Dosen Universitas Tomakaka Dorong UMKM Mamuju Go Digital Melalui Inovasi POS dan E-Commerce
Nurhadi Hasbi August 11, 2026 05:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Transformasi digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Menjawab kebutuhan tersebut, dosen Universitas Tomakaka Mamuju, Muhammad Azizi, melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “UMKM Go Digital: Optimalisasi Laporan Keuangan dan Pemasaran Digital Kelompok UMKM Kabupaten Mamuju melalui Inovasi POS dan E-Commerce.”

Program ini memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

Baca juga: Universitas Tomakaka Mamuju Kembali Cetak 277 Sarjana Baru

Kegiatan tersebut secara khusus menyasar tiga UMKM yang seluruhnya berada di Kabupaten Mamuju, sesuai dengan target pelaksanaan PKM, yaitu Pasar Murah, Depo Campuran, dan Royal Mart.

Ketiga mitra menjadi lokasi penerapan berbagai teknologi digital yang dirancang untuk membantu pengelolaan transaksi, pencatatan keuangan, pemasaran, konektivitas internet, hingga pengembangan materi promosi digital.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta penguatan keberlanjutan program.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan teknologi yang diberikan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi benar-benar digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Empat Teknologi Diterapkan pada Tiga Mitra UMKM

Dalam program PKM tersebut, tim pengabdian memperkenalkan dan menerapkan sejumlah perangkat serta aplikasi teknologi kepada ketiga mitra sasaran.

Teknologi yang diberikan meliputi Aplikasi Website Custom E-Commerce, Telkomsel Orbit Pro G1, akun Toolify, serta iPos 5 Profesional.

Aplikasi Website Custom E-Commerce digunakan sebagai sarana pemasaran dan penjualan produk secara digital. Melalui website tersebut, UMKM diharapkan dapat menampilkan produk, memperkenalkan identitas usaha, serta membuka peluang pemasaran kepada konsumen yang lebih luas.

Sementara itu, iPos 5 Profesional dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan transaksi dan pencatatan usaha.

Dengan sistem Point of Sale (POS), pelaku UMKM dapat melakukan pencatatan transaksi penjualan secara lebih terstruktur, memantau stok, mengelola data produk, serta memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan penyusunan dan evaluasi laporan keuangan.

Dukungan konektivitas juga menjadi bagian penting dalam transformasi digital UMKM. Untuk itu, masing-masing mitra mendapatkan dukungan teknologi Telkomsel Orbit Pro G1 guna menunjang akses internet dalam pengoperasian sistem digital yang diterapkan.

Selain itu, penggunaan akun Toolify diarahkan untuk membantu mitra dalam memanfaatkan berbagai perangkat berbasis kecerdasan buatan dan teknologi digital yang dapat mendukung pembuatan konten, pengembangan ide pemasaran, penyusunan materi promosi, serta aktivitas usaha berbasis digital lainnya.

Ketua pelaksana PKM, Muhammad Azizi, menjelaskan bahwa pemberian teknologi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha mitra.

“Digitalisasi UMKM tidak cukup hanya dengan memperkenalkan satu aplikasi. Kami mencoba membangun satu ekosistem yang saling mendukung. Ada sistem POS untuk pengelolaan transaksi dan laporan, website e-commerce untuk pemasaran, konektivitas internet untuk mendukung operasional digital, serta tools yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan konten dan promosi,” ujar Muhammad Azizi.

Menurutnya, tujuan utama program bukan hanya membuat UMKM mengenal teknologi, tetapi mendorong pelaku usaha agar mampu menggunakannya secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami ingin setelah program PKM ini selesai, mitra tetap menggunakan teknologi tersebut. Tolok ukur keberhasilan bagi kami bukan hanya terselenggaranya pelatihan, tetapi adanya perubahan dalam cara mitra mencatat transaksi, mengelola usaha, memasarkan produk, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih baik,” katanya.

Pasar Murah: Rian dan Dewi Berharap Pengelolaan Usaha Semakin Tertib

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - Dosen Universitas Tomakaka Mamuju, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat lewat penerapan inovasi POS dan E-Commerce di Toko Pasar Murah Tomakaka, Jl. Jend Sudirman Mamuju, Sulbar. (Istimewa/ist)

Salah satu mitra sasaran dalam program ini adalah Pasar Murah yang berada di Kabupaten Mamuju. Dalam wawancara bersama pengelola Pasar Murah, Rian dan Dewi, keduanya menyambut positif penerapan teknologi digital dalam kegiatan usaha mereka.

Bagi Pasar Murah, penerapan sistem POS melalui iPos 5 Profesional diharapkan dapat membantu pengelolaan transaksi yang sebelumnya membutuhkan pencatatan secara manual. Sistem digital memungkinkan data penjualan, stok barang, hingga informasi transaksi tersimpan secara lebih terstruktur.

“Kami berharap dengan adanya aplikasi POS ini, pencatatan transaksi di Pasar Murah bisa lebih rapi dan lebih mudah dikontrol. Kami juga bisa melihat pergerakan barang dan penjualan dengan lebih jelas sehingga keputusan usaha tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan,” ujar Rian.

Selain pengelolaan transaksi, Pasar Murah juga mendapat dukungan dalam pengembangan pemasaran melalui Website Custom E-Commerce. Kehadiran kanal pemasaran digital tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mengenal produk yang tersedia tanpa harus terlebih dahulu datang langsung ke lokasi usaha.

Dewi menilai pemasaran digital akan menjadi peluang baru bagi Pasar Murah untuk memperkenalkan produk secara lebih luas.

“Harapan kami, website e-commerce ini bisa menjadi sarana baru untuk memperkenalkan produk Pasar Murah kepada masyarakat yang lebih luas. Konsumen nantinya bisa melihat informasi produk secara online, sementara kami juga belajar mengelola pemasaran dengan cara yang lebih modern,” tutur Dewi.

Rian dan Dewi berharap pendampingan yang dilakukan tim Universitas Tomakaka Mamuju dapat terus mendorong peningkatan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi, terutama dalam mengintegrasikan pencatatan transaksi dengan pemasaran digital.

“Kami berharap teknologi yang sudah diberikan bisa kami gunakan secara berkelanjutan. Bukan hanya selama kegiatan PKM berlangsung, tetapi menjadi bagian dari sistem kerja Pasar Murah ke depan agar pengelolaan usaha semakin tertib, cepat, dan profesional,” ungkap keduanya.

Depo Campuran: Hesron Ingin Teknologi Membantu Usaha Lebih Efisien

Pengabdian kepada masyarakat lewat penerapan inovasi POS dan E-Commerce di Depo Campuran
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - Dosen Universitas Tomakaka Mamuju, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat lewat penerapan inovasi POS dan E-Commerce di Depo Campuran, Jl. Ir Djuanda, Mamuju, Sulbar.

Mitra kedua adalah Depo Campuran yang juga berada di Kabupaten Mamuju. Pemilik atau pengelola Depo Campuran, Hesron, menjadi salah satu penerima manfaat dari implementasi teknologi dalam program tersebut.

Menurut Hesron, pengelolaan usaha yang memiliki beragam jenis barang memerlukan pencatatan yang baik. 

Kehadiran iPos 5 Profesional dinilai dapat membantu dalam mengontrol transaksi sekaligus mempermudah pemantauan stok.

“Kalau barang yang dikelola semakin banyak, pencatatan juga semakin penting. Dengan sistem POS ini kami berharap transaksi dan stok bisa dipantau dengan lebih cepat sehingga meminimalkan kesalahan pencatatan,” kata Hesron.

Hesron juga melihat pemanfaatan teknologi digital sebagai langkah penting untuk membuat usaha lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.

Melalui Website Custom E-Commerce serta dukungan konektivitas internet dari Telkomsel Orbit Pro G1, Depo Campuran diharapkan dapat mulai memperluas aktivitas pemasaran melalui kanal digital.

“Sekarang masyarakat semakin terbiasa mencari informasi lewat internet. Karena itu, kami juga harus belajar mengikuti perkembangan. Website dan dukungan internet ini mudah-mudahan bisa membantu Depo Campuran lebih dikenal dan mempermudah kami dalam menjalankan sistem digital,” ungkapnya.

Hesron berharap penerapan teknologi tersebut dapat membawa perubahan bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga pertumbuhan usaha.

“Harapan kami setelah program ini, Depo Campuran bisa bekerja lebih efisien, pencatatan menjadi lebih tertib, stok lebih mudah dikontrol, dan pemasaran juga semakin luas. Kami berharap ilmu dan teknologi yang diberikan benar-benar bisa meningkatkan usaha kami,” ujarnya.

Royal Mart: Arjun Berharap Digitalisasi Membuka Pasar Lebih Luas

Pengabdian kepada masyarakat lewat penerapan inovasi POS dan E-Commerce di Royal Mart
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - Dosen Universitas Tomakaka Mamuju, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat lewat penerapan inovasi POS dan E-Commerce di Royal Mart, BTN Royal Green Hills.

Mitra ketiga dalam program PKM adalah Royal Mart, yang juga berlokasi di Kabupaten Mamuju. Pengelola Royal Mart, Arjun, menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi peluang untuk meningkatkan pelayanan dan daya saing usaha.

Dengan adanya sistem POS, Royal Mart diharapkan dapat mengelola transaksi dan data penjualan secara lebih terintegrasi. Data tersebut bukan hanya menjadi catatan administratif, tetapi dapat menjadi sumber informasi dalam mengevaluasi produk yang banyak diminati konsumen.

“Dengan pencatatan digital kami bisa lebih mudah mengetahui kondisi penjualan. Barang apa yang cepat terjual, bagaimana kondisi stok, dan bagaimana perkembangan transaksi bisa dilihat dengan lebih teratur. Ini sangat membantu dalam mengelola usaha,” ujar Arjun.

Arjun juga menilai keberadaan Website Custom E-Commerce memiliki potensi besar dalam memperluas pasar Royal Mart. Konsumen tidak lagi hanya mengandalkan interaksi langsung di toko, tetapi dapat memperoleh informasi produk melalui kanal digital.

“Kami berharap website e-commerce bisa membuka pasar yang lebih luas. Royal Mart tidak hanya dikenal oleh konsumen yang berada di sekitar lokasi usaha, tetapi juga bisa ditemukan masyarakat melalui internet,” katanya.

Pemanfaatan Toolify juga diharapkan dapat membantu Royal Mart dalam mengembangkan kreativitas pemasaran. Teknologi berbasis AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam membuat konsep promosi, materi digital, ataupun ide pemasaran yang lebih menarik.

“Ke depan kami berharap Royal Mart bisa semakin siap menghadapi perkembangan digital. Kami ingin teknologi ini tetap digunakan, pemasaran semakin kreatif, pelayanan semakin baik, dan usaha bisa berkembang lebih besar,” ungkap Arjun.

 “Memberikan teknologi relatif mudah, tetapi memastikan teknologi itu digunakan secara konsisten adalah tantangan sebenarnya. Karena itu, kami memberikan pelatihan sekaligus pendampingan agar mitra memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk melanjutkan penggunaan teknologi secara mandiri,” jelas Muhammad Azizi.

Ia berharap tiga UMKM tersebut nantinya dapat menjadi contoh penerapan digitalisasi usaha yang dapat dikembangkan pada pelaku UMKM lainnya di Kabupaten Mamuju.

 “Pasar Murah, Depo Campuran, dan Royal Mart kami harapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat program. Mereka juga dapat menjadi contoh bahwa UMKM di Kabupaten Mamuju mampu bertransformasi dari pengelolaan yang masih konvensional menuju pengelolaan usaha berbasis teknologi,” katanya.

Perguruan Tinggi Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Kegiatan PKM tersebut sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan serta teknologi agar memberikan dampak secara langsung.

Melalui Universitas Tomakaka Mamuju, program ini berupaya mempertemukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan riil pelaku UMKM di Kabupaten Mamuju.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena transformasi digital tidak selalu harus dimulai dengan teknologi yang kompleks. Digitalisasi dapat dimulai dari persoalan sederhana tetapi mendasar, seperti bagaimana transaksi dicatat dengan benar, bagaimana stok dipantau, bagaimana laporan usaha disusun, hingga bagaimana produk diperkenalkan kepada konsumen melalui internet.

Teknologi iPos 5 Profesional, Website Custom E-Commerce, Telkomsel Orbit Pro G1, serta akun Toolify menjadi bagian dari instrumen yang digunakan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Keempat teknologi itu diharapkan membentuk satu ekosistem digital yang saling terhubung: POS membantu pengelolaan transaksi dan data usaha, e-commerce memperluas pemasaran, internet mendukung konektivitas, sementara tools digital membantu kreativitas dan promosi.

Tiga Mitra, Satu Harapan: UMKM Mamuju Naik Kelas

Meski memiliki karakteristik usaha yang berbeda, Pasar Murah, Depo Campuran, dan Royal Mart memiliki harapan yang sama, yakni teknologi yang diterapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan usaha mereka.

Pasar Murah melalui Rian dan Dewi berharap digitalisasi mampu meningkatkan ketertiban pengelolaan usaha sekaligus memperluas pemasaran. Depo Campuran melalui Hesron berharap teknologi dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan pencatatan, serta mempermudah pengelolaan stok. 

Sementara Royal Mart melalui Arjun berharap digitalisasi dapat memperkuat pelayanan, kreativitas pemasaran, dan jangkauan pasar.

Program PKM tersebut pada akhirnya bukan hanya mengenai pemasangan aplikasi ataupun pemberian perangkat digital. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya membangun budaya pengelolaan usaha berbasis data dan teknologi di kalangan UMKM Kabupaten Mamuju.

“Kami berharap ketiga mitra benar-benar merasakan perubahan. Dari pencatatan transaksi yang lebih baik, laporan usaha yang lebih tertib, akses internet yang mendukung, hingga pemasaran digital yang lebih luas. Jika teknologi ini terus digunakan, kami optimistis UMKM di Mamuju memiliki peluang semakin besar untuk berkembang dan naik kelas,” pungkas Muhammad Azizi.

Melalui dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, program ini diharapkan menjadi salah satu contoh sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, teknologi, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem UMKM di daerah.

Transformasi yang dimulai dari Pasar Murah, Depo Campuran, dan Royal Mart diharapkan tidak berhenti pada tiga mitra tersebut.

Pengalaman penerapan teknologi ini dapat menjadi pijakan bagi lahirnya semakin banyak UMKM di Kabupaten Mamuju yang lebih tertib dalam mengelola keuangan, lebih luas dalam menjangkau pasar, lebih adaptif terhadap teknologi, dan lebih siap bersaing di era ekonomi digital.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.