Bendera Putih di Bilalang, Penanda Duka Enam Warga yang Meninggal dalam Tragedi Drag Race Kotamobagu
Indry Panigoro August 12, 2026 10:22 AM

BENDERA-bendera putih polos terpasang di beberapa rumah warga di Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut).

Bagi masyarakat Mongondow, bendera putih adalah penanda duka.

Jika bendera putih dipasang di depan rumah orang Mongondow, bisa dipastikan ada kerabat mereka yang meninggal.

Sementara bagi anggota keluarga yang berduka biasanya mengenakan selembar kain putih yang dikalungkan di leher sebagai tanda bahwa mereka sedang menjalani masa berkabung.

Namun, duka di Bilalang kali ini terasa begitu dalam.

Di sini ada enam orang yang jadi korban meninggal dalam tragedi drag race yang berlangsung di Jalan A.P Mokoginta. Jalan yang melintasi Kelurahan Upai hingga Kelurahan Pontodon, Kota Kotamobagu.

Mereka menjadi korban setelah sebuah mobil Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Pangeran 05 McJoe menabrak warga yang berada di sekitar lokasi.

Mereka adalah:

  1. Januni Pusung, perempuan berusia 35 tahun, warga Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow.
  2. Harianti Mokoginta, warga Bilalang 3.
  3. Lisma Mokoginta, perempuan berusia 38 tahun, warga Bilalang III.
  4. Bio Mokoagow, perempuan berusia 74 tahun, warga Bilalang 3, juga menjadi korban.
  5. Rugaina Manangin, warga Bilalang 4.
  6. Ali Jojang, laki-laki, warga Bilalang 4, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, keenam nama itu bukan sekadar daftar nama korban. 

Mereka adalah ibu, saudara, kerabat, tetangga, dan bagian dari kehidupan masyarakat Bilalang.

Bilalang sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di Bolaang Mongondow Raya yang masih kuat mempertahankan adat dan tradisi Mongondow. 

Perkampungan ini berada di kawasan perbukitan, dengan kehidupan masyarakat yang lekat dengan hubungan kekerabatan dan tradisi.

Jika ada satu rumah yang berduka, kesedihan akan sangat terasa.

Kronologi Peristiwa

Minggu sore, 10 Agustus 2026, jalanan A.P. Mokoginta yang melintasi Kelurahan Upai hingga Kelurahan Pontodon, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara riuh dengan suara mobil yang melaju kencang. 

Turnamen Drag Race skala regional sedang digelar di sana. 

Kerumunan warga memadati kiri kanan jalan di ujung garis finis perlombaan.

Batas mereka dengan lintasan drag hanya dipagari rangkaian kayu yang mudah patah jika terkena hantaman keras. 

Perlombaan yang awalnya berlangsung seru tersebut berubah menjadi tragedi, manakala Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Pangeran 05 McJoe tergelincir setelah berhasil melewati garis finis.

Mobil tersebut meluncur liar sejauh 30 meter dan menghantam belasan warga yang sedang menonton jalannya perlombaan. 

Delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara yang lain mengalami luka serius.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.