TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana pascakebakaran masih menyisakan duka bagi warga di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Makassar.
Sejumlah warga masih berupaya menata kembali kehidupan setelah permukiman padat penduduk itu dilanda kebakaran, Jumat (31/7/2026) lalu
Di tengah kondisi tersebut, perhatian dan kepedulian datang dari Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaa (IKAPTK) Kota Makassar.
IKAPTK Makassar menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak musibah kebakaran, pada Senin (10/08/2026).
Bantuan diserahkan Ketua IKAPTK Kota Makassar sekaligus Asisten III Pemerintah Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra.
Firman didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan warga terdampak.
Bantuan diterima Camat Tallo, Andi Husni, bersama Ria dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) selaku panitia.
Ketua RW 04, Farida, turut mendampingi proses penyaluran bantuan di wilayah yang terdampak kebakaran.
Bantuan yang diberikan tidak hanya menyasar kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kebutuhan ibadah warga.
Sebanyak 25 paket perlengkapan ibadah disalurkan. Setiap paket berisi Alquran, sajadah, mukena, dan sarung.
“Bantuan ini kami harapkan bisa membantu warga memenuhi kebutuhan, terutama di tengah kondisi pascakebakaran yang masih penuh keterbatasan,” kata Firman.
Perhatian juga diberikan kepada anak-anak korban kebakaran yang harus kembali menjalani aktivitas belajar.
Sebanyak 54 paket perlengkapan sekolah lengkap disiapkan IKAPTK Makassar, terdiri dari 39 paket untuk siswa SD, sembilan paket untuk siswa SMP, dan enam paket untuk siswa SMA.
“Anak-anak tetap harus bersekolah. Karena itu, kami berusaha memastikan kebutuhan perlengkapan sekolah mereka bisa terbantu,” ujarnya.
Menurut Firman, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian barang, tetapi juga bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kehadiran kami di sini ingin menunjukkan bahwa saudara-saudara kita tidak menghadapi musibah ini seorang diri,” katanya.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban warga sekaligus menjadi penyemangat untuk kembali bangkit.
“Musibah memang tidak dapat kita hindari, tetapi beban yang dirasakan saudara-saudara kita dapat kita ringankan bersama,” pungkasnya.
30 Armada
Saat insiden terjadi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar mengerahkan 30 unit armada pemadam dan satu unit rescue dengan dukungan sekitar 90 personel.
Terdiri atas 80 personel pemadaman dan 10 personel penyelamatan.
Petugas baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.39 Wita setelah situasi dinyatakan aman.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kota Makassar, sebanyak 50 lebih unit rumah semi permanen terdampak kebakaran.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 17 rumah mengalami rusak berat.
Sedangkan sisanya mengalami kerusakan sedang hingga ringan.
BPBD mencatat sebanyak 105 kepala keluarga atau 235 jiwa terdampak dalam musibah tersebut.
Satu orang mengalami luka ringan, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang dengan dugaan awal akibat korsleting listrik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan penanganan memasuki fase tanggap darurat setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.
"Saat api berhasil dipadamkan, saat itulah BPBD mengambil alih penanganan. Fokus kami adalah melakukan asesmen menyeluruh, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, serta menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi agar warga dapat segera kembali beraktivitas," kata Fadli Tahar. (*)