SURYA.co.id, BANYUWANGI - Pakaian, bantal, dan barang-barang pribadi menjadi bagian dari kesibukan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Banyuwangi pada Selasa (11/8/2026).
Bukan untuk pulang atau liburan, barang-barang itu dibawa menuju tempat tinggal baru mereka di kompleks Sekolah Rakyat di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.
Mulai pekan ini, seluruh siswa Sekolah Rakyat di Banyuwangi secara bertahap meninggalkan bangunan yang selama ini digunakan sebagai lokasi sementara dan menempati kompleks pendidikan baru yang dibangun pemerintah pusat.
Baca juga: Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Gresik Dilatih Simulasi Bencana, Bangun Kesiapsiagaan Dini
Sebanyak 123 siswa SRT 2 Banyuwangi menjadi kelompok pertama yang berpindah dari gedung Balai Diklat PNS di Kecamatan Licin ke bangunan baru tersebut.
Mereka terdiri dari siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Proses perpindahan siswa dilakukan secara bertahap.
Setelah siswa SRT 2 Banyuwangi, giliran siswa dari sekolah rakyat lainnya yang akan menempati kompleks baru tersebut.
"Sabtu (15/8/2026), siswa dari SRT 26 Banyuwangi juga akan bergeser ke gedung baru," kata Kepala SRT 1 Banyuwangi Winarno.
Sebanyak 62 siswa SRT 26 Banyuwangi sebelumnya menempati gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi di Kecamatan Muncar.
Setelah kedua kelompok siswa bergabung di kompleks baru, sekolah rakyat di Banyuwangi akan menggunakan nama SRT 1 Banyuwangi.
Tidak hanya siswa yang berpindah. Seluruh tenaga pendidik dan wali asrama juga akan menempati fasilitas yang telah disiapkan di kompleks tersebut.
Winarno memastikan sebagian besar fasilitas SRT 1 Banyuwangi telah siap digunakan.
Sarana pembelajaran hingga fasilitas asrama telah tersedia sehingga proses kegiatan belajar mengajar dan kehidupan siswa di lingkungan sekolah dapat segera berjalan secara penuh.
"Secara umum seluruh fasilitas sudah siap. Tinggal beberapa pekerjaan minor, seperti pengecatan, perbaikan lantai, serta pemasangan kunci lemari dan sejumlah penyempurnaan lainnya," ujarnya.
Dengan berpindahnya siswa ke kompleks baru, aktivitas pendidikan Sekolah Rakyat Banyuwangi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada fasilitas yang sebelumnya digunakan sebagai tempat sementara.
Kompleks SRT 1 Banyuwangi berdiri di atas lahan seluas sekitar 7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Pembangunan kompleks tersebut dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep sekolah modern berstandar internasional.
Kawasan pendidikan tersebut dirancang untuk menampung siswa jenjang SD hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.
Kompleks ini juga dilengkapi fasilitas pendidikan dan hunian yang terintegrasi.
Untuk kegiatan belajar, tersedia gedung SD, SMP, dan SMA yang masing-masing terdiri dari dua lantai.
Sementara untuk kebutuhan tempat tinggal, dibangun asrama putra dan putri di setiap jenjang pendidikan serta rumah susun bagi guru.
Fasilitas yang tersedia di kompleks Sekolah Rakyat Banyuwangi tidak hanya ruang kelas dan asrama.
Kawasan tersebut juga dilengkapi gedung serbaguna, masjid, fasilitas ibadah, dapur, serta kantin yang dipisahkan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Tersedia pula guest house untuk mendukung kebutuhan kawasan pendidikan.
Untuk aktivitas olahraga dan pengembangan minat siswa, kompleks ini memiliki lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, serta jogging track.
Berbagai fasilitas penunjang operasional juga telah disiapkan, mulai dari rumah genset, tempat pembuangan sementara (TPS), green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi pengolahan limbah dapur, hingga area parkir mobil dan sepeda motor.
Kompleks tersebut juga dilengkapi gerbang dan signage sebagai penanda kawasan.
Dengan seluruh fasilitas tersebut, perpindahan siswa ke kompleks baru menjadi tahap penting dalam pengembangan Sekolah Rakyat Banyuwangi.
Para siswa kini tidak hanya berpindah tempat belajar dan tinggal, tetapi mulai menempati kawasan pendidikan terpadu yang dirancang untuk mendukung kegiatan mereka dari jenjang SD hingga SMA.