BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puncak musim kemarau memicu intrusi air laut selama musim kemarau membuat rasa air sungai di kawasan Banjarmasin berubah menjadi asin.
Fenomena ini dirasakan sejumlah masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai, di Banjarmasin.
Di antaranya Arpah, warga Jalan RK Ilir, Banjarmasin Selatan, menyebut perubahan rasa air sungai terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Arpah yang tempat tinggalnya di bantaran Sungai Martapura tersebut, sangat bergantung pada air sungai untuk keperluan sehari-hari.
Akibat kondisi tersebut, ia tak lagi berani menggunakan air sungai untuk mandi.
"Hanya dipakai untuk cuci piring dan baju. Itu pun setelah dicuci pakai air sungai, tetap harus dibilas lagi menggunakan air leding," ujar Arpah, Selasa (11/8/2026).
Selain untuk keperluan sehari-hari di rumah, ia juga memanfaatkan air sungai untuk membersihkan alat-alat jualannya yang berada di dekat Rumah Sakit Sultan Suriansyah.
Baca juga: Pansus Temukan Anomali Distribusi BBM Subsidi di Kalsel, Data SPBU Nakal Bakal Dibuka
Sehari-harinya Arpah membukan warung makan mulai dari makanan ringan hingga berat. Untuk mencuci piring dan gelas yang kotor ia menggunakan air sungai.
Kondisi serupa terjadi di kawasan Sungai Alalak. Lia, warga setempat, mengaku rasa asin air sungai makin terasa dalam beberapa hari belakangan.
Meski memanfaatkan air sungai untuk membersihkan rumah, halaman, hingga mencuci pakaian dan peralatan dapur, ia tetap bergantung pada air PAM untuk proses pembilasan.
Sebelumnya diketahui, imbas kadar garam pada air baku meningkat tajam, pelanggan PAM di Jalan Sutoyo S, Banjarmasin Barat, Erlina membeberkan, air PAM di tempat tinggalnya cenderung asin dan keruh.
Keadaan itu sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu, ia pun mengaku merasa tak nyaman dengan hal tersebut.
"Tekanan airnya juga turun, tidak sederas biasanya," ungkapnya.
Senada Lurah Alalak Selatan, Muhammad Liqa Syuhada mengatakan, di kantor kelurahannya air leding juga cenderung asin.
"Sejak beberapa hari lalu agak berubah jadi hampir asin, untuk tekanannya normal," ujarnya.
Hal tersebut dipicu kadar garam pada sumber air baku PAM Bandarmasih naik drastis hingga menyentuh angka 2.119 PPM, Senin (10/8/2026) kemarin.
Angka itu jauh di atas batas konsentrasi klorida yang direkomendasikan Kemenkes RI untuk air minum, yakni 250 PPM. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)