Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Cuaca buruk di perairan mulai berdampak langsung terhadap isi kantung emak-emak di Aceh Tamiang.
Akibat ombak besar, pasokan ikan laut di Pasar Pagi Kota Kualasimpang menipis drastis yang berujung pada lonjakan harga, Selasa (11/8/2026).
Minimnya stok ikan ini terlihat jelas pada kondisi lapak ikan terlihat lesu.
Ampon, salah satu pedagang ikan mengakui bahwa mendapatkan stok ikan saat ini seperti mencari jarum dalam jerami.
Bahkan, dua hari sebelumnya, ia sama sekali tidak memiliki barang dagangan untuk dijual.
"Ikan lagi payah. Hari ini cuma ada empat jenis, itu pun barangnya terbatas sekali," keluh Ampon.
Baca juga: Resep Gulai Ikan ala Rumah Makan Padang, Ikan Digoreng Dulu Bikin Kuah Makin Nempel
Kelangkaan ini otomatis mendongkrak harga.
Ikan tuna yang biasanya menjadi primadona, kini dibanderol mencapai Rp 75 ribu per kilogram.
Sementara ikan tongkol menyentuh angka Rp 60 ribu, dencis Rp 45 ribu, dan ikan bijik nangka yang biasanya murah kini dipatok Rp 30 ribu per kilogram.
Menurut Ampon, para nelayan kesulitan melaut karena faktor alam.
"Ombak laut lagi besar-besarnya. Ini kan pertengahan tahun, masuk masa pergantian musim. Kalau kata nelayan, memang lagi musimnya cuaca begini," tambahnya.
Berbanding terbalik dengan kondisi di lapak ikan, meja dagangan ayam potong justru terpantau lebih adem.
Erwin Syahputra, pedagang ayam di lokasi yang sama, menyebutkan harga ayam saat ini tergolong stabil dan belum terimbas kenaikan harga pangan lainnya.
"Harga ayam hari ini Rp 65 ribu per ekor. Masih stabil, begitu juga dengan daya beli masyarakat, sejauh ini belum ada gejolak," ujar Erwin.
Kondisi ini membuat sebagian warga mulai beralih mengonsumsi ayam sebagai alternatif lauk pauk, sembari menunggu cuaca di laut kembali tenang dan pasokan ikan kembali normal. (*)