Nasib Fotografer yang Ketahuan Simpan Ratusan Rekaman Wanita dalam Kamar Mandi
Noval Andriansyah August 10, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Ponorogo - Nasib fotografer lepas berinisial ACW kini berada di ujung tanduk, usai ketahuan menyimpan ratusan item rekaman video dan foto ilegal milik sejumlah wanita di dalam folder tersembunyi ponsel pribadinya.

Baca juga: Fotografer Afrika Meninggal di Hutan Sangyang Bali, Penyebab Kematiannya Masih Misteri

Pemilik vendor Byends Makeup, Endin Intan Saputri (32), membongkar bahwa pelaku terbukti merekam anggota timnya secara diam-diam saat berada di dalam kamar mandi lokasi acara pernikahan.

Aksi bejat oknum fotografer tersebut terungkap setelah tim wedding organizer melacak keberadaan pelaku dan melakukan pemeriksaan paksa terhadap ponsel miliknya.

Meski sempat berupaya menghilangkan jejak digital dengan menghapus berkas, rekam jejak video pelecehan tersebut berhasil ditemukan di dalam folder tempat pembuangan sampah (trash).

Hasil pemeriksaan internal menunjukkan sedikitnya terdapat 700 berkas rekaman tersembunyi yang mayoritas berisi dokumentasi intim para korban wanita di area toilet atau kamar mandi.

Modus Sembunyikan Ponsel di Kamar Mandi

Dalam menjalankan aksi kejahatan privasi tersebut, ACW diduga kuat sengaja menaruh ponsel dengan posisi kamera aktif di sudut kamar mandi sebelum korban masuk.

Meskipun pelaku berkali-kali mengelak dan mengklaim baru pertama kali melakukan tindakan tersebut, temuan ratusan berkas video menguatkan indikasi aksi berulang.

Pihak korban dan manajemen vendor awalnya berniat menyerahkan barang bukti ponsel beserta pelaku ke aparat kepolisian guna diproses secara hukum.

"Di folder tersembunyi itu isinya banyak sekali. Sekitar 700 item, menurut yang kami lihat. Banyak rekaman perempuan di acara wedding," ungkap Pemilik Byends Makeup, Endin Intan Saputri, Minggu (9/8/2026), dilansir kompas.com.

Upaya Penyelesaian Kekeluargaan oleh Keluarga Pelaku

Rencana pelaporan resmi ke ranah hukum sempat tertahan usai pihak keluarga ACW mendatangi korban untuk memohon penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

Atas desakan serta pertimbangan keluarga pelaku, ponsel yang menjadi wadah barang bukti rekaman tersebut akhirnya diserahkan kembali kepada keluarga ACW.

Kendati demikian, tindakan keji fotografer ini memicu kecaman keras dari publik serta menjadi peringatan bagi penyeleggara acara akan pentingnya jaminan keamanan privasi.

Minta Maaf

ACW sendiri telah meminta maaf usai peristiwa tersebut. Fotografer asal Ponorogo itu mengakui telah merekam anggota vendor Byends Makeup secara diam-diam saat berada di kamar mandi.

Video permintaan maaf itu beredar di media sosial dan diunggah di akun Instagram @byendsmakeup pada 3 Agustus 2026 dan kemudian menjadi perbincangan warganet.

Dalam video tersebut, ACW mengakui sengaja merekam korban tanpa sepengetahuannya.

“Saya, ACW, meminta maaf kepada tim Byends Makeup karena saya sengaja merekam tim Byends Makeup yang sedang berada di dalam toilet,” kata ACW dalam video yang beredar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.