Haji Her Bagi Resep Rahasia dan Suntik Hibah ke UTM, Beber Kisahnya Mahasiswa Melas Jualan Rantang
Dyan Rekohadi August 11, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Tangis haru dan riuh tepuk tangan ribuan mahasiswa baru Universitas Trunojoyo Madura (Maba UTM) menggema saat pengusaha sukses asal Pamekasan, Madura, Haji Her, berbagi kisah pada mereka.

Haji Her membeberkan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku dari seorang mahasiswa kurang mampu hingga menjadi penguasa bisnis.

Inspirasi berharga itu disampaikan langsung dalam ajang pengenalan kampus guna membakar semangat para generasi muda agar pantang menyerah.

Kehadiran sosok berpengaruh itu tidak hanya membawa pesan motivasi yang mendalam, tetapi juga aksi nyata bagi kemajuan pendidikan.

Rangkaian kegiatan skala besar itu pun menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola kampus yang berdampak bagi masyarakat.

Baca juga: Sejarah Baru Madura Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka, Wagub Jatim: Madura Siap Cetak SDM Unggul

 

Kisah Perjuangan Haji Her dan Suntikan Bantuan Rp 250 Juta

Kehadiran pengusaha sukses tembakau asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, H Khairul Umum atau Haji Her menarik perhatian sedikitnya 4.214 Mahasiswa Baru Universitas Trunojoyo Madura (Maba UTM), Senin (10/8/2026).

Crazy Rich berusia 44 tahun itu berbagi kisah keterbatasan ekonomi sepeninggal ayahnya di masa kecil sebagai motivasi kepada mahasiswa.

CEO PT Bawang Mas Group itu dihadirkan UTM sebagai nara sumber bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H Lalu Hadrian Irfani, ST, MSi dalam Rapat Senat Terbuka dan Orasi Kebangsaan dalam rangka Program Kenal Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UTM 2026 dan Penutupan Dies Natalis Ke-25 UTM di Gedung Pertemuan RP Mohammad Noer UTM.

Haji Her mengungkapkan, drinya termasuk kategori mahasiswa melas karena ayahnya selaku tulang punggung keluarga telah berpulang.

Sehingga selama kuliah di Universitas Malang, ia selalu pulang namun ke rumah kontrakan di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan yang saat ini menjadi kawasan Kampus Negeri UTM.

"Waktu kuliah, saya ini tidak pintar-pintar amat, ilmu banyak saya dapat dari jalanan. Saya berjualan rantang di setiap libur kuliah, Sabtu dan Minggu. Jadi kisah saya berliku, bukan langsung seperti sekarang ini," ungkap Haji Her disambut riuh tepuk tangan ribuan Maba UTM.

Dalam kesempatan PKKMB 2026 dan Penutupan Dies Natalis Ke-25 UTM bertemakan, 'Ekosistem Pendidikan Tinggi dan Tantangan Teknologi Cerdas untuk Kampus Berdampak' itu, Haji Her memberikan bantuan sebesar Rp 250 juta kepada UTM.

Sumbangsih sebagai wujud kepedulian itu dialokasikan untuk sarana dan prasarana sebesar Rp 100 juta dan sisanya, Rp 150 juta untuk keperluan beasiswa mahasiswa.

Selain itu, ia juga memberikan sejumlah hadiah hiburan kepada perwakilan mahasiswa baru.

Baca juga: Profil Haji Her, Pengusaha Madura yang Klaim Bantu Gubernur Khofifah Rp38 Miliar

 

Pesan Kunci Sukses dan Keberanian Bermimpi

Kepada ribuan Maba UTM, Haji Her menyarankan agar tidak perlu merasa minder melainkan harus berani mengambil langkah meski spekulatif namun positif.

Namun ia mengingatkan, peran dan restu orang tua dan guru adalah bagian penting dari sebuah perjalanan menuju kesuksesan.

"Dulu saya kuliah bayar sendiri, saya bisa beli mobil sendiri saat itu, bergaya pakai duit sendiri. Seharusnya kalian bisa, asalkan jangan malu untuk bermimpi dan punya semangat. Artinya begini, kita jangan diam, kita harus berani mengambil langkah," pungkasnya.

Baca juga: Film Foufo Bikin Bangga Madura, Haji Her Siap Jadi Sponsor Karya Lokal Berikutnya

 

Apresiasi Komisi X DPR RI Terhadap Inovasi UTM

Nara sumber kedua, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H Lalu Hadrian Irfani, ST, MSi mengupas tuntas tentang Ekosistem Pendidikan Tinggi dan Tantangan Teknologi Cerdas untuk Kampus Berdampak.

Hal itu selaras dengan tagline Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia.

"Saya selaku pimpinan dan selurun anggota Komisi X tentunya mengapresiasi yang setinggi-tingginya terhadap inovasi dan kreativitas yang hari ini dan terus dilaksanakan oleh Rektor dan jajaran Civitas Akademika UTM," ungkap Lalu Hadrian mengawali paparannya.

Menurutnya, capaian UTM sejauh ini tentu akan mempermudah serta mempercepat tumbuh kembangnya ekosistem pendidikan tinggi yang ada di lingkungan UTM.

Sehingga Kampus Berdampak bisa dirasakan karena menyentuh seluruh lapisan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Ini sangat relevan di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat. Di mana perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik tetapi juga mampu membangun ekosisitem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan tentunya berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," tegas Lalu Hadrian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.