TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pelajar SMK swasta di Bintaro, Jakarta Selatan yang tewas tertemper KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Jurangmangu Tangerang Selatan Banten sempat membuat story status di akun tiktoknya.
Pantauan Tribun di story akun TikTok @kghramika tertulis status 'bout to attempt, sorry if your train got delayed' yang artinya 'Mau coba sekarang maaf ya kalau perjalanan kereta anda terlambat'.
Story di akun TikTok tersebut dibuat sekitar pukul 15.40 WIB atau satu jam sebelum kejadian temperan KRL Commuter Line di Stasiun Jurangmangu.
Selain di story TikTok akun tersebut juga membuat reels dengan tampilan foto karakter anime Jepang.
Dalam video reels tersebut tertulis:
Plan A
1. graduate shs
2. be a scriptwriter
3. move out of the house
4. get the help i need
Di reels tersebut juga ada video bertuliskan 'Plan B' yang disertai foto kereta api rel listrik yang sedang melaju cepat.
Pada video reels yang diunggah pada Kamis(6/8/2026) tersebut juga ada caption video reels yang tertulis 'I Wish id never been born lololol'.
Video reels tersebut juga terpasang back sound dari lagu berjudul 'Ruru's Suicide'.
Diketahui sebelumnya seorang pelajar perempuan(sebelumnya) disebut pria tewas diduga tertemper KRL Commuter Line di Stasiun Jurangmangu pada Senin(10/8/2026).
Belum diketahui apakah pelajar tersebut tertemper KRL Commuter Line atau sengaja melompat untuk bunuh diri.
Polisi terus melalukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Pasca-kejadian, penanganan terhadap jasad korban langsung dilakukan dengan cepat.
Jasad korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Tangsel untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut serta keperluan identifikasi.
Kepolisian saat ini tengah bekerja melakukan serangkaian prosedur hukum, mulai dari pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga memintai keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.
Kapolres Metro Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo membenarkan proses identifikasi oleh pihaknya.
"Identifikasi, identitas, lagi ngecek TKP segala macam juga. Tadi kalau enggak salah mayat sudah dibawa ke RSUD. Ada juga pihak keluarga," kata Boy.
Ia menegaskan kembali bahwa kesimpulan mengenai penyebab pasti insiden ini baru bisa disampaikan kepada publik setelah seluruh rangkaian penyelidikan rampung.
Pihaknya meminta agar masyarakat bersabar dan tidak terburu-buru mengambil asumsi.
"Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya, baru kita bisa menyimpulkan apa ini," tuturnya.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.