Sebelum Gigit Bocah 7 Tahun hingga Akhirnya Meninggal, Anjing di Bubunan Buleleng Serang 6 Warga
Ida Ayu Suryantini Putri August 10, 2026 06:40 PM

 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Fakta baru terungkap di balik kasus rabies yang menewaskan Gede EWP, bocah asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.

Anjing yang menggigit bocah tujuh tahun itu ternyata sebelumnya telah menggigit enam warga lainnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Buleleng, enam korban tersebut masing-masing Kadek S (65), Ketut S (60), Kadek S (42), Komang SM (41), Gede ED (41), dan Made Y (35).

Baca juga: Cegah Rabies, 1.415 Anjing di Batubulan Kangin Jadi Target Vaksinasi Massal

Keenamnya telah melaporkan kejadian gigitan ke desa sehingga segera mendapat Vaksin Antirabies (VAR) di Puskesmas Seririt.

Sementara kasus gigitan yang dialami Gede EWP justru tidak dilaporkan.

Pihak keluarga saat itu menganggap luka akibat gigitan tersebut kecil dan tidak berbahaya.

Kepala Dinas PKPP Buleleng, Gede Melandrat, mengungkapkan pihak dinas melakukan vaksinasi massal terhadap 430 ekor anjing di Desa Bubunan pada Juni 2026.

Baca juga: 15 Arti Mimpi Anjing Marah, Dikejar hingga Digigit, Benarkah Jadi Pertanda Buruk?

Vaksinasi ini menindaklanjuti kasus gigitan terhadap enam warga.

"Jadi atas kasus yang sama, sebenarnya anjing ini menggigit sudah enam orang, tujuh orang sampai ke anak ini," ujarnya, Senin (10/8/2026).

Melandrat mengungkapkan, anjing yang menggigit enam warga sebelum akhirnya menggigit Gede EWP merupakan anjing liar, bukan anjing peliharaan.

Anjing tersebut kemudian bersembunyi di sebuah gudang.

"Ayah korban ini bekerja mencuci mobil di gudang. Kebetulan pada saat itu korban ikut ayahnya bekerja. Saat itulah korban mengalami gigitan," ucapnya.

Menurut Melandrat, keberadaan Gede EWP sebagai korban ketujuh tidak diketahui petugas lantaran kasus gigitan tersebut tidak dilaporkan.

Terlebih setelah menggigit Gede EWP, anjing itu segera dibunuh oleh ayahnya.

Kondisi itu membuat petugas tidak sempat mengambil sampel anjing untuk pemeriksaan.

Pemerintah pun tidak mengetahui adanya tambahan kasus gigitan ketika melakukan penanganan terhadap enam korban sebelumnya.

"Yang disayangkan adalah ada satu orang tidak mendapatkan vaksin, karena tidak dilaporkan. Apakah karena ketidaktahuan sehingga tidak dilaporkan. Padahal pada saat itu juga kan ada vaksinasi yang kami lakukan atas laporan enam orang ini," katanya. 

Melandrat mengatakan, setiap terjadi kasus gigitan anjing, petugas akan langsung melakukan penanganan sekaligus menyesuaikan agenda vaksinasi rabies di wilayah tersebut.

Saat ini, dua dokter hewan telah ditempatkan di setiap kecamatan untuk melakukan vaksinasi dari desa ke desa.

Apabila terjadi peningkatan kasus gigitan di suatu wilayah, jadwal vaksinasi dapat diubah dengan memberikan prioritas terhadap desa tersebut.

Selain itu, ketersediaan vaksin rabies saat ini juga telah diperkuat. Jika sebelumnya masyarakat yang tergigit harus mendatangi puskesmas tertentu untuk mendapatkan vaksin, kini seluruh puskesmas di Buleleng telah memiliki stok vaksin rabies.

"Ketersediaan obatnya ada, ketersediaan vaksinnya ada, ketersediaan semua sudah tersedia," tegasnya.

Melandrat menegaskan upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui vaksinasi, tetapi juga edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies. Gerakan vaksinasi massal kembali dijadwalkan di Desa Pejarakan pada 13 Agustus 2026, serangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Meski berbagai upaya tersebut terus dilakukan, ia mengakui masih adanya kasus gigitan yang tidak dilaporkan menjadi tantangan dalam pengendalian rabies. Faktor kepedulian dan ketidaktahuan masyarakat mengenai bahaya rabies disebut masih menjadi persoalan.

Karena itu, ia meminta masyarakat segera melaporkan setiap kasus gigitan anjing agar korban dapat memperoleh penanganan medis sedini mungkin.

Penanganan juga terus dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut memberikan edukasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.