TRIBUNNEWS.COM – Saga transfer Julian Alvarez ke Barcelona semakin memanas setelah penyerang Argentina tersebut kembali ke markas Atletico Madrid untuk memulai pramusim pada Senin (10/8/2026).
Alih-alih mendapatkan kesempatan berbicara langsung dengan pelatih Diego Simeone maupun CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil Marin, Alvarez justru mengetahui keduanya sedang tidak berada di klub.
Situasi tersebut dilaporkan membuat Alvarez kecewa dan semakin kehilangan kesabaran dalam upayanya meninggalkan Atlético Madrid.
Menurut laporan Mundo Deportivo, Alvarez sebenarnya telah berencana menemui Simeone setelah sesi latihan.
Pemain berusia 26 tahun itu ingin menjelaskan situasinya sekaligus menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan Atletico Madrid dan bergabung dengan Barcelona.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Simeone diketahui mengambil waktu liburan selama dua hari di Ibiza bersama keluarganya setelah menyelesaikan tur pramusim Atletico Madrid di Asia.
Alvarez kemudian juga mengetahui bahwa Gil Marin tidak berada di kantornya.
Kondisi tersebut membuat frustrasi sang penyerang semakin memuncak.
Alvarez Merasa Tidak Diperlakukan dengan Serius
Mundo Deportivo melaporkan bahwa Alvarez merasa Simeone tidak cukup berani untuk menghadapi persoalan tersebut secara langsung.
Padahal, sang pemain disebut ingin menyelesaikan masalah melalui dialog dan berharap dapat berbicara secara pribadi dengan pelatihnya.
Álvarez bahkan disebut tidak menyangka Simeone akan pergi ke Ibiza ketika sudah diketahui bahwa dirinya akan kembali ke klub pada Senin dan berniat melakukan pembicaraan.
Kekecewaan serupa juga diarahkan kepada Gil Marin. Sosok yang memiliki kewenangan besar dalam urusan klub tersebut juga sedang berlibur sehingga tidak dapat ditemui Alvarez.
Baca juga: Drama Pramusim Barcelona di 3 Negara, Penjualan Tiket Lawan Basel Berubah Kekacauan
Menurut laporan tersebut, situasi itu membuat pemain Argentina tersebut merasa kesempatannya untuk menyelesaikan masalah melalui komunikasi justru tertutup.
Alvarez kemudian dikabarkan menyampaikan kepada orang-orang di sekitarnya bahwa kesabarannya telah habis.
Salah satu pesan yang disebut paling jelas adalah, "Jangan libatkan saya."
Ia juga dikabarkan tetap teguh pada pendiriannya untuk meninggalkan Atletico Madrid.
Klaim Janji Sejak Februari
Salah satu faktor yang membuat situasi semakin rumit adalah klaim Alvarez bahwa Atletico Madrid sebelumnya telah memberikan janji terkait masa depannya.
Menurut laporan Mundo Deportivo, sang penyerang mengklaim telah mendapatkan janji dari klub sejak Februari bahwa Atletico tidak akan menghalangi keinginannya untuk pindah pada musim panas.
Namun, situasi yang terjadi saat ini dinilai Alvarez bertolak belakang dengan janji tersebut.
Pemain asal Argentina itu kini disebut semakin berusaha memaksakan kepindahannya ke Barcelona.
Alvarez bahkan dikabarkan ingin tetap menjalani proses tersebut secara profesional dengan meminta pertemuan langsung bersama Simeone dan Gil Marin.
Namun, ketidakhadiran keduanya pada hari pertama kepulangannya ke klub justru membuat ketegangan semakin meningkat.
Barcelona Siap Tingkatkan Tawaran
Barcelona sendiri diketahui menjadi klub tujuan utama Alvarez.
Klub berjuluk Blaugrana itu dikabarkan siap mengambil langkah lebih agresif demi mengamankan tanda tangan Alvarez.
Laporan Barca Universal menyebutkan bahwa manajemen Blaugrana bersedia meningkatkan proposal mereka apabila hasil pertemuan antara Alvarez dan Simeone berjalan positif.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Barcelona untuk mendatangkan Alvarez, yang disebut sebagai target utama pelatih Hansi Flick pada musim panas ini.
Sebelumnya, Direktur Olahraga Barcelona, Deco, juga telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan Alvarez untuk menyusun strategi agar transfer dapat segera terealisasi.
Di sisi lain, Gil Marin masih bersikeras bahwa Alvarez tidak masuk daftar jual dan hanya akan dilepas apabila ada klub yang bersedia menebus klausul pelepasannya yang mencapai 490 juta euro (sekitar Rp10,1 triliun).
Sikap keras Atletico membuat negosiasi berjalan alot, meski sang pemain disebut sudah mantap ingin meninggalkan Wanda Metropolitano.
Karena itu, pertemuan Alvarez dengan Simeone diyakini menjadi salah satu momen paling menentukan dalam saga transfer ini.
(Tribunnews.com/Ali)