TRIBUNMANADO.CO.ID - Duka akibat tragedi kecelakaan dalam Tournament Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026), masih terasa.
Tangis keluarga korban belum benar-benar reda.
Di tengah suasana kehilangan itu, perhatian datang dari TIDAR Sulawesi Utara.
Bukan hanya menyampaikan ucapan belasungkawa, TIDAR Sulut memilih hadir langsung mendampingi korban dan keluarga yang sedang menghadapi masa paling berat.
Ketua TIDAR Sulut Standius Bara Prima, menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi tersebut.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Standius mendoakan para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Ia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa dan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya untuk para korban kecelakaan Drag Race yang diselenggarakan di Kota Kotamobagu,” tulis Standius dalam postingan pribadinya yang sudah dikonfirmasi, Senin (10/8/2026)
Namun bagi Standius, rasa prihatin tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata.
PD TIDAR Sulut kemudian berkoordinasi dengan PC TIDAR Kotamobagu untuk turun langsung memberikan pendampingan.
Mereka menemani korban saat menjalani penanganan di rumah sakit hingga mendatangi rumah keluarga korban.
Ada keluarga yang sedang menunggu kabar dari rumah sakit.
Ada pula keluarga yang harus menerima kenyataan kehilangan orang yang mereka cintai.
Dalam situasi seperti itu, kehadiran orang lain menjadi bentuk dukungan yang berarti.
Ketua TIDAR Kotamobagu Ivan Manggo mengatakan pihaknya berusaha tetap berada di sisi korban dan keluarga sejak tragedi terjadi.
“Yang penting TIDAR terus memberikan pendampingan sejak kejadian, hingga di rumah sakit sampai di rumah korban masing-masing,” ungkapnya
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TIDAR kepada para korban dan keluarga yang tengah berduka.
Di saat keluarga sedang berusaha menguatkan diri setelah tragedi, TIDAR memilih untuk tidak hanya mengucapkan turut berduka cita.
Mereka datang, menemani dan memastikan keluarga korban tidak menghadapi masa sulit itu sendirian.
Berikut update terbaru identitas 8 korban meninggal:
1.Risna Longkun: Perempuan, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow
2. Harianti Mokoginta: Perempuan, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow
3. Lisma Mokoginta: Perempuan, 38 tahun, Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow
4. Ali Ponamon: Laki-laki, 65 tahun, Desa Pontodon, Kota Kotamobagu
5. Bio Mokoagow: Perempuan, 74 tahun, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow
6. Nilawati Mokodongan: Perempuan, Pontodon Induk, Kota Kotamobagu
7. Rugaina Manangin: Perempuan, Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow
8. Ali Jojang: Laki-laki, Bilalang 4, Kabupaten Bolaang Mongondow
Korban Luka
Dirawat di RS Monompia, Kabupaten Bolaang Mongondow:
1.Murdani Pobela : Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
2.Muxin Dondo : Pontodon Timur, Kota Kotamobagu (luka berat)
3.Arhan Mokoginta : Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
4.Rapiska Mokodongan : Genggulang (luka berat)
5.Enjelia Lito : Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
6.Prasetio Mokodongan : Pontodon, Kota Kotamobagu (luka ringan)
PASIEN DI RUJUK DAN DI RAWAT DI RS PROF KANDOW MANADO
1. Nur Almira Pobela Islam: Bilalang Baru ( Rujuk: CT Scan Abdomen)
2. Hadi Toisi Kristen: Pangian Tengah (Rujuk : CT Scan Kepala) (Sudah di Rujuk Rs Prof Kandow Manado)
3. Rina Longkun: Alamat Bilalang Baru (Luka Robek Terbuka, Patah Tulang Pada Kaki, Kaki bagian bawah Tampak Luka Robek dan Lecet di punggung kaki kiri) Rujuk Rs Prof Kandou Manado.
Kronologi Kejadian
Insiden maut tersebut terjadi pada drag bike yang berlangsung di Kelurahan Ipai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.
Berjarak sekitar 184 km dari Kota Manado, ibu kota Sulawesi Utara.
Kejadian Minggu 9 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WITA.
Turnamen ini tercatat diikuti 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.
Sementara mobil yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui adalah pebalap dari tim Pangeran 05 McJoe bernama Tian Ngantung.
Ia turun di kelas Free For All (FFA) menggunakan mobil Honda Jazz.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Tian awalnya melaju seperti biasa dalam lintasan balap.
Tidak terlihat adanya kendala saat mobil melaju menuju garis finis.
Namun, setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil tersebut mengalami crash dan kemudian menabrak sejumlah penonton yang berdiri di sisi arena.
Benturan tersebut menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban.
Pasca-insiden, pelaksanaan drag race di lokasi tersebut dihentikan.
Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi juga sudah mengamankan mobil jenis Honda Jazz yang terlibat tragedi drag race.
Mobil milik tim Pangeran 05 McJoe yang dikendarai Tian Ngantung itu kini berada di Mapolres Kota Kotamobagu.
Ketua panitia drag race Lucky Sugeha sempat terlihat mendatangi para korban di RS.
Lucky Sugeha menegaskan siap bertanggungjawab atas musibah itu.
Ia juga akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban di rumah sakit.