Presiden Prabowo Subianto resmi mencalonkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia.
Pencalonan ini menjadi sorotan media asing Reuters, yang menilai langkah ini memberi sentimen positif bagi pasar keuangan.
Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa nama Destry telah diserahkan ke DPR untuk menjalani proses persetujuan.
Pencalonan ini muncul setelah Gubernur BI sebelumnya, Perry Warjiyo, mengundurkan diri mendadak akhir bulan lalu.
Sejak saat itu, Destry yang menjabat Deputi Gubernur Senior sejak 2019 bertindak sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI.
Menurut Reuters, kabar pencalonan Destry langsung disambut positif oleh pasar keuangan.
Nilai tukar rupiah pun menguat hingga mencapai level tertinggi terhadap dolar AS sejak 18 Juni 2026.
Ekonom DBS, Radhika Rao, menilai pencalonan Destry akan diterima baik oleh pasar berkat rekam jejak dan pengalamannya yang panjang.
Rao memprediksi kepemimpinan Destry akan membawa keberlanjutan kebijakan moneter yang selama ini berjalan.
Destry dikenal sebagai sosok pragmatis dengan pemahaman mendalam soal dinamika pasar moneter dan stabilitas rupiah.
Ia sebelumnya berkarier di Citibank, Bank Mandiri, hingga menjabat Dewan Komisioner LPS sebelum bergabung dengan BI.
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengingatkan ujian sesungguhnya bagi independensi BI baru dimulai usai Destry resmi dikonfirmasi DPR.
Rapat Dewan Gubernur BI terdekat dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 19 Agustus 2026 mendatang.