Liputan6.com, Jakarta - Ayam goreng menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu memiliki tempat khusus di berbagai budaya kuliner dunia karena cara pengolahannya yang sederhana dapat menghasilkan perpaduan rasa, aroma, dan tekstur yang begitu beragam, mulai dari kulit yang sangat renyah hingga daging yang lembut dan kaya rempah. TasteAtlas pun merangkum sejumlah hidangan ayam goreng dari berbagai negara dan menempatkan tujuh sajian dengan rating tertinggi dalam daftar ayam goreng terbaik di dunia, sehingga menarik untuk melihat bagaimana setiap negara memiliki cara berbeda dalam mengolah bahan yang sama.
Menariknya, ayam goreng Indonesia berhasil menempati posisi ketiga dengan rating 4,3, hanya berada di bawah Korean fried chicken dan karaage Jepang yang masing-masing memperoleh rating 4,4 dan 4,3, sementara posisi berikutnya diisi Chicken Kyiv, Southern fried chicken, crispy fried chicken khas China, dan Taiwanese Popcorn Chicken. Daftar tersebut menunjukkan bahwa ayam goreng tidak hanya identik dengan satu gaya masakan, sebab setiap hidangan memiliki teknik memasak, bumbu, tekstur, dan cara penyajian yang membuatnya berbeda satu sama lain.

Chikin atau Korean fried chicken menempati posisi pertama dalam daftar ayam goreng terbaik dunia versi TasteAtlas dengan rating 4,4/5, sekaligus menjadi satu-satunya hidangan dalam tujuh besar yang memperoleh rating tersebut. Hidangan ini dikenal menggunakan potongan ayam yang dibalut adonan sebelum digoreng hingga matang, tetapi daya tarik utamanya terletak pada teknik penggorengan yang membuat bagian luar ayam memiliki tekstur sangat renyah sementara daging di dalamnya tetap lembut.
Salah satu karakteristik yang membuat Korean fried chicken berbeda adalah teknik menggoreng ayam sebanyak dua kali, yakni ayam pertama kali digoreng dengan suhu lebih rendah agar bagian daging matang secara menyeluruh, kemudian digoreng kembali dengan suhu lebih tinggi untuk menghasilkan lapisan luar yang lebih garing dan renyah. Teknik tersebut membuat kulit ayam tidak sekadar terasa renyah ketika baru diangkat dari minyak, tetapi juga memiliki tekstur khas yang menjadi salah satu alasan popularitas Korean fried chicken di berbagai negara.
Setelah digoreng, ayam biasanya dapat disajikan dengan beragam saus dan bumbu yang memberikan karakter rasa berbeda, seperti gochujang yang pedas, soy garlic yang gurih, honey butter yang manis dan creamy, hingga saus bercita rasa manis serta asam. Korean fried chicken juga kerap dinikmati bersama acar lobak, coleslaw, atau pendamping lainnya, bahkan memiliki budaya penyajian bersama bir yang dikenal dengan istilah chimaek.

Karaage dari Jepang berada di posisi kedua dengan rating 4,3/5, menjadikannya salah satu ayam goreng dengan penilaian tertinggi dalam daftar TasteAtlas. Berbeda dari ayam goreng yang menggunakan lapisan tepung tebal, karaage umumnya menggunakan potongan ayam berukuran lebih kecil yang terlebih dahulu dibumbui sehingga rasa gurih dan aromanya dapat meresap ke dalam daging sebelum ayam digoreng hingga bagian luarnya berubah menjadi renyah.
Karaage sebenarnya merujuk pada teknik memasak yang dapat digunakan untuk berbagai bahan makanan, tetapi istilah tersebut paling sering diasosiasikan dengan ayam goreng, khususnya potongan ayam yang dibumbui menggunakan bahan seperti kecap asin, sake, gula, bawang putih, dan jahe. Setelah proses marinasi, ayam biasanya dilapisi tipis menggunakan pati sebelum dimasukkan ke dalam minyak panas sehingga menghasilkan lapisan luar yang ringan dan garing tanpa membuat daging ayam kehilangan kelembutannya.
Tekstur menjadi salah satu keunggulan karaage karena lapisan pati membantu menjaga kandungan air alami dalam bahan selama proses penggorengan, sehingga bagian luar dapat terasa renyah sedangkan bagian dalam tetap juicy. Hidangan ini juga sangat mudah ditemukan dalam berbagai situasi, mulai dari restoran izakaya, supermarket, hingga tempat yang menjual makanan siap santap, dan biasanya dapat dinikmati bersama saus atau pelengkap sederhana.

Ayam goreng Indonesia berhasil menempati posisi ketiga dengan rating 4,3/5, sehingga menjadi hidangan ayam goreng dari Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut. Keistimewaan ayam goreng Indonesia terletak pada penggunaan bumbu yang kaya serta proses memasak yang biasanya tidak berhenti pada tahap menggoreng, karena potongan ayam terlebih dahulu dibumbui dan dimasak sebentar agar cita rasa rempah dapat lebih meresap sebelum akhirnya digoreng sampai berwarna keemasan.
TasteAtlas menyebut beberapa rempah yang umum digunakan dalam pengolahan ayam goreng Indonesia, seperti serai, lengkuas, kunyit, dan asam jawa, meskipun setiap daerah memiliki variasi bumbu dan cara pengolahan masing-masing. Beberapa versi juga dapat menggunakan tambahan seperti kelapa parut atau remah tepung beras, sehingga satu istilah ayam goreng dapat merujuk pada banyak karakter hidangan yang berbeda sesuai tradisi kuliner daerah tempatnya dibuat.
Ayam goreng Indonesia umumnya disajikan sebagai lauk bersama nasi dan sayuran segar, tetapi keberadaannya juga sangat umum dalam berbagai hidangan keluarga maupun jamuan makan. Keragaman tersebut membuat ayam goreng Indonesia memiliki daya tarik tersendiri karena konsumen dapat menemukan versi dengan rasa gurih, rempah yang kuat, kulit renyah, hingga aroma khas dari proses ungkep yang menjadi bagian penting dalam banyak resep tradisional.
Kotleta po Kyivsky atau Chicken Kyiv menempati posisi keempat dengan rating 4,3/5, sehingga hidangan khas Ukraina ini memiliki skor yang sama dengan karaage Jepang dan ayam goreng Indonesia. Chicken Kyiv memiliki bentuk dan teknik pengolahan yang cukup berbeda dari ayam goreng pada umumnya karena menggunakan dada ayam yang dipipihkan, kemudian digulung mengelilingi mentega berbumbu sebelum dilapisi tepung roti dan digoreng.
Bagian yang membuat hidangan ini menarik adalah mentega berbumbu yang tersembunyi di bagian tengah ayam, sebab ketika ayam matang dan dipotong, mentega tersebut dapat meleleh dan memberikan tambahan rasa gurih serta tekstur yang lebih juicy pada daging. Proses pembuatannya membutuhkan perhatian agar lapisan luar tetap rapat sehingga mentega tidak keluar terlalu banyak ketika ayam digoreng, sekaligus membuat permukaannya berubah menjadi kecokelatan dan renyah.
Walaupun dikenal luas dengan nama Chicken Kyiv, asal-usul hidangan ini masih menjadi perdebatan karena terdapat berbagai teori yang mengaitkan kemunculannya dengan koki Ukraina, Rusia, maupun Prancis. TasteAtlas juga mencatat bahwa hidangan ini pernah mencapai popularitas tinggi pada dekade 1970-an sebelum kemudian mengalami penurunan popularitas pada akhir 1980-an seiring berkembangnya tren nouvelle cuisine.

Fried chicken khas Southern United States berada di posisi kelima dengan rating 4,2/5, dan merupakan salah satu hidangan yang paling dikenal ketika orang membicarakan ayam goreng Amerika. Ciri yang sangat ditekankan pada hidangan ini adalah kombinasi daging yang tetap lembut, juicy, dan matang sempurna dengan lapisan luar berwarna cokelat keemasan yang renyah, sehingga setiap gigitan memberikan perpaduan tekstur yang kontras.
Hidangan ini memiliki sejarah panjang dalam perkembangan kuliner kawasan Amerika Serikat bagian Selatan, dengan pengaruh dari berbagai tradisi memasak yang berkembang selama masa kolonisasi, termasuk teknik menggoreng dari imigran Skotlandia serta penggunaan bumbu dan rempah yang diperkenalkan oleh masyarakat Afrika yang diperbudak. Seiring waktu, ayam goreng kemudian berkembang menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Southern dan memiliki banyak variasi resep keluarga maupun restoran.
Dalam penyajiannya, ayam goreng Southern biasanya dinikmati bersama sejumlah hidangan pendamping seperti buttered biscuits, salad kentang khas Southern, mashed potatoes, atau cream gravy. TasteAtlas juga menekankan pentingnya penggunaan ayam yang masih segar dan berukuran relatif kecil karena dagingnya cenderung lebih lembut serta menghasilkan keseimbangan yang baik antara bagian daging dan lapisan renyah di bagian luar.
Zhaziji atau crispy fried chicken merupakan hidangan ayam goreng tradisional dari Guangdong, China, yang menempati posisi keenam dengan rating 4,2/5. Hidangan ini memiliki teknik pengolahan yang cukup unik karena ayam terlebih dahulu dikukus dan dikeringkan sebelum masuk ke tahap penggorengan, sebuah proses yang dirancang untuk menghasilkan kulit yang sangat renyah sementara bagian daging di bawahnya tetap terasa lembut dan juicy.
Sebelum digoreng, ayam dikukus bersama berbagai rempah yang dapat mencakup kayu manis, lada Sichuan, jahe, bunga lawang, dan pala, sehingga cita rasanya sudah terbentuk sejak tahap awal pengolahan. Setelah itu, ayam digoreng menggunakan teknik tertentu hingga kulitnya mencapai tingkat kerenyahan yang menjadi karakter utama hidangan, membuat teksturnya berbeda dari ayam goreng yang hanya mengandalkan lapisan tepung sebagai sumber rasa renyah.
Zhaziji juga memiliki kaitan dengan tradisi kuliner dan acara khusus di China, karena TasteAtlas mencatat bahwa hidangan ini secara tradisional dikonsumsi pada malam hari dan kerap hadir dalam jamuan pernikahan. Penyajiannya dapat dilengkapi dengan kerupuk udang serta garam lada, sementara perpaduan kulit yang renyah dan daging yang lembut menjadi daya tarik utama yang membuat hidangan ini masuk dalam tujuh besar ayam goreng versi TasteAtlas.
Taiwanese Popcorn Chicken menempati posisi ketujuh dengan rating 4,2/5, sekaligus menjadi salah satu makanan kaki lima paling ikonik dari Taiwan. Hidangan ini menggunakan potongan ayam berukuran kecil yang umumnya berasal dari bagian paha tanpa tulang, kemudian dimarinasi menggunakan campuran kecap asin, bawang putih, jahe, arak beras, serta berbagai rempah sebelum dilapisi tepung pati dan digoreng hingga menghasilkan permukaan yang renyah.
Ukuran potongan ayam yang kecil membuat Taiwanese Popcorn Chicken mudah disantap dan cocok dijadikan camilan maupun makanan pendamping, sementara lapisan pati dari kentang atau jagung memberikan tekstur garing yang menjadi ciri khasnya. Bumbu tradisionalnya dapat menggunakan garam, lada, dan five-spice, tetapi beberapa versi modern juga menambahkan variasi seperti bubuk rumput laut, mustard, atau allspice untuk menghasilkan karakter rasa yang berbeda.
Berbeda dari banyak ayam goreng yang biasanya disajikan bersama saus, Taiwanese Popcorn Chicken umumnya dapat dinikmati tanpa saus tambahan karena rasa gurih dan aromatik sudah berasal dari proses marinasi serta bumbu yang digunakan. Hidangan ini juga kerap diberi pelengkap berupa daun basil yang digoreng, sehingga memberikan aroma herbal yang khas dan membuat pengalaman menyantap ayam goreng kecil-kecil tersebut menjadi semakin berbeda dari hidangan ayam goreng lainnya.
1. Apa ayam goreng nomor satu di dunia menurut TasteAtlas?
Chikin atau Korean fried chicken dari Korea Selatan menempati posisi pertama dengan rating 4,4/5.
2. Ayam goreng Indonesia berada di peringkat berapa?
Ayam goreng Indonesia berada di posisi ketiga dengan rating 4,3/5.
3. Apa yang membuat Korean fried chicken berbeda?
Salah satu ciri utamanya adalah teknik menggoreng dua kali yang menghasilkan tekstur sangat renyah.
4. Apa itu Taiwanese Popcorn Chicken?
Taiwanese Popcorn Chicken adalah potongan ayam kecil berbumbu yang dilapisi pati dan digoreng hingga renyah.
5. Apakah peringkat TasteAtlas merupakan penilaian mutlak?
Tidak, TasteAtlas menyebut peringkatnya sebagai hasil rating audiens dan bukan kesimpulan final tentang makanan terbaik dunia.