Gegara Warga Bakar Sampah, Hutan di Sirampog Brebes Terbakar
muslimah August 12, 2026 11:11 AM

Gegara Warga Bakar Sampah, Hutan di Sirampog Brebes Terbakar

TRIBUNJATENG.COM, BREBES – Kebakaran lahan lagi-lagi terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kali ini,  Si Jago Merah mengamuk di kawasan hutan Perhutani Petak 33E RPH Sirampog, BKPH Paguyangan, Dukuh Luwung, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Selasa (11/8/2026) malam.

Titik api pertama kali muncul sekitar pukul 18.00 WIB. Api kemudian membakar lahan dan tanaman hutan dengan luas terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

Kondisi medan dan vegetasi di kawasan hutan membuat penanganan harus dilakukan secara cepat agar kobaran tidak menjalar ke area lainnya.

Baca juga: Dampak Kebakaran Pabrik Wood Pellet di Jepara, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta

Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan, mulai dari BPBD Kabupaten Brebes, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes, Perhutani, Polsek Sirampog, Satgas Pemantauan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (PB), Relawan Siaga Penanggulangan Bencana (RSP), MDMC, Bagana hingga warga setempat.

Kapolsek Sirampog Iptu Imam Santoso mengatakan, saat ini kebakaran memang sudah berhasil di padamkan setelah petugas gabungan berjibaku dengan alat manual.

"Mobil pemadam tidak bisa mengakses lokasi kejadian kebakaran, petugas gabungan kemudian menggunakan peralatan manual," ujarnya kepada Tribunjateng.com Rabu 12 Agustus 2026.

Kapolsek menyebut, penyebab kebakaran karena diawali dari pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga.

"Berdasarkan informasi kebakaran diduga karena pembakaran sampah oleh warga," terangnya.

Koordintor Pos BPBD wilayah Bumiayu, Budi Sujatmiko mengatakan, petugas melakukan sekat api untuk mengisolasi kobaran sehingga tidak merambat ke kawasan vegetasi lainnya.

Upaya bersama tersebut membuahkan hasil. Setelah berjibaku selama sekitar dua setengah jam, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai dan dinyatakan padam total sekitar pukul 20.30 WIB.

Meski api telah padam, petugas masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik panas.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api yang dapat memicu kebakaran susulan.

Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api.

"Pencegahan sangat penting karena api dapat dengan cepat menjalar ketika kondisi vegetasi kering dan angin mendukung," pungkasnya. (Pet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.