Pertamina Buka Suara Soal Antrean SPBU Bener Meriah, Minta Pengelola Siapkan Internet Backup
Mawaddatul Husna August 12, 2026 12:54 AM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) angkat bicara mengenai penumpukan kendaraan yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Pertamina memastikan sedang melakukan langkah cepat dan koordinasi intensif guna menjaga kelancaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat.

​Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan di sejumlah SPBU dipicu oleh kendala jaringan internet yang memperlambat transaksi scanning QR Code Subsidi Tepat.

​"Kendala jaringan pada SPBU menyebabkan proses transaksi pemindaian QR Code berjalan lebih lambat sehingga pelayanan menjadi tidak optimal.

Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat beralih ke SPBU lainnya, yang akhirnya memicu kenaikan aktivitas pelayanan di SPBU tujuan," ujar Fahrougi dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).

Maka guna mengatasi kendala tersebut, Pertamina telah berkoordinasi dengan pihak penyedia layanan jaringan untuk memprioritaskan penanganan teknis agar operasional transaksi digital di SPBU kembali normal. 

Tak hanya itu, Pertamina juga meminta para pengelola SPBU menyiapkan skema mitigasi darurat.

​"Pertamina mendorong pengelola SPBU untuk menyiapkan layanan internet cadangan (backup) sebagai langkah mitigasi guna menjaga keandalan pelayanan jika terjadi gangguan jaringan di kemudian hari," tegasnya. 

Pertamina mengimbau masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut untuk menghubungi layanan konsumen Pertamina Customer Solution di nomor 135.

​Sistem Lumpuh, Pengendara Mengantre Berjam-jam

Tanggapan resmi Pertamina ini merespons kondisi di lapangan yang sempat melumpuhkan pelayanan pengisian BBM bersubsidi di Bener Meriah. 

Berdasarkan pantauan, antrean puluhan kendaraan roda empat meluber hingga ke bahu jalan akibat mesin pemindai barcode milik petugas gagal terhubung ke server pusat data nasional.

​Kelumpuhan akses data secara daring ini memaksa para pengendara bertahan di dalam antrean hingga berjam-jam.

​"Saya sudah mengantre hampir dua jam. Petugas bilang sistem tidak bisa memindai barcode karena sinyal hilang total," kata salah seorang pengemudi roda empat di lokasi kejadian.

​Sementara itu, Pengawas SPBU Pante Raya, Idiyar, membenarkan bahwa hambatan utama bersumber dari penurunan kecepatan jaringan internet secara drastis sejak pukul 10.00 WIB.

"Kami tidak bisa menginput data kendaraan karena jaringan lambat. 

Kendala ini membuat pelayanan sementara terganggu, dan baru bisa normal penuh apabila koneksi jaringan sudah kembali stabil," jelas Idiyar. (*)

Baca juga: Meriahkan HUT ke-81 RI, Ribuan Pelajar Bener Meriah Ikuti Karnaval Kemerdekaan

Baca juga: Gangguan Internet Sebabkan Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Bener Meriah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.