Kota Yogya dan Xinjiang Jajaki Kerja Sama, Sasar Sektor Pendidikan Hingga Perdagangan
Hari Susmayanti August 11, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menjajaki peluang kerja sama internasional dengan Pemerintah Tiongkok, khususnya Wilayah Xinjiang dan Kota Urumqi.

​Penjajakan kerja sama strategis ini dibahas langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, bersama Ketua Eksekutif Pihak Tiongkok (Chinese Executive Chairman) Belt and Road Indonesia National Association, Wang Xiangbing, di Balai Kota Yogyakarta, Senin (10/8/2026).

Pertemuan tersebut membedah sejumlah potensi kolaborasi lintas sektor yang dapat dikembangkan antara Kota Yogyakarta dan Xinjiang, mulai dari pariwisata, pendidikan, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), hingga sektor kesehatan.

​Ketua Eksekutif Tiongkok Belt and Road Indonesia National Association, Wang Xiangbing, mengungkapkan, Xinjiang memiliki karakteristik geografis unik, mulai dari bentang alam pegunungan, gletser, padang rumput, hingga gurun, serta punya kedekatan budaya dengan masyarakat Muslim di Indonesia.

​Menurut Wang, kemiripan dan keunikan tersebut menjadi pintu masuk yang sangat baik untuk membangun kolaborasi di bidang pariwisata, pendidikan, dan pertukaran budaya. 

Bahkan, pihak Tiongkok secara terbuka menawarkan pertukaran pelajar, hingga kuota beasiswa pendidikan tinggi bagi pelajar asal Yogyakarta.

​"Setiap tahun, kami akan memberikan kepada Yogyakarta, kuotanya 50 sampai 100 pelajar. Gratis, kami memberikan beasiswa penuh. Pertukaran pelajar juga bisa," ujarnya.

Baca juga: Pelarian Berakhir Konyol, Pelaku Begal di Pakem Ketiduran Seusai Beraksi, Diringkus Polisi di Beran

​Selain sektor pendidikan, Wang mengungkapkan, kerja sama di bidang pariwisata dan budaya dinilai menyimpan potensi besar bagi kedua daerah.

Bukan tanpa alasan, karakter budaya dan pariwisata Kota Yogyakarta diyakininya bisa saling melengkapi dengan keindahan alam serta kebudayaan khas Xinjiang.

​"Dari sisi pariwisatanya sendiri, kita ada project sister province. Jadi mungkin Bapak-Ibu sekalian bisa mengunjungi Xinjiang. Kita bisa melakukan pertukaran budaya," tandasnya.

​Tak hanya itu, Wang juga menyoroti peluang kolaborasi perdagangan, khususnya dari sektor kerajinan tangan khas Kota Yogyakarta yang sangat potensial untuk dipasarkan di Xinjiang.

Pihaknya pun berencana menyiapkan ruang seluas sekitar 2.000 meter persegi di Urumqi khusus untuk memasarkan produk-produk khas Indonesia.

​"Ya, kerajinan tangan bisa kita kolaborasikan antara Kota Yogyakarta dan Xinjiang, karena ada kesamaan budaya yang kami sebutkan tadi," ujarnya.

​Menanggapi tawaran tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa pihaknya siap menyambut baik penjajakan ini. 

Ia pun menekankan agar kerja sama nantinya difokuskan pada sektor yang menjadi kekuatan utama Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan, pariwisata, dan perdagangan.

​Wawan menilai, Kota Yogyakarta memegang peranan strategis sebagai hub atau pusat distribusi bagi produk-produk dari DIY dan sekitarnya untuk menembus pasar Tiongkok.

Dengan brgitu, kerja sama tidak hanya membuka pintu bagi investasi dan produk Tiongkok ke Yogyakarta, tetapi juga harus menjadi sarana bagi produk lokal DIY untuk merambah pasar internasional.

​"Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar bagi para pelaku usaha lokal. Jadi tidak hanya mereka ke sini, tapi misalnya kami punya ekspor buah bisa ke Cina," katanya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.