Berita Persebaya Hari Ini, Dari Piala Presiden 5 Pemain Ini Jadi Nyawa, Reza Bikin Haru Bonek
Wiwit Purwanto August 11, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Persebaya menutup Piala Presiden 2026 dengan trofi bersejarah setelah melewati lima pertandingan tanpa kekalahan di tengah jadwal padat dan waktu pemulihan terbatas, dengan pemain menjadi tumpuan hingga membawa Bajul Ijo mengangkat gelar perdana turnamen tersebut.

Trofi Piala Presiden 2026 menjadi pencapaian istimewa bagi Persebaya. Dalam lima pertandingan, Bajul Ijo menyapu bersih kemenangan dan mencetak enam gol.

Di balik keberhasilan itu, ada sejumlah pemain yang menjadi tumpuan sepanjang turnamen, sekaligus menunjukkan kedalaman skuad di tengah padatnya agenda pramusim.

Risto Mitrevski Jadi Tumpuan di Lini Belakang

Rotasi tetap dilakukan untuk menjaga kebugaran pemain, tetapi beberapa nama mendapat menit bermain lebih besar sejak fase awal hingga pertandingan final.

Baca juga: Rezeki Nomplok Persebaya Dapat Amunisi Rp 8 Miliar, Satu Pemain Asing Siap Didatangkan

Risto Mitrevski menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak, yakni 489 menit dari lima pertandingan.

Bek asal Makedonia Utara itu menjadi salah satu fondasi pertahanan Bajul Ijo. Ketenangannya membaca permainan, kemampuan memenangkan duel, serta komunikasi dengan pemain di sekitarnya membuat Risto konsisten menjadi pilihan utama.

Padatnya jadwal tidak menghalangi Risto mempertahankan level permainannya. Kehadirannya membantu Persebaya menjaga keseimbangan sekaligus melewati seluruh pertandingan dengan hasil sempurna.

Kepala analis tim Persebaya, Jose Filipe Carvalho, menilai Risto menunjukkan konsistensi yang memang dibutuhkan tim sepanjang turnamen.

“Risto memberikan stabilitas di lini belakang. Dia konsisten dan mampu menjaga level permainannya di setiap pertandingan,” kata Jose Filipe.

Baca juga: Daftar Rapor 5 Pemain Persebaya di Piala Presiden 2026, Risto Mitrevski Paling Sibuk

Performa tersebut menjadi modal penting bagi Risto dan Persebaya untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027 yang juga akan menghadirkan jadwal padat.

Di posisi kedua, Jefferson Silva mencatatkan 459 menit bermain. Bek asal Brasil itu menjadi salah satu pilihan utama di sisi kiri pertahanan Persebaya.

Jefferson tidak hanya disiplin menjalankan tugas bertahan, tetapi juga mampu memberikan opsi ketika tim membangun serangan dari sektor sayap. Mobilitasnya membantu Bajul Ijo menjaga keseimbangan ketika permainan bergeser dari fase bertahan menuju menyerang.

“Jefferson memiliki karakter yang kami butuhkan. Dia disiplin dalam bertahan dan juga bisa membantu tim ketika membangun serangan,” jelas Jose.

Sementara itu, Miguel Pereira menempati urutan ketiga dengan 453 menit bermain. Winger asal Portugal tersebut menjadi salah satu sumber daya ledak Persebaya di sektor sayap.

Kecepatan, keberanian melakukan duel satu lawan satu, serta kemampuannya membawa bola membuat Miguel mampu menghadirkan ancaman bagi pertahanan lawan. Pergerakannya juga memberi lebar permainan sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Baca juga: Tampil Gacor Di Piala Presiden 2026, Reza Arya Siap Bersaing Sehat Posisi Kiper Persebaya Musim Ini

Catatan itu cukup mencuri perhatian karena Piala Presiden 2026 menjadi musim pertama Miguel bersama Persebaya sekaligus periode pertamanya merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia.

Menurut Jose, konsistensi Miguel dalam menjalankan peran yang diberikan menjadi salah satu hal positif yang terlihat sepanjang turnamen.

“Miguel memberikan energi dan intensitas yang bagus. Dia bisa menciptakan situasi berbahaya dari sisi sayap dan membantu tim dalam fase menyerang maupun bertahan,” terang Jose Filipe Carvalho.

Yuran Fernandes dan Francisco Rivera Lengkapi Lima Besar

Partner Risto di jantung pertahanan, Yuran Fernandes, menempati posisi keempat dengan 434 menit bermain.

Bek asal Tanjung Verde tersebut menjadi salah satu sosok penting dalam menjaga kokohnya lini belakang Persebaya. Postur kuat dan kemampuan duel udara membuat Yuran memiliki peran besar saat menghadapi bola-bola panjang maupun situasi bola mati.

Kontribusi Yuran bahkan tidak berhenti pada tugas bertahan. Ia mencetak dua gol sepanjang Piala Presiden 2026, termasuk gol sundulan yang mengantarkan Persebaya mengalahkan Arema FC 1-0 di babak semifinal.

“Yuran memberikan kekuatan dalam duel dan bola mati. Dia juga menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya ketika bertahan, tetapi bisa membantu tim mencetak gol,” terang Jose.

Melengkapi lima besar, Francisco Rivera mencatatkan 398 menit bermain. Gelandang asal Meksiko itu berada di urutan kelima dalam jumlah menit, tetapi pengaruhnya terhadap permainan Bajul Ijo sangat besar.

Rivera menjadi salah satu penghubung utama permainan Persebaya, terutama ketika tim membutuhkan kreativitas dari lini tengah. Kualitas umpan, visi bermain, serta kemampuannya menemukan ruang membuat Rivera mampu menjaga aliran serangan sekaligus menghadirkan ancaman bagi lawan.

Performa tersebut kemudian berbuah penghargaan individu. Rivera dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Presiden 2026 setelah membantu Persebaya meraih trofi dengan penampilan yang menonjol sepanjang turnamen.

“Rivera memiliki kualitas untuk mengubah permainan. Dia bisa memberikan umpan terakhir, mengontrol tempo, dan menciptakan peluang. Penghargaan pemain terbaik menjadi bukti dari kontribusinya,” pungkas Jose Filipe Carvalho.

Gelar pemain terbaik menjadi suntikan motivasi bagi Rivera untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Ia membawa ambisi lebih besar setelah merasakan atmosfer juara bersama Persebaya di turnamen pramusim.

Bagi Persebaya, trofi Piala Presiden 2026 juga hadir sebagai kado istimewa menjelang usia klub yang memasuki satu abad pada 2027 mendatang. Gelar tersebut menjadi pijakan awal untuk menatap target yang lebih besar pada musim berikutnya.

"Gelar ini bukan hanya pencapaian yang signifikan, tetapi juga menandai awal dari perjalanan menuju tujuan yang lebih besar lagi," kata Rivera.

"Saya bangga menjadi bagian dari sejarah Persebaya dan saya berkomitmen untuk terus menulis bab-bab baru. Terima kasih Bonek dan Bonita," tambahnya.

Rapor lima pemain dengan menit bermain terbanyak memperlihatkan siapa saja yang menjadi tumpuan Persebaya dalam perjalanan menuju gelar juara. Risto menjadi pemain yang paling sering berada di lapangan, sedangkan Rivera melengkapinya dengan penghargaan pemain terbaik turnamen.

Di tengah keberhasilan tersebut, persaingan di posisi penjaga gawang Persebaya menuju Super League 2026/2027 juga semakin menarik. Reza Arya muncul dengan momentum kuat setelah menjadi salah satu penentu keberhasilan Bajul Ijo menjuarai Piala Presiden 2026.

Reza menjadi sorotan setelah tampil gemilang saat Persebaya mengalahkan Persib Bandung 5-6 melalui drama adu penalti di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Kiper berusia 26 tahun itu menggagalkan dua eksekusi pemain Persib, yakni Uilliam Barros dan Hamra Hehanussa, sehingga ikut mengantarkan Persebaya mengangkat trofi.

Penampilan tersebut menjadi modal berharga bagi Reza untuk bersaing memperebutkan posisi utama di bawah mistar Persebaya. Mantan pemain PSM Makassar itu kini harus bersaing dengan Ernando Ari yang selama ini menjadi kiper utama Bajul Ijo.

Reza menyadari persaingan di posisi penjaga gawang akan berlangsung ketat. Namun, ia memilih menempatkan kepentingan tim di atas persaingan pribadi.

"Tentang persaingan, siapapun yang main untuk Persebaya kita selalu support. Yang penting Persebaya bisa menang dan menjadi juara nanti di Liga," kata Reza Arya.

Performa di Piala Presiden menjadi bekal penting bagi Reza untuk menyambut kompetisi musim 2026/2027. Persebaya sendiri membidik gelar juara Liga sebagai target utama, terlebih klub berjuluk Bajul Ijo tersebut akan menyambut usia satu abad pada 2027.

Piala Presiden menjadi bagian dari rangkaian persiapan Persebaya sebelum memasuki kompetisi. Sebelumnya, tim juga menjalani uji coba menghadapi PSIS Semarang di Stadion GBT, Minggu (19/7/2026). Pertandingan bertajuk 99th Anniversary Game itu berakhir imbang 2-2.

Persebaya kemudian dijadwalkan menjalani uji coba internasional menghadapi Penang FC, tim asal Malaysia, di Stadion GBT pada 15 Agustus 2026. Pertandingan tersebut menjadi bagian akhir persiapan tim sebelum menghadapi Super League 2026/2027.

"Tentunya ini bagian pramusim, bagian persiapan. Secara pribadi saya juga persiapan dengan menambah latihan di gym jika ada waktu," tambahnya.

Reza menyebut dirinya siap menyambut musim baru dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk membantu Persebaya meraih prestasi terbaik. Ia juga mengingatkan tim agar tidak terlalu larut dalam perayaan gelar Piala Presiden 2026.

Menurutnya, trofi tersebut baru menjadi awal perjalanan. Kompetisi liga yang berlangsung panjang akan menjadi ujian sebenarnya bagi Persebaya, termasuk bagi para pemain yang bersaing mendapatkan tempat utama.

"Tentunya ini permulaan karena pramusim. Yang paling penting kami menjalani liga dengan bagus , karena liga ini sangat panjang. Dan kami ini masih pemanasan, tapi Alhamdulillah menjadi juara," pungkas Reza Arya.

Persaingan Reza Arya dan Ernando Ari kini menjadi salah satu hal menarik dalam persiapan Persebaya menuju musim baru. Reza datang dengan momentum kuat setelah menjadi pahlawan di Piala Presiden, sementara Ernando memiliki pengalaman sebagai pilihan utama di bawah mistar Bajul Ijo.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.