SURYA.co.id – Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban posisi strategis di tingkat internasional setelah ditunjuk Bank Dunia sebagai Independent Co-Chair dalam proses pengisian kembali dana International Development Association (IDA22).
Di tengah penunjukan tersebut, perhatian turut tertuju pada laporan harta kekayaan Sri Mulyani yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data yang tersedia, total harta kekayaan Sri Mulyani tercatat mencapai Rp92.854.709.883 setelah dikurangi utang.
Kekayaan tersebut terdiri atas sejumlah aset, mulai dari tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, surat berharga, hingga kas dan setara kas.
Komponen terbesar dalam laporan kekayaan Sri Mulyani berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp49.541.046.561.
Selain aset properti, Sri Mulyani juga tercatat memiliki surat berharga senilai Rp34.947.646.914. Sementara kas dan setara kas yang dilaporkan mencapai Rp16.502.936.584.
Dalam laporan tersebut, total harta Sri Mulyani sebelum dikurangi utang mencapai Rp102.166.230.059.
Sri Mulyani tercatat memiliki utang sebesar Rp9.311.520.176. Setelah dikurangi kewajiban tersebut, total harta kekayaannya menjadi Rp92.854.709.883.
Jika dilihat berdasarkan komponen aset, tanah dan bangunan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp49,54 miliar.
Setelah itu terdapat surat berharga senilai Rp34,95 miliar dan kas serta setara kas sebesar Rp16,50 miliar.
Sri Mulyani juga melaporkan alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp782,9 juta serta harta bergerak lainnya senilai Rp391,7 juta.
Baca juga: Karier Sri Mulyani Makin Moncer Usai Tak Lagi Jadi Menkeu, Dapat Jabatan Baru Tingkat Internasional
Kepemilikan tanah dan bangunan menjadi bagian paling besar dalam laporan harta Sri Mulyani.
Berikut rincian aset tanah dan bangunan yang tercatat:
Dari daftar tersebut, aset properti dengan nilai terbesar adalah tanah dan bangunan seluas 414,16 meter persegi/414 meter persegi yang tercatat berada di luar negeri. Nilainya mencapai Rp20.749.681.707.
Selain properti, Sri Mulyani juga memiliki sejumlah kendaraan dengan nilai total Rp782.900.000.
Kendaraan yang tercantum dalam laporan tersebut terdiri atas:
Dengan demikian, Toyota Innova Zenix menjadi kendaraan dengan nilai terbesar yang tercantum dalam laporan kekayaan Sri Mulyani.
Komponen lain yang cukup besar adalah surat berharga. Sri Mulyani tercatat memiliki surat berharga senilai Rp34.947.646.914.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa sebagian kekayaannya tidak hanya ditempatkan dalam bentuk aset properti, tetapi juga instrumen surat berharga.
Selain itu, terdapat kas dan setara kas senilai Rp16.502.936.584. Sri Mulyani juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp391.700.000.
Jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, total harta sebelum utang mencapai lebih dari Rp102,16 miliar.
Penunjukan Sri Mulyani sebagai Independent Co-Chair IDA22 menjadi bagian penting dari kiprahnya di lembaga keuangan internasional.
Dalam posisi tersebut, Sri Mulyani akan bekerja bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe untuk memimpin proses pengisian kembali dana International Development Association.
IDA merupakan lembaga di bawah Bank Dunia yang menyediakan pinjaman lunak dan hibah bagi negara-negara berpendapatan rendah.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Sebagai Independent Co-Chair IDA22, Sri Mulyani memiliki sejumlah tanggung jawab strategis. Di antaranya memimpin penggalangan dukungan kebijakan dan komitmen pendanaan dari negara donor maupun negara peminjam.
Ia juga akan mengevaluasi arah kebijakan IDA sekaligus membantu menyusun strategi untuk periode berikutnya.
Bank Dunia menyebut penunjukan Sri Mulyani tidak terlepas dari rekam jejak panjangnya dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional.
Sebelumnya, Sri Mulyani tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang menjabat Managing Director Bank Dunia pada periode 2010-2016.
Jika dilihat dari struktur kekayaannya, aset Sri Mulyani tidak hanya bertumpu pada kepemilikan properti. Tanah dan bangunan memang menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp49,54 miliar, tetapi surat berharga juga menyumbang hampir Rp34,95 miliar.
Kas dan setara kas yang mencapai Rp16,50 miliar turut menjadi komponen penting dalam keseluruhan portofolio kekayaan.
Dengan total harta bersih Rp92,85 miliar, struktur tersebut memperlihatkan kombinasi aset riil berupa properti, aset finansial berupa surat berharga, serta likuiditas dalam bentuk kas.
Namun, angka LHKPN perlu dibaca sebagai nilai harta yang dilaporkan dalam dokumen kekayaan, bukan sebagai penilaian harga pasar terkini seluruh aset. Nilai aset dalam LHKPN dapat berbeda dengan harga jual atau nilai pasar suatu properti maupun kendaraan saat ini.
Penunjukan Sri Mulyani di Bank Dunia sekaligus memperlihatkan bahwa kiprahnya kembali berada dalam lingkup pembiayaan pembangunan global. Di sisi lain, laporan kekayaannya memberikan gambaran mengenai komposisi aset yang dimiliki mantan Menteri Keuangan tersebut berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan.