Masjid Agung Al Falah Sigli: Ikon Kota Yang Menanti Penyelesaian
Nur Nihayati August 11, 2026 07:03 AM


 
Oleh: Drs. M. Isa Alima *)


ADA bangunan yang sekadar berdiri sebagai konstruksi belaka. Namun ada pula bangunan yang tumbuh menjadi simbol, menyimpan jejak sejarah, dan melekat erat sebagai bagian dari wajah sebuah kota yang dicintai. Masjid Agung Al Falah Sigli adalah salah satunya.
 
Terletak tepat di jantung Kota Sigli, masjid ini bukan sekadar tempat suci untuk bersujud dan beribadah. Ia telah tumbuh menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Pidie, sebuah pusat peradaban dan syiar Islam yang menandai arah kemajuan daerah menuju masa depan yang bernuansa religius.

Oleh sebab itu, menuntaskan pembangunannya bukan sekadar urusan menyelesaikan proyek fisik semata, melainkan sebuah amanah dan cita-cita luhur yang telah lama ditunggu-tunggu oleh seluruh lapisan masyarakat.
 
Sejarah mencatat, gagasan besar ini lahir dari niat tulus Sarjani Abdullah di awal masa kepemimpinannya sebagai Bupati Pidie. Beliau meletakkan batu pertama pembangunan masjid ini di kawasan Gampong Blok Sawah.

Langkah mulia tersebut beriringan dengan kebijakan humanis memindahkan warga terdampak ke hunian baru yang aman, tenteram, dan layak.
 
Waktu terus bergulir. Setelah melewati dinamika perjalanan daerah, kini amanah kepemimpinan kembali dipikul oleh beliau. Harapan rakyat begitu sederhana namun tulus: gagasan awal yang dirintis dengan niat baik ini dapat diperjuangkan kembali hingga tuntas dan berdiri sempurna.

Pembangunan tidak boleh terhenti
 
Tanpa bermaksud berlebihan, kita harus jujur mengakui bahwa karya besar membutuhkan keberlanjutan. Masjid Agung Al Falah tidak boleh berhenti menjadi sekadar kenangan rencana anggun atau pembangunan yang terhenti di tengah jalan.

Kita mendambakannya hadir nyata, berdiri megah dan kokoh, berfungsi sepenuhnya sebagai rumah ibadah, serta menjadi ruang luas yang menyatukan hati seluruh masyarakat Pidie.
 
Di tengah pesatnya perkembangan Kota Sigli, keberadaan masjid agung ini diproyeksikan menjadi pusat penyejuk jiwa sekaligus cermin peradaban masyarakat yang berpegang teguh pada iman.

Dari tempat inilah kita berharap lahir ketenangan hati, anak-anak belajar mengenal kebenaran, generasi muda menemukan arah hidup yang lurus, serta masyarakat berkumpul dalam ikatan persaudaraan yang erat.
 
Sebab membangun masjid bukan sekadar menyusun batu, mendirikan dinding, atau menaikkan kubah yang indah. Membangun masjid sejatinya adalah membangun ruang bagi jiwa manusia untuk mendekat kepada Sang Pencipta.
 
Tekad untuk menyelesaikannya membutuhkan sinergi dari semua pihak: pemerintah daerah, DPRK, ulama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga seluruh warga Pidie. Yang dibutuhkan saat ini adalah kerja nyata, perencanaan matang, pengelolaan dana yang transparan, serta komitmen kuat untuk menuntaskannya secara bertahap namun pasti.
 
Ketika cita-cita ini kelak terwujud, bangunan ini akan menjadi pesan abadi bagi generasi mendatang: bahwa setiap niat baik yang dimulai dengan tulus wajib diperjuangkan hingga tuntas.
 
Sudah saatnya kita memantapkan hati dengan keyakinan tulus:
 
“Insya Allah, Masjid Agung Al Falah akan segera berdiri sempurna dan menjadi kebanggaan abadi masyarakat Pidie.”
 
Semoga segala ikhtiar ini senantiasa mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT. Sebab kota yang hebat bukan hanya yang dipenuhi gedung tinggi, melainkan kota yang mampu menuntaskan cita-cita luhur demi kemaslahatan jiwa warganya.

*) PENULIS adalah Mantan Ketua Komisi C DPRK Pidie dan Pemerhati Publik

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.