TRIBUNTRENDS.COM - Pembawa acara dalam event The Sound Project di booth Newport kini menjadi sorotan setelah video tantangan hafalan Alquran berhadiah minuman keras viral di media sosial.
Sosok yang disebut sebagai pembawa acara tersebut diketahui bernama Revnaldo Ega Siahaan.
Pria yang akrab disapa Ega itu disebut menghapus akun media sosialnya setelah video tersebut ramai diperbincangkan publik.
Penghapusan akun itu membuat keberadaan Ega kini sulit ditemukan dan memunculkan dugaan bahwa ia berupaya menghilangkan jejak digitalnya.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi tantangan hafalan surah Alquran di tengah sebuah acara.
Dalam video yang diunggah melalui akun Ega, terlihat seorang perempuan mengenakan pakaian putih berada di hadapan pengunjung.
Perempuan tersebut kemudian memberikan tantangan kepada salah seorang pengunjung untuk membacakan surah Ad-Duha.
Ia bahkan menunjuk seorang pengunjung untuk maju ke depan dan menunjukkan hafalannya di hadapan orang-orang yang berada di lokasi.
Baca juga: Challenge Hafalan Al-Quran Bonus Miras, MC Minta Maaf, Saksi Ungkap Sempat Tantang Doa Agama Lain
"Yang penting balance, yang bisa Ad-Duha gua bayarin satu botol, sini bareng sama gua. Ad Duha. Tadi lu udah bisa," katanya.
Video lain yang diunggah akun Threads jarrkojarr juga memperlihatkan suasana serupa dari sisi yang berbeda.
Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan mengenakan kerudung berwarna abu-abu tampak dikelilingi sejumlah orang.
Perempuan itu kemudian membacakan surah Ad-Duha di tengah kerumunan pengunjung yang menyaksikan.
Usai bacaan tersebut selesai, orang-orang yang berada di sekelilingnya langsung memberikan tepuk tangan.
Suasana kemudian semakin ramai dengan sorakan dari sejumlah pengunjung yang menyaksikan momen tersebut.
"Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange “siapa yang hafal surah Ad- Duha dapet satu botol”
Are you fuckin kidding me?
Menurut gua kalian ga punya etika dan adab,
lo jualan minuman tp Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit," katanya.
Tindakan tersebut kini mendapat kecaman dari banyak pihak.
Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar pihak yang memberi tantangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh.
Ia menegaskan bahwa Alquran sangat disucikan.
Sedangkan miras diharamkan di Alquran.
"Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran," katanya.
Atas segala kecaman dari banyak pihak, Ega buru-buru membuat klarifikasi.
Ia menyatakan bahwa yang membuat tantangan bukan dirinya, tapi pengunjung yang tiba-tiba merebut mic darinya.
"Ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil alih mic saya.
Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalas yang ditawarkan oleh audiens tersebut," katanya lewat akun Threads aqueer_.
Baca juga: Promo Miras Pakai Hafalan Al-Quran di Festival Musik DIkecam, MUI: Bentuk Perendahan Kesucian
Dia mengakui ketika audiens tersebut membuat sayembara tidak bisa melakukan apapun.
Padahal sejatinya sebagai MC seharusnya Ega lah yang mengontrol kondisi.
"Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban utnuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand," katanya.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Ega sudah menghilangkan jejak.
Dia hanya memiliki akun Threads @aqueer_.
Sedangkan akun Instagram dengan nama sama kini sudah menghilang.
"Maaf, halaman ini tidak tersedia," tulis keterangan ketika mengklik akun Ega.
(TribunTrends/TribunBogor)