TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Bupati Maros, Chaidir Syam, melepas tim air bersih Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros.
Pelepasan di Lapangan Pallantikang, Kompleks Kantor Bupati Maros, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Turikale, Selasa (11/8/2026) pukul 07.30 Wita.
Selain melepas tim air bersih, Chaidir Syam, juga menyerahkan Satya Lencana, penghargaan ASN berprestasi, serta penghargaan dari Basarnas.
Pelepasan tim air bersih sebagai upaya Pemkab Maros membantu mengatasi krisis air bersih daerah berpenduduk 414.720 jiwa.
Sedikitnya enam kecamatan dilaporkan terdampak, dengan kondisi paling serius terjadi di Kecamatan Bontoa, Lau, Marusu, dan Maros Baru.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai memperkuat penanganan dengan menyalurkan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air.
Baca juga: Desa Tenrigangkae Maros Punya PAM Mini, 157 Rumah Kini Nikmati Air Bersih Gratis
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan distribusi air dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros dan sejumlah stakeholder.
"BPBD sudah standby dan beberapa stakeholder mulai menyalurkan air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan," kata Chaidir, Selasa (11/8/2026).
Menurut Chaidir, pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia menyebut puncak fenomena El Nino diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026, sementara hujan diprediksi kembali turun mulai Oktober.
Kondisi tersebut membuat Pemkab Maros menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan cukup parah.
Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, pemerintah juga mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Pemkab Maros akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pompanisasi guna membantu lahan pertanian yang mulai mengalami kekurangan pasokan air.
Armada penyuplai air juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan air di wilayah pertanian yang terdampak.
Chaidir menyebut Bontoa dan Maros Baru menjadi dua wilayah yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Kekeringan di kedua kecamatan tersebut mulai memengaruhi kebutuhan air masyarakat sekaligus aktivitas pertanian.
Pemkab Maros mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
"Distribusi air bersih akan terus dilakukan ke wilayah terdampak hingga kondisi cuaca kembali normal dan hujan kembali turun," ujarnya.
Agenda Bupati
Di tengah penanganan kekeringan tersebut, Chaidir Syam juga dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda pemerintahan pada Selasa (11/8/2026).
Menghadiri Lomba Desa PKK di Kecamatan Lau pada pukul 09.00 Wita dan Kecamatan Bontoa pukul 13.00 Wita.
Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur bertolak ke Cibubur, Jakarta, untuk mendampingi kontingen Kabupaten Maros dalam Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka XII Tahun 2026.
Muetazim berangkat menuju Jakarta pada Sabtu (8/8/2026).