2 Staf PBB Ditahan Intelijen Taliban di Afghanistan, Tak Bisa Ditemui
GH News August 12, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Dua staf misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afghanistan ditahan oleh badan intelijen negara tersebut. PBB menyebut pihaknya belum diperbolehkan menemui kedua staf itu selama dua hari.

Dilansir , Rabu (12/8/2026), Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengonfirmasi kedua stafnya ditahan pejabat Direktorat Jenderal Intelijen (GDI) pada Minggu (9/8) di Herat, Afghanistan bagian barat.

"Kami mengonfirmasi bahwa dua staf laki-laki UNAMA asal Afghanistan ditahan oleh pejabat de facto Direktorat Jenderal Intelijen pada Minggu, 9 Agustus, di Herat," kata UNAMA dalam pernyataan kepada AFP.

UNAMA mengatakan pihaknya belum diberi tahu mengenai tuduhan yang dikenakan terhadap kedua staf tersebut. Mereka juga belum diizinkan untuk menemui keduanya.

"UNAMA belum diberi tahu mengenai tuduhan terhadap mereka, dan kami juga belum diizinkan untuk menemui mereka," lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan ketika dimintai komentar AFP mengenai penahanan tersebut.

UNAMA mendesak otoritas Afghanistan memastikan aturan mengenai hak istimewa dan kekebalan PBB serta para pejabatnya tetap dipatuhi.

Sejumlah badan PBB masih beroperasi di Afghanistan dan menangani berbagai bidang, termasuk kesehatan serta bantuan kemanusiaan.

Penahanan dua staf UNAMA tersebut terjadi setelah misi PBB itu menerbitkan laporan pada pekan ini. Dalam laporan tersebut, UNAMA merekomendasikan otoritas Afghanistan memperjelas aturan mengenai penggunaan kekuatan, penangkapan, dan penahanan oleh institusi keamanan.

UNAMA juga menyerukan penguatan mekanisme pertanggungjawaban di institusi-institusi tersebut.

Afghanistan telah berada di bawah pemerintahan Taliban selama hampir lima tahun. Taliban menerapkan interpretasi ketat terhadap hukum Islam dalam menjalankan pemerintahan.

Perempuan Afghanistan juga dilarang memasuki sejumlah tempat, termasuk fasilitas PBB. Larangan tersebut juga berlaku bagi perempuan yang bekerja sebagai staf PBB.

Sebelumnya, sekitar 20 pekerja bantuan kemanusiaan ditahan pada Juni di dekat perbatasan Afghanistan-Iran, tepatnya di Provinsi Herat. Mereka ditangkap polisi moralitas karena dianggap memiliki janggut yang tidak cukup panjang.

Menurut memo internal yang dilihat , para pekerja tersebut bekerja untuk organisasi yang menjadi mitra PBB. Mereka kemudian dibebaskan.

Afghanistan sendiri masih menghadapi berbagai persoalan berat akibat pemangkasan bantuan internasional. Negara itu juga menghadapi tantangan besar terkait kedatangan jutaan warga Afghanistan dari Iran dan Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.