari total kapasitas pembangkit Paiton Energy.
Air Sungai Diubah Menjadi Listrik
Cara kerja Three Gorges Dam sebenarnya mengikuti prinsip PLTA pada umumnya.
Air yang tertampung di reservoir dialirkan melewati turbin.
Aliran air tersebut memutar turbin, lalu generator mengubah energi gerak menjadi listrik.
Bedanya ada pada skalanya.
Three Gorges memiliki 34 generator dengan total kapasitas 22,5 gigawatt.
ini dirancang menghasilkan sekitar 88,2 terawatt-jam (TWh) listrik per tahun.
Sejak generator pertamanya mulai beroperasi pada 2003, pembangkit ini telah menghasilkan lebih dari 1.600 TWh listrik.
Untuk membayangkan perbedaannya, PLTU seperti Paiton menghasilkan listrik dengan membakar batu bara untuk menghasilkan panas.
Panas tersebut digunakan untuk membuat uap yang kemudian memutar turbin.
PLTA tidak membutuhkan proses pembakaran seperti itu.
Energi utamanya berasal dari air yang bergerak karena perbedaan ketinggian.
Kenapa China Membutuhkan Bendungan Sebesar Ini?
Three Gorges Dam dibangun di Sungai Yangtze, salah satu sungai terpenting di China.
Karena itu, proyek ini sejak awal memiliki fungsi yang lebih luas daripada pembangkit listrik.
Reservoirnya membantu mengendalikan aliran air dan mengurangi risiko banjir di wilayah hilir.
Bendungan ini juga membuat jalur sungai lebih mudah dilalui kapal-kapal besar sehingga aktivitas perdagangan melalui Yangtze ikut terbantu.
Listrik yang dihasilkan pun tidak hanya digunakan di sekitar bendungan.
Energinya disalurkan ke berbagai wilayah China, termasuk kawasan di bagian timur dan selatan yang memiliki kebutuhan listrik sangat besar.
Skalanya Sebesar Apa?
Untuk membangun gambaran yang lebih mudah, bandingkan dengan PLTU Paiton 3 yang memiliki kapasitas 815 MW.
Pembangkit tersebut sendiri sudah menjadi salah satu pembangkit besar yang memasok listrik ke sistem Jawa-Bali.
Three Gorges Dam memiliki kapasitas sekitar 28 kali lipat dari satu unit Paiton 3.
Namun, angka kapasitas tidak berarti Three Gorges selalu menghasilkan listrik sebesar 22.500 MW setiap saat.
PLTA sangat bergantung pada kondisi air dan musim.
USGS bahkan mencatat bahwa variasi ketersediaan air membuat produksi tahunan Three Gorges tidak selalu jauh di atas pembangkit hidro besar lainnya.
Meski begitu, skalanya tetap luar biasa.
Three Gorges Dam menunjukkan bagaimana satu proyek infrastruktur bisa menjalankan beberapa fungsi sekaligus: menghasilkan listrik dalam jumlah sangat besar, membantu mengendalikan banjir, dan mendukung jalur transportasi di salah satu sungai terpenting China.
(MG Farhatiy Rijal)