BulFest 2026 Usung Konsep Tempo Dulu, Hidupkan Kembali Dagang Patokan Buleleng Bali
Putu Dewi Adi Damayanthi August 11, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Penataan kawasan Titik Nol Singaraja turut menjadi bagian dari konsep Buleleng Festival (BulFest) 2026. 

Tahun ini, BulFest akan mengusung nuansa tempo dulu alias vintage, termasuk menghidupkan kembali konsep dagang patokan yang pernah dikenal di Buleleng, Bali.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. 

Ia menjelaskan konsep BulFest tahun ini diarahkan untuk menghadirkan kembali suasana zaman dahulu. 

Baca juga: Festival Golo Koe 2026 Dibuka, Menpar Belanja Tenun UMKM hingga Saksikan Persiapan Tari Kolosal

Konsep tersebut akan diterapkan mulai dari ornamen, warna, musik hingga kuliner yang disajikan selama festival.

"Konsepnya itu adalah vintage, kembali ke zaman yang dulu. Semua ornamen lebih ke arah yang dulu-dulu, ke kolonial," kata Sutjidra, Senin 10 Agustus 2026.

Nuansa tempo dulu juga akan terasa dari musik yang ditampilkan. 

Sutjidra menyebut musik yang disuguhkan tidak akan didominasi pertunjukan dengan suara keras, melainkan musik bernuansa lawas seperti keroncong. 

"Tidak akan ada lagi musik-musik keras. Soft semua nanti," ujarnya.

Konsep serupa juga diterapkan pada sektor kuliner. 

Sejumlah makanan yang identik dengan masa lalu akan dihadirkan, seperti laklak, kelor, jukut undis. Bahkan dagang patokan.

Khusus dagang patokan, Sutjidra menjelaskan pihaknya ingin menghidupkan kembali istilah tersebut dalam konteks yang positif. 

Menurutnya, dagang patokan merupakan konsep berdagang yang seluruh prosesnya dilakukan sendiri oleh pedagang, mulai dari menyiapkan makanan, melayani pembeli hingga menerima pembayaran.

"Dagang patokan itu dagang yang kecil-kecil, tapi dia sendiri. Enggak ada asisten di sana," jelas bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini.

Konsep tersebut nantinya diterapkan di kawasan Titik Nol Buleleng, tepatnya di sekitar kawasan Warung Sunda Kecil. 

Aktivitas jualan direncanakan berlangsung mulai pukul 17.00 WITA hingga 23.00 WITA.

Menurut Sutjidra, konsep tersebut sekaligus menjadi upaya mengembalikan citra dagang patokan yang dahulu pernah dikenal di Buleleng pada era 80-an. 

Ia menyebut, pada masa lalu aktivitas dagang patokan banyak berlangsung hingga larut malam. 

Melalui BulFest, konsep itu ingin dikemas kembali dalam bentuk yang lebih tertata.

"Ini baru konsep ya. Buleleng itu dulu punya dagang patokan, dalam arti yang positif," ungkapnya.

Para pedagang yang mengikuti konsep tersebut juga akan diarahkan menggunakan pakaian yang sopan dengan adat sederhana. 

Selain itu, Sutjidra menyebut terdapat ketentuan khusus dalam transaksi, yakni pembeli tidak diperbolehkan menawar harga yang telah ditetapkan pedagang.

Di sisi lain, konsep tempo dulu yang diusung BulFest tidak semata-mata untuk menghadirkan suasana lawas. 

Sutjidra mengatakan, konsep tersebut juga berkaitan dengan upaya Pemkab Buleleng menata kawasan Titik Nol sekaligus mengenalkan kembali sejarah Buleleng kepada generasi muda.

Ia menyebut Buleleng pada masa lalu memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan, budaya dan pusat perdagangan. 

Aktivitas ekspor berbagai produk pertanian dan hewan juga disebut pernah berlangsung dari Buleleng.

"Kita ingin mengembalikan bahwa Buleleng itu ibu kota Sunda Kecil dulu. Sunda Kecil itu meliputi Bali, NTB, dan NTT," katanya.

Menurutnya, jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan hingga saat ini. 

Karena itu, BulFest diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah Buleleng kepada generasi muda.

Sutjidra menambahkan, persiapan BulFest kini memasuki tahap akhir. Tim pelaksana disebut telah memfinalisasi konsep kegiatan dan mulai melakukan persiapan produksi.

Pantauan Tribun Bali, aktivitas loading barang untuk kebutuhan pelaksanaan BulFest sudah dimulai pada Senin 10 Agustus 2026. 

Sejumlah tenda sudah mulai dibangun termasuk panggung. 

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut. 

Karenanya Pemkab Buleleng pun meminta masyarakat memaklumi apabila terjadi gangguan lalu lintas selama proses persiapan hingga pelaksanaan BulFest. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.