Pemkab Aceh Utara Salurkan Bantuan Pascabencana Tahap III Rp 11,2 Miliar
Eddy Fitriadi August 12, 2026 01:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara kembali menyalurkan bantuan pasca-bencana tahap III kepada masyarakat terdampak.

Bantuan yang disalurkan berupa paket isi hunian dan Jaminan Hidup (Jadup) dengan total nilai mencapai Rp11,21 miliar.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga setelah bencana.

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, menyebutkan total bantuan tahap III terdiri atas bantuan isi hunian senilai Rp9,82 miliar dan bantuan Jadup sebesar Rp1,39 miliar.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu kebutuhan dasar sekaligus mendukung pemulihan pasca-bencana. Kami mengawal penyalurannya agar tepat sasaran sesuai ketentuan,” ujar Bupati melalui sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi alias Panyang, Selasa (11/8/2026).

Bantuan isi hunian disalurkan kepada masyarakat yang berada di sejumlah kecamatan terdampak bencana di Aceh Utara.

Kecamatan yang menjadi sasaran penyaluran meliputi Banda Baro, Dewantara, Kuta Makmur, Nibong, Nisam, Nisam Antara, Paya Bakong, Pirak Timu, Samudera, dan Seunuddon.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan perlengkapan dasar hunian setelah terdampak bencana.

Sementara itu, bantuan Jaminan Hidup (Jadup) secara khusus diberikan kepada masyarakat di Gampong Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 230 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.031 jiwa.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi alias Panyang. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat tertulis Bupati Aceh Utara yang berisi pesan kepada masyarakat penerima bantuan.

Dalam amanatnya, Bupati Ismail A. Jalil mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan bantuan yang diterima secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar mendesak.

Menurutnya, bantuan pemerintah tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi salah satu modal awal bagi keluarga terdampak untuk kembali memulihkan kehidupan dan perekonomiannya.

“Bantuan ini adalah modal awal untuk kembali bangkit sesuai slogan ‘Aceh Utara Bangkit’. Pemulihan bukan sekadar pemenuhan hari ini, melainkan bagaimana warga bisa kembali bekerja dan membangun taraf hidup yang lebih baik,” kata Ismail A Jalil dalam amanatnya.

Ia berharap masyarakat dapat menggunakan bantuan tersebut sesuai kebutuhan dan tidak menghabiskannya untuk keperluan yang kurang prioritas.

Baca juga: Harga Emas Murni di Aceh Utara Naik Lagi, Kini Tembus Rp7,15 Juta per Mayam

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mengawal proses pemulihan masyarakat terdampak bencana agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat.

Pemkab Aceh Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial atas dukungan yang diberikan melalui bantuan pasca-bencana tersebut.

Menurut Bupati, penanganan dampak bencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat.

Karena itu, Pemkab Aceh Utara berkomitmen memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk memastikan proses penanganan serta pemulihan pasca-bencana berjalan secara menyeluruh.

“Pemkab Aceh Utara terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh guna penanganan bencana secara menyeluruh,” demikian pesan Bupati.

Penyaluran bantuan tahap III ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan sosial dan ekonomi warga Aceh Utara yang terdampak bencana.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.