Kebakaran Dapur Rumah Warga di Jembrana Bali, Warga Cium Bau Gosong Sebelum Api Membesar
Putu Kartika Viktriani August 11, 2026 11:03 AM

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM – Kebakaran melanda dapur rumah warga di Banjar Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Senin 10 Agustus 2026 siang.

Kebakaran tersebut sempat membuat warga sekitar panik setelah melihat kepulan asap tebal dari salah satu rumah.

Api diketahui membakar bagian atap dapur milik Abdul Karim (55) hingga merembet ke sebagian atap rumah tetangganya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, kebakaran menghanguskan sejumlah bagian dapur dan peralatan rumah tangga dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta.

 

Warga Cium Bau Menyengat Sebelum Api Terlihat

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 WITA.

Saat itu, seorang warga bernama Diana (32) sedang menggoreng kerupuk di depan rumah korban.

Diana kemudian mencium bau menyengat seperti kardus atau buku terbakar.

Awalnya, ia menduga bau tersebut berasal dari aktivitas membakar sampah sehingga tidak terlalu memperhatikannya.

Namun, bau terbakar semakin kuat. Diana kemudian berusaha memanggil warga di sekitar lokasi.

Warga lainnya juga mencium bau asap yang berasal dari bagian belakang rumah.

Tidak lama kemudian, terdengar suara "kretek-kretek" disusul jatuhnya bagian atap dapur yang terbakar.

Setelah dicek, api ternyata telah membakar dapur rumah Abdul Karim yang berukuran sekitar 4 x 5 meter.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi dan berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Salah seorang warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Empat Armada Damkar Dikerahkan

Regu III Damkar Jembrana bersama empat unit armada kemudian tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Petugas menyemprotkan sekitar 1.500 liter air untuk memastikan kobaran api benar-benar padam dan tidak kembali membesar.

"Sejak mendapat laporan, Regu III langsung bergegas menuju TKP. Saat itu warga sudah melakukan penanganan dengan alat seadanya," kata Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana saat dikonfirmasi, Senin 10 Agustus 2026.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim Inafis Polres Jembrana melakukan pengecekan di lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus mendata kerusakan yang ditimbulkan.

Hasil pengecekan menunjukkan api menghanguskan atap dapur yang terbuat dari kayu, genting, hingga plafon dapur. Sejumlah peralatan dapur milik korban juga ikut terbakar.

Selain itu, sebagian atap rumah tetangga korban turut terdampak akibat kobaran api.

Kebakaran Dapur Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kapolsek Negara, AKP Andi Prasetio, mengatakan hasil pengecekan awal tim Inafis Polres Jembrana mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.

Korsleting diduga terjadi pada bagian atap dapur sebelum api kemudian merembet dan membakar bagian lainnya.

"Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir Rp30 Juta. Kami imbau masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik karena bisa memicu korsleting dan berpotensi kebakaran," imbaunya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, terutama kabel dan sambungan yang berada di area rawan.

Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.