TRIBUNTRENDS.COM - MC yang memberikan tantangan membaca Al Quran dengan imbalan minuman keras dalam sebuah acara musik akhirnya angkat bicara.
Ia memberikan penjelasan mengenai kronologi promosi alkohol yang dikemas dalam bentuk tantangan membaca ayat suci Al Quran tersebut.
Aksi itu sebelumnya viral setelah videonya beredar luas di media sosial dan menuai kecaman dari warganet.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat festival musik The Sounds Project di salah satu booth produk minuman keras Newport.
Dalam video yang diunggah akun @JARKOJARR, terlihat seorang MC perempuan mengajak pengunjung mengikuti tantangan membaca Surah Ad-Duha.
Pengunjung yang mampu membacakan surah tersebut dijanjikan mendapatkan satu botol minuman alkohol sebagai hadiah.
Tantangan itu kemudian diikuti seorang perempuan berhijab yang maju ke depan dan membacakan Surah Ad-Duha hingga selesai.
Setelah perempuan tersebut menyelesaikan bacaannya, MC tampak menepati janji dengan mempersilakannya memesan satu botol minuman alkohol.
Video tersebut pun langsung menjadi sorotan setelah pemilik akun yang mengunggahnya turut mengecam aksi yang dinilai tidak pantas tersebut.
Di tengah polemik yang terus bergulir, MC tersebut akhirnya memberikan penjelasan mengenai kejadian yang memicu kontroversi itu.
Baca juga: Sosok MC yang Diduga Beri Tantangan Baca Al-Quran dengan Hadiah Miras, Kini Dikecam Banyak Pihak
Lalu ada wanita berkerudung yang membacakan surat tersebut.
Setelah selesai ia langsung menepati janji menyuruhnya memesan satu botol alkohol.
"Mau apa ? temannya yang pesan," katanya.
Pemilik akun yang memposting pun turut mengecam tindakan yang dilakukan MC.
"Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange “siapa yang hafal surah Ad- Duha dapet satu botol”
Are you fuckin kidding me?
Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tp Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit." tulisnya.
Baca juga: Terungkap Kondisi Vita Amalia, ASN di Bengkulu Dipecat usai Aksi Injak Alquran Viral, Surat Yasin
Kini akun Revnaldo Ega @aqueer_ mengaku sebagai MC dalam acara tersebut.
Ia menerangkan kejadian dalam video terjadi pada Minggu (9/8/2026).
Kata dia aksinya di panggung sama sekali tidak berkaitan dengan brand minuman alkohol Newport.
"Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport.
Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya" tulisnya di Thread.
Ia bercerita awalnya melakukan interaksi dengan pengunjung.
Lalu mendadak ada yang mengambil micnya.
"Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut," katanya.
Dia mengaku telah lalai karena membiarkan mic dikuasai audience.
"Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand," katanya.
Ega menegaskan bahwa kejadian itu sama sekali tidak ada kaitan dengan Newport.
"Sekali lagi saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut sehingga menimbulkan kegaduhan," katanya.
Namun, pengakuan tersebut justru dibantah langsung oleh pengunjung.
Winda Saraswati mengungkap bahwa sebenarnya Ega lah yang memaksa.
"Tadinya ga ada yang mau maju, terus kek 'dipaksa' kaya dinormalize terjadi di festival begini. Begitu ada yang maju, hafal, dan mereka ketawa. Astagfirullah banget gue, langsung bilang ke suami, gila ya miras dibeli pake ayat," tulisnya.
Ternyata bukan hanya itu saja, MC juga menantang untuk membaca doa agama lain.
"Setelahnya gantian nyari orang yang hafal doa bapa kami buat dibeliin minum juga. Tapi gajadi keburu band selanjutnya mulai," katanya.
Baca juga: MUI Pertanyakan Keanggotaan RI di BoP Jika Pemerintah Tak Bisa Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Ega sudah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga hukum yang berlaku.
"Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa Alquran merupakan Kalamullah yang sangat disucikan dan kegiatan membacanya adalah bentuk ibadah bernilai tinggi.
Sebaliknya, minuman keras merupakan jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Alquran.
Menurut Niam, menyandingkan ibadah membaca Alquran sebagai syarat untuk mendapatkan hadiah miras adalah tindakan yang merendahkan martabat agama.
"Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran," katanya.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)