BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang segera meluncurkan rumah produksi olahan nanas yang dibangun di eks Puskesmas Gerunggang, Kelurahan Tuatunu, Kecamatan Gerunggang.
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong pengolahan komoditas nanas agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan, pembangunan rumah produksi tersebut saat ini telah rampung.
Namun, fasilitas itu belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena pemerintah masih menunggu sejumlah peralatan pendukung.
"Kalau bangunan sudah selesai. Rumah produksi kita masih menunggu beberapa peralatan," ujar Saparudin, Selasa (11/8/2026).
Ia mengatakan, setelah seluruh peralatan yang dibutuhkan tersedia, rumah produksi tersebut ditargetkan mulai diresmikan pada September 2026.
"Mudah-mudahan bulan September kita bisa resmikan," katanya.
Rumah produksi olahan nanas ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengolahan produk berbahan dasar nanas, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selama ini, komoditas nanas umumnya dipasarkan dalam bentuk buah segar. Melalui pengolahan, nanas dapat dikembangkan menjadi berbagai produk makanan maupun minuman sehingga memiliki masa simpan dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Keberadaan rumah produksi tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk olahan berbasis komoditas lokal.
Dengan demikian, hasil pertanian masyarakat tidak hanya berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
Pemkot Pangkalpinang menargetkan fasilitas tersebut dapat segera beroperasi setelah seluruh sarana dan peralatan pendukung tersedia.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)