Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyoroti aspek kolektif dari warga RW 07 Kelurahan Tamansari yang memasang sejumlah CCTV di wilayah secara swadaya untuk mencegah aksi kriminal seperti tawuran.
Menurut Iin, kesadaran bersama akan pentingnya keamanan lingkungan adalah hal yang patut dicontoh oleh ratusan RW lainnya di Jakarta Barat.
"Tentu sangat menarik dan patut diapresiasi ketika masyarakat mau berkolaborasi aktif seperti itu. Menjaga Jakarta Barat agar tetap aman membutuhkan kepedulian dari semua pihak, seperti kegiatan bersama jajaran Satlinmas yang menunjukkan kebersamaan seluruh komponen masyarakat," kata Iin kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Iin meminta pengurus RT/RW bersama warga di wilayah Jakarta Barat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungannya masing-masing.
Menurut Iin, penggunaan teknologi CCTV adalah salah satu cara yang dapat diterapkan.
Ia menilai partisipasi masyarakat yang berbasis kesadaran kolektif akan keamanan lingkungan adalah hal utama yang harus selalu diperhatikan.
"Harapannya, jika seluruh pengurus RT/RW dan warga bersama-sama menjaga lingkungannya secara terpadu melalui penguatan siskamling (sistem keamanan keliling) yang dikombinasikan dengan sarana teknologi seperti CCTV, Jakarta Barat akan semakin aman dan kondusif. Partisipasi mandiri masyarakat semacam ini penting untuk dicontohi," tutur Iin.
Warga RW 07 Tamansari, Jakarta Barat, secara swadaya berinisiatif memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah tempat untuk mengantisipasi tindakan kriminal, seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tawuran.
Ketua RW 07 Tamansari, Ruslan Abdulgani, menyampaikan bahwa inisiatif itu berawal dari kebutuhan warga akan jaminan keamanan di lingkungannya dan dapat dipantau oleh warga.
"Pertama, kita ingin mengontrol keamanan wilayah dari curanmor, pencurian-pencurian yang ada dari orang luar wilayah, dan kita bisa memantau pemuda-pemuda yang ada di wilayah RW 07," ujarnya di kantor RW 07 Tamansari, Selasa.
Ruslan menerangkan proyek pemantauan lingkungan ini telah berjalan selama kurang lebih satu bulan terakhir.
Pendanaan proyek tersebut bersumber dari kas RW 07 yang dikombinasikan dengan dukungan finansial dari tiap-tiap Rukun Tetangga (RT) di lingkungan setempat.
"Pengadaan ini dari uang kas RW, terus juga kita ada minta bantuan dengan para RT. Jadi satu RT kita tarik berapa, nanti sisanya ditutup dari kas RW. Murni swadaya dari RT dan RW," kata dia.
Ruslan memaparkan saat ini sudah ada delapan unit CCTV yang beroperasi aktif di berbagai titik krusial wilayah RW 07.
Pihaknya menargetkan 16 titik CCTV terpasang hingga akhir tahun mendatang.
Menurutnya, inovasi keamanan berbasis teknologi ini terbukti membawa dampak positif yang signifikan.
Dalam waktu satu bulan sejak pemasangan awal, lingkungan RW 07 Tamansari dinilai jauh lebih aman dan kondusif.
Warga secara bergantian memantau rekaman CCTV dari pos RW. Jika ada yang mencurigakan, mereka akan langsung datang ke lokasi.
"Menurut saya sangat efektif karena kita semua terpantau di sini. Jadi keamanan semua terpantau di satu titik," tegas Ruslan.
Ia pun bersyukur semenjak CCTV terpasang di sudut-sudut rawan, tidak ada lagi laporan tindak kejahatan maupun potensi gesekan antarpemuda.
"Sejak dipasangnya CCTV ini tidak ada indikasi curanmor ataupun tawuran-tawuran yang ada," pungkasnya.





