Wasit Somalia Omar Artan Dulu Ditolak Pimpin Piala Dunia, Kini Cetak Sejarah di Piala Super Eropa
Drajat Sugiri August 11, 2026 10:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Wasit asal Somalia, Omar Artan, mencetak sejarah baru dalam kariernya. Setelah gagal mewujudkan ambisi memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026, Artan kini dipercaya menjadi wasit utama Piala Super Eropa 2026.

Artan akan memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Salzburg, Austria pada Kamis (13/8/2026) pukul 02.00 WIB.

Laga Piala Super Eropa ini akan mempertemukan juara Liga Champions 2025/2026 dengan pemenang Liga Eropa di musim yang sama.

Status juara Liga Champions dipegang oleh Paris Saint Germain (PSG) setelah di final mengalahkan Arsenal lewat adu penalti, sedangkan Liga Eropa diwakili Aston Villa yang di final menang 3-0 atas Freiburg.

Adapun penunjukan Omar Artan menjadi tonggak penting. Ia tercatat sebagai wasit non-Eropa pertama yang dipercaya memimpin Piala Super Eropa.

Artan akan memimpin pertandingan bersama dua asisten wasit dari Afrika, yakni Liban Abdoulrazack Ahmed dari Djibouti dan Stephen Eleazar Onyango Yiembe dari Kenya. 

UEFA juga tetap melibatkan wasit asal Eropa di Piala Super ini dengan Rade Obrenovic dari Slovenia bertugas sebagai wasit keempat. 

Untuk perangkat VAR, UEFA menunjuk Marco Di Bello dari Italia sebagai VAR dan Guillermo Cuadra Fernandez dari Spanyol sebagai asisten VAR.

Baca juga: Wasit Piala Dunia Asal Somalia yang Dilarang Masuk ke AS Pulang Kampung dan Disambut Bak Pahlawan

Dari Piala Dunia yang Gagal ke Piala Super Eropa

Penunjukan ini terasa semakin istimewa bagi Artan karena terjadi setelah ia mengalami kekecewaan besar.

Wasit berusia 34 tahun itu sebelumnya terpilih untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.

Namun, ia tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Artan mengakui kegagalan itu menjadi periode yang sangat berat dalam kariernya.

"Itu adalah periode yang sangat sulit," kata Artan, dikutip dari laman UEFA.

"Banyak orang bersimpati kepada saya. Ketika seseorang sudah bekerja bertahun-tahun untuk melakukan sesuatu, lalu tidak bisa mewujudkannya, itu sangat berat. Saya sangat menghargai dukungan yang saya terima dari seluruh dunia," katanya.

Meski kecewa, Artan tidak membiarkan pengalaman tersebut menghentikan langkahnya. Tidak lama setelah kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia, ia justru mendapatkan kepercayaan untuk memimpin pertandingan besar di Eropa.

Piala Super Eropa 2026 akan menjadi pertandingan pertamanya di kompetisi Eropa. Artan pun menyambut kesempatan tersebut dengan antusias.

"Ini akan menjadi pertandingan pertama saya di Eropa. Memiliki petualangan, menciptakan kenangan dan mempelajari hal-hal baru selalu menyenangkan," ujarnya.

lihat foto
Omar Artan, yang menjadi wasit Somalia pertama di Piala Dunia, disambut bak pahlawan saat kembali ke Mogadishu. Ia mendapat penolakan masuk ke AS. (Ilustrasi desain Tribunnews via ChatGPT).

Menjadi Pelopor Wasit Somalia

Perjalanan Artan menuju panggung internasional juga tidak mudah. Ia tumbuh dalam kondisi keluarga yang sulit. Ayahnya meninggal ketika masih muda, sementara ia tumbuh terpisah dari ibunya.

Kariernya sebagai wasit dimulai dari pertandingan kecil di lingkungan tempat tinggalnya. Dari sana, Artan mulai memimpin pertandingan sekolah hingga akhirnya dipercaya memimpin laga di Liga Somalia.

Cedera ringan ketika masih bermain sepak bola ikut mendorongnya memilih jalur perwasitan.

"Saya beruntung, tetapi saya juga bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini dan saya sangat bangga," kata Artan.

"Seperti yang bisa Anda bayangkan, saya tumbuh dalam situasi yang sulit, tetapi itu tidak menghalangi saya untuk mengejar impian," kata dia.

Baca juga: Skandal Visa Piala Dunia 2026 Berlanjut, Wasit asal Somalia Jadi Korban

Artan kemudian masuk daftar wasit internasional FIFA pada 2018. Enam tahun kemudian, ia kembali mencatat sejarah dengan menjadi wasit Somalia pertama yang bertugas di Piala Afrika 2024.

Kariernya terus menanjak. Dalam 18 bulan terakhir, Artan menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin final Liga Champions CAF. Ia kemudian mendapatkan penghargaan CAF Men's Referee of the Year 2025 sebelum dipilih untuk menjadi bagian dari jajaran wasit Piala Dunia 2026.

Kini, Artan kembali mencetak sejarah sebagai wasit non-Eropa pertama yang memimpin Piala Super Eropa.

Presiden CAF Patrice Motsepe memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

"Ini merupakan kehormatan besar bagi Omar Artan dan para wasit Afrika," kata Motsepe.

"Ini adalah contoh luar biasa bagaimana sepak bola membawa orang bersama dan menyatukan mereka," jelasnya.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.