TRIBUN-SULBAR.COM - Rusti (77) meregang nyawa usai dibunuh anak kandungnya sendiri di rumahnya yang berada di Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026) lalu.
Pelaku kemudian dikejar polisi, hingga ditangkap di Brebes.
Baca juga: Anak di Kuningan Jabar Bunuh Ibu Kandung Hanya karena Kesal Dibangunkan Salat Subuh
Baca juga: Meriahkan HUT ke-81 RI, TNI AL Jejer Merah Putih di Bundaran Air Mancur Mamuju
Menantu korban, Kurnia (36) menyebutkan Rusti telah beberapa kali mengalami penganiayaan.
"Penganiyaan juga sempat terjadi tiga kali di waktu berbeda," kata Kurnia (36), menantu korban yang berdomisili tak jauh dari TKP, Senin (10/8/2026).
Diduga, Tindakan keji pelaku karena gangguan mental.
"Jadi pelaku ini mengalami turun mental, suka nurut atau berontak begitu. Nah, diketahui alami depresi atau mental down ini pernah dilakukan penyembuhan di daerah Tasik dan Jawa," katanya dikutip dari Tribun Cirebon.
Kata dia, gangguan mental pelaku diduga anggapan miring masyarakat sekitar, karena disebut-sebut pelaku sudah lama berumah tangga tapi tidak jua dikaruniai anak.
Terlepas keterangan menantu korban, Kapolres Kuningan AKBP Ballen tak mau banyak berkomentar.
"Masih dalam penyelidikan," ujarnya.
Pelaku bahkan tega membuang jasad ibu kandungnya ke dalam sumur rumah mereka.
Korban Rusti (77) ditemukan tewas di dasar sumur sekitar pukul 05:00 WITA.
Kapolres Kuningan, AKBP Ballen menyebutkan pelaku telah diamankan di Brebes, diduga kabur usai melakukan aksi pembunuhan tersebut.
"Saat penangkapan pelaku sedang berada di rumah istrinya dan tidak melakukan perlawanan sama sekali," kata Ballen, Senin (10/8/2026).
Ballen menuturkan, alasan pelaku menghabisi nyawa korban hanya karena masalah sepele.
"Pelaku kesal saat korban atau ibu kandungnya membangunkan pelaku untuk salat subuh, pelaku langsung menyerang korban hingga korban kehilangan nyawa," ujarnya.
Lokasi penemuan jenazah korban di dalam sumur yang berada di belakang samping rumahnya, dengan kondisi kepala berada di bawah air, sementara bagian kaki mengapung.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh menantu korban yang saat itu mencari keberadaan korban karena khawatir terjadi sesuatu.
Ketika dicari, korban tidak ditemukan.
Menantu yang diketahui bernama Kurnia (36) ini meminta bantuan anak korban yang lain untuk mencari keberadaan ibunya.
"Saat melakukan pencarian di dalam rumah, anak korban menemukan bercak darah di bagian dapur dan mengarah ke sumur yang berada di belakang samping rumah. Setelah diperiksa, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam sumur,” kata Kapolsek AKP Hamdan Saleh.
Melihat kondisi tersebut, anak korban kemudian meminta pertolongan warga.
Sejumlah warga bersama perangkat desa kemudian melakukan evakuasi terhadap tubuh korban dari dalam sumur dan membawanya ke rumah.
Pemeriksaan tenaga medis Puskesmas Kalimanggis bersama Tim Inafis Polres Kuningan, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.
Pelaku menghabisi korban menggunakan palu, dan sejumlah benda tumpul lainnya.
Barang bukti di lokasi kejadian tempat perkara telah diamankan.
Usai korban meninggal, pelaku kemudian menyeret korban untuk dimasukan ke sumur.
"Sepanjang jalan jasad korban dibawa ke sumur ditemukan bercak darah yang mengering," kata Hamdan. (*)