- Isak tangis menyelimuti keluarga Sari Sukoco (39), sopir truk asal Tulungagung yang menjadi satu dari lima korban tewas dalam tragedi kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur.
Sosok Sari Sukoco dikenal sebagai pribadi yang dermawan, bertanggung jawab, dan sangat menyayangi keluarga sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi sanak saudara setelah jasadnya berhasil diidentifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.
Kepergian sopir truk boks tersebut juga diwarnai firasat mimpi yang dialami sang kakak hingga momen keraguannya saat diajak melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Kakak korban, Sri Rahayu, mengaku masih sulit melupakan sosok adik bungsunya yang selama ini dikenal sebagai pribadi penyayang dan murah hati kepada keluarga, terutama para keponakan.
Meski belum berkeluarga, Sari Sukoco disebut selalu mencurahkan kasih sayangnya kepada lebih dari 10 keponakan yang tinggal di kampung halamannya di Kabupaten Tulungagung.
"Iya, itu orangnya bertanggung jawab. Dia cinta sama kita keluarga besar. Apalagi sama ponakan-ponakan. Dia orangnya enggak pelit. Sama ponakan itu, nyah-nyoh (gemar memberi). Dia baik. Dia orang bertanggung jawab," ujar Sri Rahayu saat ditemui SURYA.CO.ID di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026).
Sri Rahayu mengaku jarang berkomunikasi dengan sang adik karena pekerjaannya sebagai sopir truk ekspedisi membuat Sari Sukoco kerap berada di perjalanan selama berbulan-bulan.
Menurut Sri Rahayu, profesi sebagai sopir truk memang telah dijalani adiknya sejak usia remaja dan menjadi pekerjaan yang juga digeluti sebagian anggota keluarganya.
"Saya enggak begitu paham karena kalau telepon kadang beliau sedang di tengah laut, jadi memang susah dihubungi," katanya.
Sri Rahayu juga mengaku baru menyadari mimpi yang dialaminya sekitar sebulan lalu sebagai firasat kepergian sang adik.
"Saya sih kalau mungkin satu bulan yang lalu ada, maaf ya saya kan Kristen. Saya enggak tahu juga ya itu benar apa enggak, tapi yang pasti itu dia digendong sama Tuhan saya. Jadi saya cuma berpikir ya saya doakan saja yang positif, karena kita mendoakan saudara-saudara kita kan harus yang baik dan yang positif," tuturnya.
Rekan kerja korban, Bambang Susilo (36), juga mengenang Sari Sukoco sebagai sosok sopir yang santai, sabar, humoris, dan telah lama bekerja bersamanya mengirim logistik ke berbagai daerah di Indonesia.
"Saya sudah lama bekerja jadi kernet Mas Sari, keliling Indonesia sudah pernah pokoknya. Beliau orangnya santai, sabar, banyak tawa, enggak aneh-aneh, jenaka," katanya.
Bambang mengaku baru yakin korban yang ditemukan tim SAR merupakan Sari Sukoco setelah melihat dokumentasi evakuasi dan mengenali pakaian yang dikenakan korban.
"Video evakuasi itu baru percaya karena hafal kaosnya. Kaos itu yang mengambilkan saya sebelum naik kapal," ujarnya.
Bambang mengungkapkan dirinya sempat berada bersama Sari Sukoco di ujung kapal saat api mulai membesar dan bahkan mengajak korban melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Namun, menurut Bambang, Sari Sukoco hanya mengangguk dan tetap bertahan di atas kapal hingga akhirnya keduanya terpisah.
"Sama saya itu, tapi sudah saya ajak melompat. Beliaunya cuma mengangguk saja, masih bertahan. Mungkin grogi atau takut. Itu terakhir kali saya lihat beliau," pungkasnya.
Sementara itu, Tim DVI Biddokkes Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Barat.
Kabiddokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol dr. Wahono Edhi P mengatakan sebagian besar korban diduga meninggal akibat terlalu banyak menghirup asap, kehilangan kesadaran, atau kelelahan saat berada di laut, bukan karena luka bakar.
"Lemas ini bisa karena memang kondisinya lemah dari awal, atau bisa jadi banyak minum air laut yang mengandung garam. Jadi, rata-rata korban karena itu, tidak ada yang meninggal karena luka bakar," ujarnya.
Tim DVI Polda Jawa Timur masih melanjutkan proses identifikasi korban dan mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut segera menghubungi posko DVI untuk membantu proses pencocokan data.(*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Surya
Editor: Akmal Khoirul Habib
#KMPMutiaraSentosa2 #KebakaranKapal #SariSukoco #KorbanKapal #PerairanSumenep #Tulungagung #TimDVI #RSBhayangkara #EvakuasiKorban #KisahHaru