Sebagian Sawah di Langkang Baru Kotabaru Mulai Kekeringan, Petani Dihantui Gagal Panen
Ratino Taufik August 10, 2026 08:46 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Memasuki musim kemarau, sejumlah kawasan pertanian di Kecamatan Pulaulaut Timur, Kabupaten Kotabaru mulai diterpa kekeringan. 

Terutama kawasan pertanian yang hanya mengandalkan tadah hujan, sedangkan belakangan ini intensitas hujan terbilang sudah minim.

Salah satu kawasan pertanian mulai terdampak ada di Desa Langkang Baru, beberapa petak sawah mulai sulit berkekembang dengan rumpun padi yang kecil dan menguning.

Tanah di sela-sela rumpun padi juga mulai retak, sedangkan parit-parit ada yang hanya menyisakan kubangan air dan kering.

Diungkapkan Ilham, petani setempat, tahun ini kemarau sulit diprediksi, sehingga banyak petani yang terkecoh dengan terlambat tanam.

Akibatnya, belum maksimal pertumbuhan padi, sudah kekurangan air dan terancam gagal panen.

Beruntung, Ilham menanam lebih awal, sehingga potensi gagal panen pebih kecil, terlebih saat ini sebagian padinya sudah mulai matang.

Baca juga: Dampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Oleh BPBD Banjar Ke Warga Tembus 1,07 Juta Liter

"Saya tanam sekitar pertengahan Mei lalu, ini paling satu bulan lagi panen," ujar lelaki yang sedang membangun penampungan padi ini, Senin (10/8/2026).

Ditanya mengenai beberapa rekanan petani di dekatnya yang kekurangan air,, Ilham hanya tersenyum kecil, karena tidak mau berkomentar banyak. 

Sepengetahuannya, beberapa orang sudah hampir tiap hari mengerahkan mesin pompa mengalirkan air dari parit untuk mengairi sawah. 

"Tiap sore biasanya menyedot dengan pompa, tapi sekarang paritnya kering," ucap Ilham. 

Sementara itu, petani lainnya, Abah Wiwin mengaku sudah tidak lagi memompa air untuk pengairan.

Pasalnya, semakin hari air semakin surut dan biaya BBM pompa juga terbilang menguras kantong.

"Per hari bisa sampe 5 liter. Kewalahan juga kita untuk pengairan di musim kemarau ini," ucapnya.

Meski demikian, ia juga tetap berharap dalam waktu dekat ada turun hujan yang deras, sehingga pasokan air di sawah tetap stabil.

Diketahui, kemarau tahun ini diprediksi cukup parah, karena bersamaan dengan fenomena El Nino yang nenyebabkan potensi kering lebih tinggi dan panjang. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.