TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE UTARA - Satu ekor sapi dengan total 99 kilogram daging diolah menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambunan, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026).
Daging sapi tersebut menjadi salah satu menu sumber protein hewani yang disajikan bagi 2.746 penerima manfaat program MBG.
Para penerima manfaat tersebut terdiri dari siswa di 16 sekolah dan enam posyandu yang tersebar di Kecamatan Makale Utara.
Kepala SPPG Tambunan, Yansen Makula, mengatakan daging sapi dipilih karena memiliki peran penting sebagai sumber protein hewani yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
"Daging sapi merupakan salah satu pilihan makanan bergizi dalam program MBG. Daging sapi memiliki peran penting yaitu sebagai sumber protein hewani yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh," kata Yansen.
Selain protein, kata dia, daging sapi juga mengandung zat gizi seperti zat besi, zinc dan vitamin B yang dibutuhkan tubuh untuk membantu meningkatkan energi dan daya tahan tubuh.
Menurut Yansen, satu ekor sapi yang digunakan dalam penyajian menu tersebut menghasilkan sekitar 99 kilogram daging.
Sapi tersebut juga disembelih langsung di dapur SPPG Tambunan oleh orang beragama Islam untuk memastikan proses penyembelihan dan penyajiannya tetap memenuhi ketentuan halal.
"Untuk menu daging sapi ini, kami menggunakan satu ekor sapi dengan daging sekitar 99 kilogram. Sapinya disembelih di dapur SPPG oleh orang Muslim agar penyajiannya tetap halal," ujarnya.
Dalam penyajiannya, daging sapi diolah menjadi menu yang lezat dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Menu tersebut tidak hanya terdiri dari daging sapi.
Ada pula nasi sebagai sumber karbohidrat, sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral, tempe sebagai protein nabati serta buah sebagai pelengkap.
Yansen berharap kombinasi tersebut dapat memberikan makanan yang bergizi, seimbang dan tetap disukai para penerima manfaat.
"Selain menu daging sapi yang juga sumber karbohidrat beserta nasi, ada sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral, tempe sebagai protein nabati serta buah sebagai pelengkap.
Diharapkan kombinasi tersebut dapat memberikan makanan yang bergizi, seimbang dan disukai penerima manfaat," jelasnya.
Ia melanjutkan, melalui penyajian menu daging sapi dalam program MBG, kebutuhan protein dan zat gizi lainnya diharapkan dapat terpenuhi.
Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan serta aktivitas sehari-hari para penerima manfaat.
Dari pantauan Tribun Timur di lokasi, para siswa tampak menikmati makanan yang disajikan.
Sejumlah siswa terlihat menyantap menu MBG tersebut dengan lahap.
Makanan yang disajikan bahkan terlihat hampir seluruhnya dilahap oleh para siswa.
9 Bulan Bertugas di SPPG Tambunan
Yansen Makula diketahui telah bertugas sebagai Kepala SPPG Tambunan selama kurang lebih sembilan bulan.
Sebelum bertugas di SPPG Tambunan, ia sempat menjalankan tugas di sejumlah daerah.
Yansen mengatakan dirinya pernah bertugas di Jawa Tengah selama dua bulan, kemudian di Pinrang selama empat bulan.
Setelah itu, ia kembali ke daerah domisilinya dan melanjutkan tugas di dapur SPPG Tambunan, Kecamatan Makale Utara.
Yansen merupakan lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar, jurusan Sarjana Teknik, dan merupakan alumni tahun 2018.
Kini, ia bersama tim SPPG Tambunan bertugas memastikan makanan yang diberikan kepada ribuan penerima manfaat dapat memenuhi kebutuhan gizi serta tersalurkan kepada 16 sekolah dan enam posyandu di Kecamatan Makale Utara.(*)