Hanura Targetkan Konsolidasi Nasional Rampung September 2026
Malvyandie Haryadi August 10, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Hanura menargetkan konsolidasi struktur organisasi di seluruh Indonesia rampung pada September 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi Pemilu 2029.

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, konsolidasi dilakukan lebih awal agar Hanura memiliki waktu yang cukup untuk menyusun strategi pemenangan Pemilu 2029.

"Task Force sudah membuat jadwal untuk bekerja cepat. Pada akhir September semua diharapkan selesai. Sehingga kami bisa mempersiapkan diri menghadapi Pemilu sejak awal," kata Rio dalam acara Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force DPC Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Hotel Le Polonia, Medan, Sumatera Utara, Senin (10/8/2026).

Rio menjelaskan, setelah seluruh struktur organisasi rampung dikonsolidasikan, Hanura akan mengalihkan fokus pada persiapan teknis menghadapi Pemilu 2029. 

Satu di antaranya dengan memetakan daerah pemilihan (dapil) dan menyiapkan figur yang berpotensi menjadi calon anggota legislatif.

"Kami akan melakukan survei di daerah pemilihan sehingga nanti kami menempatkan calegnya memang dikenal di dapil itu, caleg yang menguasai dapilnya dan caleg yang siap bertarung pada Pemilu 2029," ujarnya.

Menurut Rio, target konsolidasi pada 2026 merupakan bagian dari rencana jangka panjang Hanura. Jika seluruh persoalan internal dapat diselesaikan tahun ini, maka struktur partai ditargetkan sudah siap bergerak di seluruh dapil mulai 2027.

"2027 struktur sudah siap 100 persen sehingga kami sudah keluar dari sarangnya untuk bergerak di setiap dapil pemilihan, baik DPR RI maupun DPRD provinsi, kabupaten/kota," ujar eks politisi partai NasDem itu.

Dalam menjalankan konsolidasi, Task Force juga melakukan evaluasi terhadap pengurus yang dinilai tidak mampu memenuhi target organisasi. 

Rio menyebut dua Ketua DPC, yakni DPC Pandeglang dan DPC Kota Serang, telah diberhentikan karena dinilai berjalan lambat.

"Ketika dia berjalan lambat mengganggu irama yang lain. Ibarat di jalan tol kita mau cepat, ada satu mobil lambat, itu bisa mengakibatkan yang lain celaka. Daripada dia mengakibatkan provinsi lain atau kabupaten lain celaka, ya kita berhentikan," ucapnya.

Rio menilai Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang memiliki kesiapan organisasi relatif baik. 

Berdasarkan hasil Pemilu 2024, kader Hanura di DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Utara menyumbangkan 70 kursi dari total 525 kursi yang dimiliki Hanura secara nasional.

"Jadi hampir kira-kira 12 persen dari jumlah kursi yang kami miliki se-Indonesia. Strukturnya memang dari DPD sampai DPC dikatakan hampir 100 persen," ujar Rio.

Hanura tercatat sebagai partai non-parlemen dengan jumlah kursi DPRD terbanyak kedua setelah PPP. Hanura memiliki 528 kursi, sedangkan PPP mengantongi 880 kursi DPRD.

Rio menegaskan, percepatan konsolidasi menjadi penting agar Hanura tidak kembali melakukan persiapan secara mendadak menjelang Pemilu. 

Dia menyebut hasil konsolidasi pada September akan menjadi salah satu indikator kesiapan partai menuju Pemilu 2029.

"Hasil September itu akan menjadi cerminan pada Pemilu 2029 yang akan datang. Kalau Hanura mau bangkit, itu tidak bisa hanya kerja tiga atau enam bulan sebelum Pemilu. Kami harus sudah mempersiapkan diri sejak awal, lebih siap secara serius untuk menghadapi pemilu itu," kata Rio.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara, El Adrian Shah membuka peluang melakukan reshuffle kepengurusan setelah konsolidasi partai rampung. 

Evaluasi tersebut dinilai diperlukan untuk memastikan jajaran pengurus diisi kader yang memiliki komitmen dan mampu menjalankan agenda organisasi.

"Mudah-mudahan setelah konsolidasi ini kita akan melaksanakan rapat pleno untuk reshuffle kepengurusan di DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Utara," ujar El.

El menilai reshuffle diperlukan agar jajaran pengurus dapat bekerja maksimal dan sejalan dengan agenda partai di Sumatera Utara.

"Saya anggap itu penting bagi kawan-kawan yang mungkin bisa sejalan dengan saya, mungkin bisa membantu saya untuk memaksimalkan kerja kita di Provinsi Sumatera Utara," ujarnya.

Ia juga meminta kader yang tidak mampu bekerja bersama untuk memberikan ruang kepada kader lain yang memiliki komitmen membesarkan Hanura.

"Tetapi bagi orang-orang yang tidak sejalan ataupun yang tidak bisa bersama-sama dengan kita, saya rasa lebih bagus dipilih di partai lain atau tidak di Partai Hanura," ujarnya.

El turut mengingatkan seluruh Ketua DPC Hanura di Sumatera Utara untuk menjaga soliditas selama proses konsolidasi.

Menurutnya, perbedaan internal tidak boleh menghambat target organisasi.

"Saya rasa untuk para ketua DPC, saya mohon bantuan dan support-nya juga. Kita ini mau lari 100. Jangan gara-gara satu sampai tiga orang di sini, kita jadi lari 10," ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, anggota Task Force Yossie Indra Pramana dan Ratna Ester Lumban Tobing, serta Ketua Umum Laskar Muda Hanura Heru Margi Pangestu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.