Bener Meriah Perketat Pengawasan BBM Subsidi: Minta SPBU Transparan dan Tindak Tegas Kecurangan
Mawaddatul Husna August 12, 2026 12:54 AM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami  | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperketat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna mencegah kecurangan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. 

Langkah ini ditandai dengan digelarnya rapat Tim Pengawas Pengendalian Pendistribusian BBM di Aula Setdakab Bener Meriah, Provinsi Aceh, Selasa (11/8/2026).

​Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah, Dr Samusi Purnawira Dade yang mewakili Bupati Bener Meriah. 

Agenda ini melibatkan unsur Forkopimda seperti Kepolisian, Kodim 0119, Kejaksaan Negeri, Pol PP/WH, dinas-dinas terkait, pihak PT Pertamina Patra Niaga, serta seluruh direktur SPBU di wilayah Bener Meriah.

​Dalam arahannya, Samusi menegaskan bahwa kelancaran dan ketepatan sasaran distribusi BBM subsidi merupakan faktor kunci untuk mencegah inflasi dan menjaga produktivitas sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi warga.

​"Di lapangan kita masih menghadapi tantangan seperti antrean panjang, ketidaktepatan sasaran, hingga isu kelangkaan yang memicu kepanikan.

Jika tidak segera dikendalikan, ini berdampak langsung pada inflasi dan mengganggu produktivitas daerah," ujar Samusi.

Pemkab Tekankan Tiga Poin Utama ke Tim Pengawas

​Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Bener Meriah menekankan tiga poin utama kepada Tim Pengawas BBM dan Gas Bersubsidi (SK Bupati No. 800/182/SK/2026):

• ​Pengawasan Terpadu dan Tegas: Tim pengawas diminta melakukan kontrol berkala dan penindakan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran di lapangan.

• ​Optimalisasi Digitalisasi dan Transparansi: Pengelola SPBU wajib memanfaatkan sistem digitalisasi dalam pembelian BBM subsidi serta tidak memberikan toleransi pada praktik kecurangan.

• ​Edukasi dan Keterbukaan Informasi: Masyarakat perlu diimbau mengenai hak kuota subsidi agar terhindar dari panic buying akibat informasi palsu (hoax).

Pihak SPBU diminta menyampaikan informasi stok secara jujur dan terbuka.

Samusi juga mengingatkan para pemilik dan operator SPBU untuk tidak bermain mata dan ikut membantu pemerintah menjaga amanah distribusi BBM bersubsidi.

​"Saya berharap rapat ini tidak hanya menghasilkan catatan di atas kertas, melainkan rencana aksi nyata di lapangan.

Mari kesampingkan ego sektoral demi kepentingan seluruh masyarakat Bener Meriah," pungkasnya. (*)

Baca juga: Pertamina Buka Suara Soal Antrean SPBU Bener Meriah, Minta Pengelola Siapkan Internet Backup

Baca juga: Meriahkan HUT ke-81 RI, Ribuan Pelajar Bener Meriah Ikuti Karnaval Kemerdekaan

Baca juga: Polres Bener Meriah Ringkus Seorang Pria di Gajah Putih, 29 Paket Sabu dan 70 Gram Ganja Disita

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.