Kapal Rombongan Jessica Mila Terancam Kena Sanksi, Diduga Terobos Larangan Berlayar ke Pulau Padar
Weni Wahyuny August 11, 2026 09:01 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Langkah tegas diambil oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terhadap pihak operator kapal wisata yang nekat mengangkut rombongan selebriti Jessica Mila menuju Pulau Padar, Taman Nasional Komodo. 

Pelayaran tersebut memicu polemik publik lantaran dilakukan pada Minggu (9/8/2026), di mana penutupan jalur laut tengah diberlakukan akibat potensi cuaca buruk.

Rombongan tersebut diketahui terdiri dari Jessica Mila bersama sang suami Yakup Hasibuan, serta pasangan Merdi Octav Sahetapy dan Rama Sahetapy. 

Baca juga: Dituduh Nekat Berlayar Saat Cuaca Buruk di Labuan Bajo, Jessica Mila: Fitnah Kalau Kami Sudah Tahu

LIBURAN PULAU PADAR - Potret Jessica Mila dan Yakub Hasibuan dalam unggahannya pada 22 April 2026. Jessica Mila menjadi perbincangan usai memboyong suami anak dan sahabat saat momen liburan di Pulau Padar dan Pink Beach pada Minggu (9/8/2026).
LIBURAN PULAU PADAR - Potret Jessica Mila dan Yakub Hasibuan dalam unggahannya pada 22 April 2026. Jessica Mila menjadi perbincangan usai memboyong suami anak dan sahabat saat momen liburan di Pulau Padar dan Pink Beach pada Minggu (9/8/2026). (Instagram/jscmila)

Mereka diduga bertolak menuju lokasi destinasi menggunakan kapal yacht bernama Grand Maloekoe.

Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menegaskan bahwa penindakan berupa sanksi akan dijatuhkan kepada penyedia jasa transportasi laut yang kedapatan mengabaikan maklumat pelayaran.

"Kapal yang masuk Padar tanpa surat tugas resmi akan disanksi karena ada larangan berlayar. Sementara masih teridentifikasi satu kapal. Kalau ada kapal lain dan ada bukti, pasti kami sanksi," kata Stephanus Risdiyanto pada Senin (10/8/2026), dilansir dari Kompas.com.

Kapal pesiar atau yacht Grand Maoloekoe yang diduga membawa rombongan artis Jessica Mila ke Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, hanya memiliki izin berlayar menuju Pulau Rinca.

Padahal, KSOP Labuan Bajo sebelumnya telah mengeluarkan maklumat penutupan pelayaran ke Pulau Padar dan Pulau Komodo pada 6-10 Agustus 2026 karena adanya ancaman gelombang tinggi. 

"SPB untuk kapal tersebut memang ada. Tapi sesuai maklumat pelayaran, hanya tujuan Rinca. Akan kita sanksi," kata Stephanus.

Atas dugaan pelanggaran itu, KSOP Labuan Bajo telah melayangkan surat panggilan kepada tiga nakhoda kapal yang diduga tetap berlayar ke Pulau Padar.

Ketiga nakhoda tersebut berasal dari dua kapal wisata, yakni King Nepthune dan Sea Safari, serta satu kapal pesiar atau yacht, Grand Maoloekoe.

"Terhadap kapal-kapal yang tidak mematuhi notice to mariner mengenai penutupan Padar dan Komodo, kapal apa pun itu kami akan lakukan penindakan. 

Jadi terkait dengan permasalahan ada beberapa kapal yang naik ke sana, kami mendapat informasi dari pelaku usaha pariwisata dan kami sudah panggil," terang Stephanus.

Namun, ketiga nakhoda tersebut belum memenuhi panggilan KSOP pada Senin.

Menurut Stephanus, mereka masih melakukan pelayaran wisata di kawasan Taman Nasional Komodo. 

Terkait sanksi, Stephanus mengatakan, bentuk hukuman akan disesuaikan dengan jenis dan frekuensi pelanggaran yang dilakukan.

"Bisa suspend terhadap nakhoda tersebut. Bisa di-suspend dua minggu, satu minggu. Tergantung kesalahannya," tukasnya.

Baca juga: Jessica Mila Diduga Masuk Pulau Padar Saat Pelayaran Ditutup, Unggahan Orang Dalam Disorot

Kehadiran rombongan figur publik di Pulau Padar saat larangan berlayar tengah berlaku sebelumnya memantik reaksi keras dan kehebohan di tengah masyarakat serta kalangan pelaku pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam beberapa unggahan Instagram Story yang diunggah Jessica pada Minggu petang, tampak mereka memboyong anak-anak mereka menikmati keindahan puncak Pulau Padar dan bermain di pesisir Pink Beach.

Jessica Mila bahkan sempat mengunggah momen matahari terbit di Pulau Padar dengan tulisan caption yang kemudian memicu respons tajam dari publik.

"Sapa yg punya orang dalam itu yg bisa masuk padar dan pink beach," tulisnya disertai emotikon.

Klarifikasi Resmi Jessica Mila: Tidak Ada Pemberitahuan dari Kapten

Menanggapi sorotan tajam serta tuduhan telah mengabaikan peringatan cuaca ekstrem, Jessica Mila memberikan rincian klarifikasi secara tertulis melalui akun Instagram pribadinya (@jscmila).

Aktris berusia 33 tahun ini secara tegas menepis tudingan bahwa rombongannya telah mengetahui adanya edaran larangan berlayar namun tetap memaksakan kehendak untuk berangkat.

Ia meluruskan kronologi perjalanan dan menegaskan bahwa seluruh rute keberangkatan sepenuhnya berada di bawah otoritas kapten kapal

"Hi semua, sehubungan dengan trip kami ke labuan bajo kemarin, dan ada yang menuduh kita mengabaikan larangan untuk berlayar karena cuaca buruk, berikut sedikit penjelasan ya," tulis Jessica Mila mengawali penjelasannya.

Baca juga: Menikah Tahun Depan, Pernikahan Jonathan Frizzy dan Ririn Dwi Ariyanti Digelar di Luar Pulau Jawa

Dalam narasi penjelasannya, Jessica Mila menekankan bahwa aspek keselamatan senantiasa menjadi prioritas utama keluarganya, terlebih perjalanan liburan tersebut turut membawa anak-anak kecil, termasuk putrinya, Kyarra. 

Mengenai rute dan kelayakan berlayar, seluruh keputusan diserahkan sepenuhnya kepada nakhoda kapal yang memegang tanggung jawab navigasi.

"Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami. Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke Captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan dan keselamatan kami adalah tanggung jawab Captain kapal," terangnya.

Istri dari Yakup Hasibuan ini juga meluruskan situasi di lapangan saat hari keberangkatan.

Kondisi cuaca saat itu pun dinilai relatif kondusif, ditambah dengan banyaknya kapal wisata dan wisatawan lain yang beraktivitas di lokasi yang sama.

Ia menegaskan, apabila sejak awal pihak kapal menginformasikan adanya bahaya cuaca buruk serta larangan resmi dari otoritas pelabuhan, keluarganya dipastikan akan memilih untuk menunda perjalanan ketimbang mengambil risiko keselamatan.

"Seandainya kami tau bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan keluarga kami dengan tetap berangkat, dan pasti kami akan menunda keberangkatan kami," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jessica Mila menyampaikan simpati mendalam kepada para wisatawan maupun pelaku agen perjalanan yang dirugikan akibat pembatalan pelayaran dari edaran Ditjen Perhubungan Laut (DJPL).

Namun, ia menegaskan bahwa narasi yang menyebut pihaknya memaksakan diri berangkat meski sudah tahu ada edaran adalah sebuah kekeliruan dan bentuk fitnah.

"Aku sangat paham perasaan dan berempati kepada teman-teman turis dan agents yang harus menunda pelayaran dan dirugikan karena adanya surat edaran mengenai cuaca buruk dari DJPL tersebut, namun adalah TIDAK BENAR dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksa kehendak untuk tetap berangkat," tegasnya.

Di akhir penjelasannya, ia berharap kejadian ini menjadi evaluasi dan pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Labuan Bajo, khususnya para kapten kapal agar lebih terbuka menyampaikan informasi keselamatan kepada para penumpang guna menghindari kerugian dan kesalahpahaman di kemudian hari.

"Jadi, mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak. Aku mendoakan semua untuk tetap aman dan dalam penyertaan Tuhan dimanapun kalian berada," tutupnya.

(*)

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.