Laporan Robert Alberts Dikabulkan FIFA, Eko Maung Buka-bukaan Bobrok Administrasi Persib
Ravianto August 11, 2026 07:31 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung kembali diterpa kabar tak sedap usai kembali dijatuhi sanksi larangan pendaftaran pemain atau FIFA Registration Ban.

Kasus hukum berulang ini dinilai menjadi potret buruk manajemen dalam mengelola kewajiban finansial terhadap mantan pemain dan pelatihnya.

Sanksi terbaru yang dijatuhkan FIFA kali ini berkaitan dengan sengketa finansial bersama mantan pelatih kepala, Robert Rene Alberts.

Sebelumnya, klub berjuluk Pangeran Biru ini juga sempat terjerat kasus serupa dengan mantan bek asal Jepang, Daisuke Sato.

Pemerhati hukum sepak bola sekaligus Bobotoh, Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung, menilai fenomena sanksi beruntun ini memperlihatkan adanya pola masalah administrasi yang tidak kunjung dibenahi oleh manajemen Persib.

Laporan ke FIFA Merupakan Jalan Terakhir

Baca juga: Dua Kali Kena FIFA Registration Ban Rusak Reputasi Persib sebagai Klub Kaya, kata Pengamat

Eko Maung menegaskan bahwa sanksi dari otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. 

Laporan yang diajukan oleh Robert Rene Alberts hingga dikabulkan FIFA merupakan bukti adanya sumbatan komunikasi dan kesepakatan yang tidak ditepati di tingkat internal.

"Kasus ini tidak serta-merta Robert langsung lapor ke FIFA, itu jalan terakhir. Orang cenderung malas lapor ke sana karena menguras energi," ujar Eko Maung saat dihubungi Tribun Jabar, Selasa (11/8/2026).

Robert Rene Alberts, Pelatih Persib Bandung.
Robert Rene Alberts, Pelatih Persib Bandung. (TRIBUN JABAR / DENI DENASWARA)

Menurut Eko, sebelum sanksi dijatuhkan, dipastikan sudah ada rentetan proses komunikasi, negosiasi, hingga kesepakatan antara kedua belah pihak.

"Tapi kalau sudah sampai kayak gini, sebelumnya pasti sudah ada upaya komunikasi."

"Ternyata ada fakta pembayaran yang macet dan tidak sesuai kesepakatan. Kalau aduannya diterima FIFA, itu kan artinya Persib yang salah," tegasnya.

Soroti Pernyataan Resmi yang Terkesan Lepas Tangan

Menanggapi sanksi tersebut, manajemen Persib telah mengeluarkan pernyataan resmi (official statement).

Namun, Eko Maung menilai respons yang disampaikan pihak klub sangat buruk karena terkesan melepas tanggung jawab dengan membawa- bawa tahun kejadian.

"Pernyataan resminya buruk, sampai disebutin ini kejadian 2022 seakan lepas tangan. Tidak bisa begitu, ini kan organisasi dan korporasi."

"Apa yang terjadi di masa lalu harusnya segera diselesaikan oleh pengurus baru karena yang bersangkutan pasti menagih," ucap Eko.

Reputasi Klub Kaya Tercoreng Dua Kali

Meskipun sanksi registration ban ini diprediksi tidak mengganggu persiapan teknis tim di lapangan, Eko menyayangkan dampaknya terhadap citra Persib sebagai klub profesional bergelimang finansial.

"Ini yang terganggu reputasi Persib. Sebagai klub besar dan kaya yang bisa beli pemain mahal, tapi masih punya kewajiban yang tidak dibayar sampai korban melapor ke FIFA."

"Harusnya sudah paham masalah begini, tapi ini malah terkena ban dua kali dalam waktu yang berdekatan," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.