Berapa Kali Sebaiknya Medical Check Up dalam Setahun? Ini Penjelasan Dokter
Febri Prasetyo August 12, 2026 03:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Medical check up (MCU) menjadi salah satu langkah untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi potensi masalah sejak dini. 

MCU adalah pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang dilakukan oleh tenaga medis di rumah sakit atau laboratorium. 

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mendeteksi sejak dini gejala maupun tanda-tanda penyakit tertentu.

Lantas, berapa kali sebenarnya pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan dalam setahun? Dokter memberikan penjelasannya.

Menurut dokter spesialis patologi Klinik RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Hapsary Puteri Widodo, Sp.PK, seseorang disarankan untuk melakukan MCU setahun sekali. 

Rentang waktu tersebut bila orang tersebut tidak memiliki faktor risiko penyakit apa pun.

"Jadi untuk orang yang tidak ada faktor resiko apapun, itu memang disarankan usia produktif itu setahun minimal satu kali."

"Nah, ketika ada faktor risiko tertentu misalkan dengan keluarga dengan penyakit diabet, hipertensi, kanker atau tiroid dan lain-lain itu disarankan lebih sering," kata dr. Hapsary dalam dalam podcast Healthytalk bersama host Melia Istighfaroh di Studio Tribunnews Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026).

Dokter menjelaskan frekuensi MCU sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan arahan dokter sehingga tidak selalu harus dilakukan setahun sekali. 

"Jadi tidak setahun sekali tapi lebih sering sesuai dengan arahan dari dokter, nanti sekali atau setahun tiga kali kalau perlu gitu. Tapi minimal itu setahun sekali di usia produktif ini," lanjutnya. 

Baca juga: Jangan Panik Dulu jika Hasil Lab Abnormal saat MCU, Kenali Beberapa Faktor Ini Sebelum Takut

Apa saja yang diperiksa?

Dokter menjelaskan pemeriksaan fisik dan MCU lengkap setidaknya perlu dilakukan satu kali dalam setahun, terutama untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh. 

Pemeriksaan tersebut meliputi tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, serta pemeriksaan darah seperti darah rutin, gula darah, hingga kolesterol. 

"Iya. Jadi, jadi dari pemeriksaan fisik juga jadi minimal setahun sekali kita melakukan MCU lengkap."

"MCU lengkap seperti yang saya bilang tadi yang ee pertama tinggi  badan, berat badan, lingkar perut, kemudian tekanan darah, kemudian pemeriksaan darahnya bisa darah rutin, gula darah, kolesterol, kemudian fungsi hati, fungsi ginjal jika diperlukan, fungsi tiroid juga. Nah, pemeriksaan itu cukup setahun sekali," jelasnya dr. Hapsary.

PENTINGNYA MCU - Dokter Spesialis Patologi Klinik RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Hapsary Puteri Widodo, Sp.PK saat menjelaskan pentingnya medical check-up (MCU) dasar bagi usia produktif di Studio 5 Kantor Tribunnews.com Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). dr. Hapsary Puteri, menyarankan seseorang melakukan MCU setahun sekali, namun disesuaikan kondisi.
PENTINGNYA MCU - Dokter Spesialis Patologi Klinik RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Hapsary Puteri Widodo, Sp.PK saat menjelaskan pentingnya medical check-up (MCU) dasar bagi usia produktif di Studio 5 Kantor Tribunnews.com Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). dr. Hapsary Puteri, menyarankan seseorang melakukan MCU setahun sekali, namun disesuaikan kondisi. (YouTube Tribun Health/Istimewa)

Jika ditemukan hasil pemeriksaan yang tidak normal, dokter akan menentukan frekuensi pemeriksaan lanjutan sesuai dengan kondisi yang perlu dipantau. 

Namun, apabila seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi normal, MCU cukup dilakukan satu kali dalam setahun.

Apakah setiap orang membutuhkan paket medical check-up yang sama, atau pemeriksaannya perlu disesuaikan dengan usia, jenis pekerjaan, dan kondisi kesehatan masing-masing?

Dokter menjelaskan paket MCU tidak bisa disamaratakan untuk setiap orang. 

Pemeriksaan perlu disesuaikan dengan faktor risiko, usia, jenis kelamin, serta jenis pekerjaan untuk menentukan kondisi kesehatan apa saja yang perlu diperiksa.

"Jadi medical check up ini seperti kita memilih baju ya. Jadi size-nya itu harus pas. Jadi medical check up enggak semuanya harus diperiksa. "

"Ada misalkan faktor risiko-faktor risiko tertentu, usia, jenis kelamin, pekerjaan itu memahami medical check up apa aja yang perlu diperiksa," kata dr. Hapsary.

Sebagai contoh lagi, kebutuhan pemeriksaan kesehatan dapat berbeda berdasarkan lingkungan kerja seseorang. 

Pekerja yang sehari-hari berada di lingkungan pabrik dengan tingkat kebisingan tinggi akan membutuhkan pemeriksaan tambahan pada fungsi pendengaran.

"Kemudian ada orang yang dia misalnya kerjanya lebih banyak duduk, kemudian ada orang yang kerjanya lebih banyak di lapangan itu, nanti juga akan berbeda apanya ya poin-poin apa aja yang perlu diperiksa gitu," terangnya. 

Baca juga: Mengapa MCU Dasar bagi Usia Produktif Penting? Cegah Komplikasi Penyakit Sejak Dini!

Persiapan sebelum melakukan MCU

Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. 

Dengan memperoleh layanan pemeriksaan dan perawatan yang tepat, seseorang dapat mengambil langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Nah, bagi Anda yang ingin melakukan MCU, ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan agar hasil pemeriksaan lebih akurat. 

Dikutip dari rsud.sukoharjokab.go.id, ada sejumlah hal yang harus dipersiapkan sebelum MCU, yakni sebagai berikut.

  • Tidur yang cukup, minimal 6 jam sebelum pemeriksaan. Sebab, kurang tidur bisa memengaruhi tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh.
  • Tidak makan atau minum 8-10 jam sebelum pemeriksaan. Meski begitu, minum air putih mungkin masih diperbolehkan untuk mencegah dehidrasi pada tes gula darah dan kolesterol.
  • Menghindari minum alkohol 24 jam sebelum jadwal tes. Sebab, alkohol dapat memengaruhi hasil dari beberapa tes.
  • Memberitahu dokter terkait semua obat-obatan yang sedang kamu konsumsi sebelum pemeriksaan.
  • Bagi wanita, sebaiknya memberitahu tim medis jika sedang menstruasi. Sebab, pasien tidak bisa melakukan tes urine, feses, dan pap smear. Darah akan memberikan hasil yang tidak akurat.
  • Jika sedang dalam keadaan hamil, agar memberitahu dokter atau petugas medis untuk membatalkan pemeriksaan dengan X-ray.
  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan lepaskan perhiasan, riasan, atau aksesoris yang melekat pada tubuh.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.