- Desakan Denny Indrayana agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur kembali menjadi sorotan.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menduga desakan tersebut tidak lepas dari kepentingan politik.
Fernando menilai, ada kemungkinan sosok tertentu sedang dipersiapkan untuk menggantikan posisi Gibran.
"Desakan semacam ini kan ada muatan politik yang dibawa yang diperjuangkan agar ada sosok yang sedang diimpikan untuk bisa masuk di dalam posisi menggantikan Mas Gibran tersebut."
Selain desakan mundur, Denny juga membuat sayembara Rp100 juta bagi pihak yang dapat menunjukkan ijazah asli Gibran.
Fernando kemudian mempertanyakan sumber dana yang digunakan dalam sayembara tersebut.
"Kalau ini harus diselesaikan, supaya apa? Supaya jelas juga dana yang 100 juta itu dari mana sumbernya. Jangan-jangan, kembali lagi saya katakan, jangan-jangan ini ada kaitannya dengan hasil persoalan yang ditangani oleh Kepolisian di 2015 yang lalu."
Fernando juga menduga isu tersebut sengaja digulirkan untuk mengganggu hubungan Prabowo dan Gibran.
"Itu memang sengaja digulirkan untuk memecah belah hubungan Prabowo dan Mas Gibran."
Menurut Fernando, isu ijazah dan desakan Gibran mundur perlu dilihat dalam konteks dinamika politik menuju Pilpres 2029.
Ia menilai, jika Prabowo dan Gibran tetap solid, peluang politik keduanya pada Pilpres 2029 akan semakin sulit ditandingi.