Air Danau Ranupane Mulai Dangkal, Jadi Sumber Air Pemadaman Kebakaran Hutan TNBTS
Wiwit Purwanto August 11, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID LUMAJANG- Pendangkalan mulai menggerus Danau Ranupane di Lumajang yang menjadi salah satu sumber air untuk operasi water bombing kebakaran Bromo. Meski debit menyusut dan tepi danau dipenuhi lumpur, helikopter BNPB masih bisa mengangkut air dari bagian tengah.

Air Danau Ranupane di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, menjadi satu dari beberapa lokasi pengambilan air untuk membantu pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari udara.

Kondisi danau kini mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur. Namun, kondisi tersebut belum menghambat proses pengambilan air oleh helikopter BNPB untuk water bombing di kawasan Bromo, Probolinggo.

Kepala Resort PTN Ranupani, Ariyanto membenarkan adanya pendangkalan di Danau Ranupane. Namun dia mengeklaim, airnya masih mencukupi untuk proses pemadaman kebakaran Bromo.

"Memang benar ada pendangkalan tapi di bagian tengah danau air masih bisa diambil, kalau di pinggir sudah bercampur lumpur," ujarnya, Selasa (11/8/2026)

Baca juga: Bromo Masih Dikepung Api, 742,70 Hektare Terdampak dan Pemadaman Masih Berlangsung

Menurut Ariyanto, kebutuhan air untuk operasi pemadaman juga tidak hanya mengandalkan Danau Ranupane. Helikopter BNPB turut mengambil air dari Ranu Regulo sehingga persediaan air untuk water bombing dinilai masih mencukupi.

"Begitu juga di Regulo kebutuhan air masih cukup sampai nanti proses pemadaman berakhir," kata Ari.

Helikopter Masih Bisa Angkut 1.000 Liter Air

Pilot Helikopter BNPB, Kapten Janji Tambunan, mengatakan proses pengambilan air di Danau Ranupane harus dilakukan di bagian tengah. Sebab, endapan lumpur cukup banyak ditemukan di area pinggir danau.

"Walaupun debit air sudah berkurang tapi masih bisa diambil di bagian tengah masih banyak airnya masih bisa ambil full 1.000 liter, kalau untuk pemadaman masih cukup," tambahnya.

Kondisi tersebut membuat helikopter harus mengarahkan pengambilan air ke bagian tengah danau agar tidak tercampur dengan endapan lumpur.

Danau Ranupane bersama Ranu Regulo menjadi bagian penting dalam mendukung operasi water bombing untuk memadamkan kebakaran yang melanda kawasan TNBTS.

Baca juga: Breaking News Wisata Bromo Ditutup Total Api Menjalar ke B29-B30 dan Kaldera 3 Helikopter Dikerahkan

Kebakaran Bromo Capai 742,7 Hektare

Luas lahan terdampak kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencapai 742,7 hektare sejak api pertama kali muncul pada Senin (3/8/2026).

Hingga Selasa (11/8/2026), titik api masih terpantau di wilayah P30 Kabupaten Probolinggo serta Penanjakan dan Blok Dingklik Kabupaten Pasuruan.

Kebakaran tersebut berdampak pada aktivitas wisata di kawasan Bromo. Seluruh pintu masuk menuju kawasan wisata Bromo masih ditutup untuk kunjungan wisatawan.

Operasi pemadaman terus dilakukan, salah satunya melalui water bombing menggunakan helikopter BNPB dengan sumber air dari sejumlah danau di sekitar kawasan TNBTS.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.