Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Edukasi Perawatan Kaki Foot Spa Penderita DM di Desa Batu Belubang 
Ardhina Trisila Sakti August 12, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Diabetes Melitus (DM) menyebabkan perubahan patofisiologis vaskular sehingga berdampak terhadap perubahan fungsi dan struktur tubuh, sehingga menyebabkan komplikasi neuropati dan penyakit vaskular perifer (Peripheral Vascular Disease).

Bahkan dampak kecacatan dan perubahan nyata secara fisik akibat penyakit vaskular perifer adalah luka diabetikum dengan amputasi berulang sampai menyebabkan kematian.

Prevalensi diabetes melitus di Provinsi Kepualuan Bangka Belitung mencapai 2.848 kasus. Jumlah ini tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten di seluruh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, salah satunya kabupaten bangka tengah dengan prevalensi mencapai 1.656 kasus. 

Desa Batu Belubang merupakan salah satu wilayah kerja Puskesmas Benteng di Kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah. Berlokasi di pesisir pantai dengan mayoritas penduduk nelayan dan buruh, memiliki distribusi penderita diabetes melitus sebanyak 333 orang pada tahun 2023. Berdasarkan data diperoleh informasi hampir 2,5 persen penderita diabetes melitus mengalami masalah amputasi akibat komplikasi penyakit. 

Oleh karena itu, melalui Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang bekerja sama dengan tenaga kesehatan Puskesmas Benteng berupaya melakukan koordinasi untuk mencegah dan menangani masalah komplikasi diabetes melitus dengan edukasi dan perawatan kaki (foot spa). 

20260812 kegiatan Edukasi dan Penerapan Foot Spa
Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang saat menggelar kegiatan Edukasi dan Penerapan Foot Spa dalam Upaya Integrasi Perawatan Holistik pada Penderita DM di Posyandu Anggur Desa Batu Belubang, Selasa (11/8/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Anggur Desa Batu Belubang pada Hari Selasa tanggal 11 Agustus 2026 Pukul 08.30 sampai dengan dengan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Benteng, Kepala Desa Batu Belubang, Kader Posyandu Anggur, Bdn. Muliati, S.Tr.Keb, Warga penderita DM, dan Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang yang diketuai oleh Ns. Eny Erlinda Widiaastuti, M.Kep.,Sp.Kep.,MB. 

Kepala Puskesmas, Martha Kristina menyampaikan bahwa Penyakit DM ini merupakan penyakit yang bisa disebut juga ibu dari penyakit lainnya karena dapat meyebabkan penyakit-penyakit lainnya. Beliau berharap kegiatan serupa tetap berlangsung di Desa Batu Belubang dan wilayah kerja Puskesmas Benteng lainnya. 

Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk Masyarakat Desa Batu Belubang karena dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Sambutan selanjutnya disampaikan Bapak Akhirman selaku Kepala Desa Batu Belubang sekaligus membuka acara secara resmi. 

Dalam sambutanya Akhirman menyambut baik kegiatan ini dan berharap warga dapat mengikuti kegiatan baik. Beliau bercerita sekarang warga Batu Belubang sudah sadar pentingnya Kesehatan. Hal ini diketahui dengan banyaknya warga yang berolahraga jalan pagi serta berolahraga di area Pantai Tapak Antu. 

Selanjutnya Ketua Tim Pengabdi yaitu  Ns. Eny Erlinda Widiaastuti, M.Kep.,Sp.Kep.MB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pencegahan komplikasi penyakit DM yaitu luka di kaki. Dengan perawatan kaki yang baik maka komplikasi dapat dicegah. 

Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang dalam hal ini diwakili oleh tim pengabdi juga membagikan perlengkapan untuk perawatan kaki berupa ember, handuk dan lotion.

Jenis kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu perawatan kaki (foot spa) pada pasien diabetes yaitu perawatan khusus yang aman untuk memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan sensitivitas saraf, dan mencegah luka, asalkan dilakukan dengan aturan suhu air dan teknik yang sangat hati-hati agar tidak memicu luka atau infeksi.

Manfaat foot spa bagi pasien DM antara lain adalah melancarkan aliran darah di area kaki, menambah kepekaan rasa atau sensitivitas pada kaki, melembapkan kulit kering agar tidak mudah pecah-pecah, dan mengurangi rasa lelah dan membuat tidur lebih nyenyak.

Tahapan foot spa yang aman terdiri dari pengecekan air dengan suhu yang aman yaitu sekitar 37oC agar tidak melepuh karena penurunan rasa panas pada pasien DM, kemudian rendam kaki maksimal 10-15 menit, cuci kaki menggunakan sabun ber pH lembut termasuk sela-sela jari, hindari penggunaan batu apung atau benda yang kasar dan tajam untuk mengikis kulit mati, keringkatn kaki sampai benar-benar kering dengan handuk yang lembut terutama sela-sela kaki, tahap terakhir kemudian berikan losion atau lotion pelembap sambil dipijat lembut, tapi jangan mengoleskan losion di sela-sela jari agar tidak lembap berlebih.

Hal-hal yang harus dihindari pada foot spa antara lain adalah jangan merendam kaki terlalu lama, jangan gunakan air panas, jangan memotong kuku terlalu dalam atau ke pinggir kulit, dan jangan lakukan spa jika ada luka terbuka atau borok di kaki. (*/E1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.