TRIBUNSTYLE.COM - Langkah mengejutkan diambil Teheran saat menanggapi persekutuan militer baru antara Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan. Alih-alih merasa terancam oleh lahirnya Pakta Mekkah sebuah pakta pertahanan bersama jika salah satu anggotanya diserang Iran justru menyambut hangat aliansi tersebut di tengah lanskap konflik kawasan yang kian membara.
Bagi Iran, pergeseran peta kekuatan ini menjadi bukti nyata bahwa lanskap politik Timur Tengah sedang bersolek. Negara-negara kawasan dinilai mulai sadar dan enggan terus menerus bergantung pada bayang-bayang perlindungan Amerika Serikat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan negara-negara kawasan tidak bisa lagi sepenuhnya mengandalkan jaminan keamanan dari Washington.
Baca juga: Gagal Tundukkan Iran, Trump Gencarkan Sanksi Ekonomi, Pakar: Teheran Paksa Washington Akhiri Perang
Atas dasar pertimbangan tersebut, Teheran meyakini bahwa kedaulatan dan stabilitas regional seharusnya dirajut mandiri oleh aktor-aktor lokal, bukan disetir oleh intervensi kekuatan asing.
Sikap terbuka Iran ini memberikan dimensi strategis baru bagi Pakta Mekkah. Mengingat Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan secara historis merupakan mitra erat AS, keberanian mereka membentuk poros pertahanan independen mempertegas gairah kemandirian di kawasan. Terlebih, Iran merasa memiliki kedekatan sejarah, kultural, dan peradaban yang mengakar kuat dengan ketiga negara tersebut.
Baca juga: Peringatan Mematikan Ulama Senior Iran, Klaim Negaranya Bisa Kirim Rudal Langsung ke Tanah Utama AS
Di saat yang sama, Teheran masih harus bergelut dengan tensi panas di Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital ini menjadi pusat diplomasi intensif antara Iran dan Oman guna mengupayakan pembukaan rute pelayaran secara sementara.
Meski Iran mengklaim negosiasi navigasi dan rute aman berjalan konstruktif, AS terus menekan Teheran dengan tuntutan kompensasi atas kerugian selama konflik.
Dinamika ini mempertegas bahwa perebutan pengaruh di Timur Tengah telah bergeser dari sekadar adu kekuatan militer menuju diplomasi aliansi. Bagi Teheran, lahirnya Pakta Mekkah adalah lonceng peringatan bahwa era dominasi mutlak Paman Sam di Timur Tengah kini berada di ambang jurang perubahan besar.