Jangan Asal Makan Mentah! 5 Makanan Ini Berisiko Bawa Bakteri
GH News August 12, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Tak semua makanan aman disantap mentah atau setengah matang. Beberapa justru berisiko membawa bakteri penyebab keracunan makanan.

Konsumsi beberapa makanan perlu diperhatikan karena berisiko terkontaminasi bakteri dan menyebabkan penyakit. Terutama makanan yang disantap mentah atau kurang matang.

Pengacara Ron Simon punya pandangan soal makanan yang ia hindari. Selama puluhan tahun menangani kasus keracunan makanan, ia melihat pola dari berbagai wabah yang terjadi.

Menurut Simon, proses memasak berperan penting dalam membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Karena itu ia memilih menghindari makanan yang berpotensi mengontaminasi bakteri.

Dikutip dari Newsweek (7/8), ini 5 jenis makanan yang sebaiknya tidak dimakan mentah:

1. Susu Mentah

Selain Boyolali, Ini 5 Daerah Penghasil Susu Sapi di IndonesiaIlustrasi susu mentah. Foto: iStock

Susu mentah dan produk susu tanpa pasteurisasi kerap dianggap lebih alami dan bernutrisi. Namun, klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.

Pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan susu sebentar untuk membunuh bakteri penyebab penyakit tanpa banyak mengubah kandungan nutrisinya. Proses ini dapat membasmi E. coli, Listeria, Campylobacter, dan Salmonella.

Menurut Simon, orang yang minum susu mentah lebih berisiko mengalami sakit akibat infeksi. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan, bahkan beberapa infeksi bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen.

2. Tauge Mentah

Tauge mentah, termasuk kecambah alfalfa dan clover merupakan jenis makanan yang termasuk rentan memicu wabah penyakit akibat kontaminasi bakteri.

Kontaminasi biasanya sudah ada pada bijinya. Proses perkecambahan yang berlangsung di air hangat dan lembap selama beberapa hari membuat bakteri lebih mudah berkembang.

Simon menyebut tauge yang dimasak aman untuk dikonsumsi. Namun, ia memilih menghindari tauge mentah untuk mengurangi risiko paparan bakteri.

3. Burger Setengah Matang

Beef burgerBeef burger Foto: Getty Images/Zygonema

Burger setengah matang masuk daftar makanan yang dihindari. Berbeda dengan steak, daging burger digiling sehingga bakteri dari permukaan menyebar ke seluruh bagian daging.

Jika bagian tengah burger tidak mencapai 160 derajat Fahrenheit atau sekitar 71 derahat Celcius, bakteri E. coli bisa tetap hidup. Bahkan, kurang dari 100 bakteri E. coli O157 sudah dapat menyebabkan penyakit.

Risiko kontaminasi juga meningkat karena satu patty burger bisa dibuat dari daging beberapa hewan. Karena itu, Simon selalu memilih burger yang dimasak hingga matang sempurna.

4. Telur Mentah

Telur mentah tidak disarankan untuk dikonsumsi karena berisiko mengandung Salmonella. Bakteri ini bahkan bisa berada di dalam telur, bukan hanya di permukaan cangkangnya.

Telur mentah sering ditemukan dalam adonan kue, saus Caesar, aioli, hingga ramen dengan tambahan telur mentah.

Pada orang sehat, infeksi biasanya sembuh dalam beberapa hari, tetapi risikonya lebih serius bagi kelompok rentan.

Disarankan memilih telur pasteurisasi yang dijual dalam kemasan karton untuk resep yang membutuhkan telur mentah. Proses pasteurisasi membuat telur lebih aman dan menghilangkan risiko Salmonella.

5. Tiram Mentah

Fresh oysters from the sea at Coffin Bay on Eyre PeninsulaIlustrasi tiram mentah. Foto: Site/Pool

Tiram mentah kerap jadi makanan favorit di restoran mewah. Namun hati-hati, karena konsumsi tiram mentah berisiko membawa bakteri Vibrio dan norovirus.

Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah Vibrio vulnificus. Infeksinya jarang terjadi, tetapi bisa berkembang menjadi infeksi aliran darah, terutama pada orang dengan penyakit hati, diabetes, atau imunitas lemah.

Ahli gizi Simon juga menilai aturan lama makan tiram hanya pada bulan yang memiliki huruf "R" sudah tidak lagi relevan.

Suhu perairan yang semakin hangat membuat Vibrio dapat berkembang lebih lama sepanjang tahun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.