TRIBUNWOW.COM - MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone diwarnai banyaknya pebalap yang gagal menyelesaikan balapan.
Dari 23 pebalap yang memulai balapan, hanya 16 pebalap yang berhasil menyentuh garis finis dan masuk klasifikasi.
Jumlah tersebut membuat MotoGP Inggris menjadi satu di antara Grand Prix dengan jumlah pebalap finis terendah pada musim 2026.
Selain GP Inggris, GP Prancis, Hungaria, dan Belanda juga mencatatkan 16 pebalap dalam klasifikasi akhir.
Sementara itu, jumlah pebalap yang berhasil menyelesaikan balapan paling sedikit terjadi pada GP Jerman dengan hanya 15 pebalap.
Baca juga: Jadwal MotoGP Inggris 2026 di Silverstone Hari Ini, Dimulai Pukul Setengah 4 Sore
Pol Espargaro menilai tingginya jumlah insiden di Silverstone dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ban dan suhu lintasan yang lebih panas dari biasanya.
Menurut pebalap Red Bull KTM Tech3 tersebut, suhu lintasan di Silverstone berada di atas kondisi normal untuk sirkuit tersebut.
Kondisi tersebut membuat ban depan bekerja hingga mendekati batas kemampuannya.
"Yah, suhu lintasan lebih panas dari biasanya untuk ukuran Silverstone.
Ban depan sudah berada di ambang batas kemampuannya," ujar Espargaro setelah balapan, di kutip dari Crash.net, Minggu (9/8/2026)
Baca juga: 11 Pemenang Berbeda dalam 11 Edisi, Akankah Rekor Unik Silverstone Berubah di MotoGP 2026?
Selain masalah pada ban depan, Espargaro juga menyoroti degradasi ban belakang yang cukup besar.
Penggunaan ban medium pada balapan utama juga dinilai memberikan karakter berbeda dibandingkan ban soft yang digunakan pada balapan sebelumnya.
"Ditambah lagi dengan degradasi yang cukup besar pada ban belakang, serta fakta bahwa ban medium jelas lebih keras dibandingkan ban soft yang dipakai kemarin, akibatnya, dukungan ban berkurang dan ban depan lebih cenderung terdorong." jelas Espargaro.
Menurut Espargaro, kombinasi berbagai kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap sejumlah kecelakaan yang terjadi sepanjang balapan.
Sementara itu, Jack Miller memiliki pandangan berbeda mengenai penyebab banyaknya insiden di Silverstone.
Pebalap Prima Pramac Yamaha MotoGP tersebut mengaku belum yakin dengan faktor utama yang menyebabkan banyak pebalap mengalami kecelakaan.
Namun, Miller merasa kondisi lintasan pada hari balapan lebih licin dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Lintasan terasa sedikit lebih licin hari ini," ujar Miller.
Miller menduga kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh suhu, balapan Moto2, atau faktor lainnya.
Selain kondisi lintasan, Miller juga menilai penggunaan ban medium oleh seluruh pebalap membuat balapan utama di Silverstone menjadi lebih sulit.
"Balapan di Silverstone ini memang panjang, dan tahun ini kondisinya jauh lebih sulit untuk menjaga kondisi ban," lanjut Miller.
Banyaknya insiden di MotoGP Inggris membuat balapan tersebut memiliki jumlah pebalap DNF yang cukup tinggi dibandingkan sejumlah seri lainnya musim ini.
Dari tujuh pebalap yang gagal menyelesaikan balapan, beberapa di antaranya merupakan nama-nama besar seperti Francesco Bagnaia dan Ai Ogura.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Upitra Surakarta/Serviam Satria Dharma)