TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pemerintah Kota Bontang mengevaluasi seluruh proses pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dugaan keracunan kembali terjadi di salah satu sekolah, hanya berselang empat hari dari kasus sebelumnya.
Wakil Walikota Bontang Agus Haris memimpin langsung rapat koordinasi dan evaluasi bersama pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, mulai dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Gizi Nasional (BGN), hingga perangkat daerah terkait, di Ruang Auditorium Tiga Dimensi, Selasa (11/8/2026).
Rapat tersebut membahas langkah perbaikan setelah 36 siswa dan guru SMP Vidatra PT Badak LNG mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG pada Senin (10/8/2026).
Kasus itu menjadi kejadian kedua dalam waktu kurang dari sepekan. Sebelumnya, 11 siswa dan tujuh guru SD Negeri 012 Bontang Selatan mengalami mual hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (5/8/2026).
Baca juga: Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Bontang, 21 Siswa dan Guru SMP Vidatra Dilarikan ke RS
Agus Haris mengatakan pemerintah tidak ingin menghindari persoalan yang muncul. Evaluasi dilakukan untuk menemukan titik masalah sekaligus memastikan program MBG dapat berjalan dengan baik.
“Kita tidak bisa menghindar, kita harus hadapi dan berupaya memperbaiki apa yang terjadi,” katanya.
Menurut dia, pemerintah mendorong seluruh pihak yang terlibat bertanggung jawab terhadap proses pelaksanaan MBG.
Evaluasi tidak hanya diarahkan pada makanan yang dikonsumsi siswa, tetapi seluruh tahapan pelaksanaan program.
“Tidak ada yang disembunyikan,” ujarnya.
Agus mengatakan pemerintah akan mengambil langkah yang nantinya dituangkan dalam kebijakan sebagai upaya memperbaiki pelaksanaan MBG di Bontang.
Ia menilai MBG merupakan program unggulan pemerintah pusat yang manfaatnya perlu tetap dijaga dalam pelaksanaannya di daerah.
Baca juga: Sebut Ada Program Pemerintah yang Belum Berhasil, Zulhas: MBG Banyak Disalahgunakan
Rapat tersebut dihadiri Pj Sekda Bontang Suharto, Kepala Dinas Kesehatan Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati, Kepala Dinas Pendidikan Abdu Safa Muha, pimpinan koordinator wilayah BGN Kaltim, Korwil BGN Kota Bontang Surya Dwi Saputra, serta pengelola SPPG.
Pembahasan masih berlangsung dengan mengevaluasi proses pelaksanaan MBG dari produksi hingga makanan disalurkan kepada penerima.