TRIBUNNEWS.COM - Pada akhir Juli lalu, negara bagian Minnesota di AS melaporkan bahwa setidaknya 30 sistem air kota di wilayahnya menjadi sasaran serangan siber terkoordinasi.
Beberapa hari kemudian, Biro Investigasi Federal (FBI) memperingatkan bahwa pelaku siber telah membobol sistem air dan air limbah di setidaknya tujuh negara bagian, NDTV melaporkan.
Serangan tersebut menyebabkan gangguan operasional.
Sejak saat itu, beberapa negara bagian AS, termasuk Georgia, New Jersey, dan South Dakota, juga melaporkan serangan serupa.
Axios melaporkan pada 4 Agustus bahwa laporan peretasan sudah terjadi di setidaknya 12 negara bagian.
Namun, masih belum jelas apakah negara-negara bagian tersebut termasuk dalam tujuh negara bagian yang tercantum dalam daftar FBI.
Awalnya pejabat AS menyelidiki dugaan keterlibatan peretas yang bersekutu dengan Iran dalam serangan siber tersebut.
Namun, pemerintah AS belum secara resmi menyebutkan siapa yang bertanggung jawab.
Presiden AS Donald Trump juga sempat meragukan keterlibatan Iran dan mengatakan bahwa Iran memiliki masalah yang lebih besar untuk dikhawatirkan.
Data pemerintah federal menunjukkan bahwa terdapat sekitar 152.000 sistem air minum publik dan lebih dari 16.000 fasilitas pengolahan air limbah di seluruh AS.
Sebagian besar kota mendapatkan air dari danau, waduk, sungai, atau akuifer bawah tanah.
Pompa listrik kemudian mengalirkan air melalui pipa ke instalasi pengolahan yang menyaring dan mendisinfeksi air tersebut.
Setelah itu, air yang telah diolah didorong ke tangki penyimpanan untuk selanjutnya didistribusikan ke rumah-rumah, bisnis, dan fasilitas publik seperti taman serta sekolah.
Baca juga: Sistem Tangki Bahan Bakar AS Disusupi Peretas, Iran Dituduh sebagai Dalang
Seluruh sistem tersebut dapat mencakup area seluas beberapa kilometer persegi.
Menurut laporan CNN, peretas menargetkan pengontrol logika terprogram atau programmable logic controller (PLC) yang terhubung ke internet.
Perangkat tersebut memungkinkan berbagai peralatan industri berkomunikasi satu sama lain di fasilitas pengolahan air dan pabrik industri lainnya.
PLC memantau tekanan air, dosis bahan kimia, dan berbagai fungsi lain dalam sistem air untuk memastikan proses pengolahan berjalan dengan aman.
Para pekerja pemerintah kota menggunakan dasbor untuk mengoperasikan PLC melalui jaringan kabel, tautan radio atau seluler, maupun koneksi internet.
Ia menjelaskan bahwa penyerang memindai alamat internet untuk menemukan PLC, dasbor, dan perusahaan eksternal yang menyediakan layanan akses jarak jauh, dengan mencari target yang terhubung langsung ke internet.
Selanjutnya, para pelaku mencari kata sandi bawaan atau curian untuk mendapatkan akses, memanfaatkan kerentanan yang belum ditambal, atau mengeksploitasi layanan akses jarak jauh yang salah konfigurasi.
Setelah memperoleh akses, mereka dapat mengubah kata sandi, mengeluarkan perintah, atau mencoba mengubah perangkat lunak pengendali.
Menurut CBS News, para pejabat AS sedang menyelidiki apakah serangan siber tersebut dapat dikaitkan dengan peretas Iran.
Namun, mereka juga memperingatkan bahwa penilaian tersebut dapat berubah seiring dengan dikumpulkannya bukti teknis tambahan.
Iran memang memiliki sejarah melakukan serangan siber terhadap infrastruktur serupa di Israel.
Namun, dalam rapat kabinet pekan lalu, Trump menyalahkan otoritas Minnesota atas peretasan tersebut dan meragukan keterlibatan Iran.
“Mereka suka mengatakan, ‘Oh, itu Iran.’ Iran seharusnya beruntung. Iran memiliki masalah yang lebih besar daripada mengkhawatirkan Minnesota,” katanya.
Sementara itu, para penyelidik juga sedang menyelidiki apakah aktor lain mungkin telah mencoba meniru taktik Iran untuk menyesatkan pihak berwenang.
Sejauh ini, belum ada laporan yang menunjukkan bahwa serangan-serangan tersebut telah merusak sistem air sedemikian rupa hingga membuat air minum menjadi tidak aman.
Namun, serangan tersebut menyebabkan beberapa gangguan yang memerlukan pengoperasian sistem secara manual.
Sejumlah peringatan untuk merebus air juga dikeluarkan sebagai tindakan pencegahan.
Para ahli menunjukkan bahwa ancaman terbesar dari peretasan ini mungkin bukan pada pasokan air itu sendiri, melainkan pada dampaknya terhadap kepercayaan publik terhadap keamanan air.
“Mereka menyerang kepercayaan kita pada pemerintah untuk dapat memberikan layanan dasar di saat, Anda tahu, negara kita sangat terpecah belah karena perang,” kata Jake Braun, mantan Pelaksana Tugas Wakil Direktur Siber Nasional Gedung Putih, kepada BBC.
Pada Mei 2026, pejabat intelijen Amerika Serikat mencurigai peretas Iran telah menyusup ke sistem digital yang memantau tangki penyimpanan bahan bakar di sejumlah negara bagian.
Mengutip IBTimes.co.uk, para penyusup diketahui mengakses jaringan automatic tank gauge (ATG) yang tidak dilindungi kata sandi.
Automatic Tank Gauge (ATG) adalah perangkat elektronik yang digunakan pada tangki penyimpanan bawah tanah maupun di atas tanah untuk memantau level bahan bakar, volume, suhu, dan level air secara real-time.
Perangkat tersebut menyediakan kontrol inventaris, deteksi kebocoran, dan peringatan untuk mencegah pengisian berlebihan. ATG umumnya digunakan di SPBU serta fasilitas penyimpanan industri, kimia, atau bahan bakar.
Peretas diduga memanipulasi pembacaan yang ditampilkan pada tangki dalam beberapa kasus, meskipun tidak mengubah level bahan bakar sebenarnya di dalam tangki.
Para ahli memperingatkan bahwa akses tanpa pengamanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan kebocoran bahan bakar yang sedang terjadi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serius.
Menurut CNN, Iran menjadi tersangka utama dalam pelanggaran tersebut karena negara itu memiliki rekam jejak panjang dalam menargetkan sistem tangki bahan bakar serupa.
Meskipun para penyerang mengubah tampilan pembacaan pada monitor, pihak berwenang memastikan tidak ada kerusakan fisik yang terjadi.
Namun, penyelidik mengingatkan bahwa memastikan pelaku secara pasti tetap sulit dilakukan karena keterbatasan bukti forensik digital.
Kelompok yang didukung negara Iran diketahui kerap mengeksploitasi jaringan Amerika yang mudah diakses dan terhubung ke sektor air maupun energi.
Setelah perang Israel-Hamas meletus pada Oktober 2023, sejumlah pelanggaran terhadap utilitas air di AS dilacak hingga ke peretas yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Para peneliti sebenarnya telah memperingatkan risiko ATG yang terhubung ke internet selama lebih dari satu dekade.
Namun, operator infrastruktur penting masih kesulitan mengamankan perangkat keras mereka dari ancaman asing.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)