Cek Kesehatan Gratis Bengkulu Selatan Baru 38 Persen, 30 Posko Disiapkan saat HUT ke-81 RI
Ricky Jenihansen August 12, 2026 12:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bengkulu Selatan hingga saat ini telah mencapai 38 persen.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, Didi Ruslan kepada wartawan TribunBengkulu.com. Menurutnya, pemerintah pusat menargetkan pelaksanaan program CKG di Kabupaten Bengkulu Selatan minimal mencapai 48 persen pada tahun 2026.

Didi mengatakan, capaian 38 persen tersebut terbilang cukup baik karena baru memasuki pertengahan tahun. Pihaknya optimistis target yang telah ditetapkan pemerintah pusat dapat terus dikejar hingga akhir tahun.

“Untuk Kabupaten Bengkulu Selatan perlu kami sampaikan bahwa program Cek Kesehatan Gratis sudah mencapai 38 persen. Alhamdulillah, target yang diberikan pemerintah pusat kepada kita minimal 48 persen. Artinya, sekitar 50 persen harus kita capai tahun ini, tetapi alhamdulillah baru setengah tahun kita sudah mencapai 38 persen,” ujar Didi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (11/8/2026).

Dinkes Libatkan Puskesmas hingga Posyandu

Untuk mengejar target tersebut, Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan telah menyiapkan sejumlah strategi dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hingga masyarakat.

Pelaksanaan CKG juga dilakukan melalui seluruh fasilitas kesehatan yang tersedia di wilayah Bengkulu Selatan.

Didi menjelaskan, saat ini terdapat 14 puskesmas yang turut melaksanakan program CKG. Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis juga dilakukan melalui posyandu yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Kami bekerja sama dengan seluruh unsur Forkopimda dan seluruh unsur masyarakat. Kami juga sudah menjaring di seluruh posko yang ada di wilayah Bengkulu Selatan, seperti puskesmas. Ada sebanyak 14 puskesmas dan di setiap posyandu juga kami lakukan cek kesehatan gratis,” jelasnya.

30 Posko CKG Disiapkan untuk Peringatan HUT RI

Sementara itu, untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan dan mengejar target yang masih tersisa, Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan menyiapkan sebanyak 30 posko CKG dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Didi mengatakan, keberadaan posko tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

“Untuk kekurangan yang belum mencapai target, dalam rangka 17 Agustus ini kami sudah menyiapkan 30 posko untuk cek kesehatan gratis,” katanya.

CKG - Kepala Dinas Kesehatan Didi Ruslan (kiri) saat diwawanacarai TribunBengkulu.com dan suasana pemeriksaan kesehatan gratis (kanan), Selasa (11/8/2026). Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bengkulu Selatan hingga saat ini telah mencapai 38 persen.
CKG - Kepala Dinas Kesehatan Didi Ruslan (kiri) saat diwawanacarai TribunBengkulu.com dan suasana pemeriksaan kesehatan gratis (kanan), Selasa (11/8/2026). Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bengkulu Selatan hingga saat ini telah mencapai 38 persen. (NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita)

Ribuan Warga Ditargetkan Ikut Pemeriksaan

Didi menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program CKG cukup tinggi. Bahkan, pada pelaksanaan kegiatan hari ini jalan santai dan senam bersama diperkirakan terdapat sekitar 2.000 hingga 3.000 masyarakat yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

“Alhamdulillah, hari ini kurang lebih 2 hingga 3 ribu yang datang untuk bisa kami akomodir cek kesehatannya,” ungkap Didi.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu modal penting untuk meningkatkan capaian program CKG di Bengkulu Selatan.

Dinkes Jemput Bola ke Kantor hingga Desa

Selain mendirikan posko dalam rangka HUT RI, Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan juga akan menerapkan sistem jemput bola.

Petugas kesehatan nantinya akan bekerja sama dengan instansi pemerintah, termasuk kantor-kantor pemerintahan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi para pegawai maupun masyarakat.

“Kami akan bekerja sama dengan seluruh pegawai negeri dan kantor pemerintah, dengan mendatangkan petugas kami bersama dinas atau instansi terkait. Misalnya dengan Dikbud, nanti akan kami laksanakan,” terang Didi.

Tidak hanya di lingkungan perkantoran, program CKG juga akan diperluas hingga ke tingkat desa.

Dinkes akan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar masyarakat dapat dikumpulkan dan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara bersama-sama.

“Kemudian kami juga akan bekerja sama dengan desa dengan mengunjungi setiap desa. Nanti dengan kesepakatan desa, mereka akan mengumpulkan masyarakatnya,” tambah Didi,

Penyakit Tidak Menular Banyak Ditemukan

Didi mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, pihaknya cukup banyak menemukan masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit tidak menular.

Beberapa di antaranya yakni penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes melitus (DM). Meski demikian, sebagian besar kondisi yang ditemukan masih dalam kategori yang dapat ditangani dan tidak membahayakan.

“Untuk temuannya, selama cek kesehatan kami sudah menjaring semuanya. Yang pertama adalah penyakit tidak menular, baik jantung, hipertensi maupun DM, sudah terjaring sangat banyak. Namun kondisinya tidak membahayakan,” jelas Didi.

Kasus Penyakit Menular Tetap Ditindaklanjuti

Selain penyakit tidak menular, petugas juga menemukan sejumlah penyakit menular selama pelaksanaan CKG.

Masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan diarahkan untuk mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, termasuk rumah sakit.

Salah satu penyakit menular yang ditemukan yakni demam berdarah dengue (DBD). Menurut Didi, kasus DBD hampir ditemukan di setiap kecamatan sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan terus dilakukan.

“Sementara untuk penyakit menular selama pengecekan ada yang ditemukan dan sebagian tetap melakukan pengobatan di tingkat lanjutan, artinya di rumah sakit. Salah satunya DBD karena disebabkan oleh nyamuk yang hampir setiap kecamatan ditemukan. Namun kami dengan satuan siap siaga, pencegahan DBD tetap bekerja terus,” katanya.

CKG Bantu Masyarakat Mengetahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini

Didi menilai program CKG memberikan manfaat bagi masyarakat karena warga dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung.

Melalui pemeriksaan tersebut, berbagai keluhan dan potensi penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga masyarakat bisa mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatannya.

“Dengan adanya CKG ini masyarakat sudah merasakan manfaatnya dengan melihat langsung keluhannya dan kondisi kesehatannya setelah dilakukan pengecekan sejak dini,” ujar Didi.

Dinkes Dorong Seluruh Masyarakat Terdaftar BPJS

Selain program CKG, Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan juga terus mendorong kepesertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.

Didi menyebutkan, Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC), dengan sekitar 98 persen masyarakat telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Pihaknya akan terus melakukan pendataan dan mendorong sekitar 2 persen masyarakat yang belum terdaftar agar segera mendapatkan jaminan kesehatan.

Warga Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis

Sementara itu, salah satu warga yang mengikuti program CKG, Syopian, mengapresiasi program yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan tersebut.

Ia mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis karena masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya bertepatan dengan 17 Agustus. Kalau memungkinkan terjadwal, bahkan bisa melayani semua lapisan masyarakat,” ungkap Syopian.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan seperti ini penting dilakukan secara berkala agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Dengan semakin luasnya pelaksanaan CKG hingga ke desa-desa, diharapkan masyarakat Bengkulu Selatan dapat lebih mudah memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan serta segera mendapatkan penanganan apabila ditemukan gangguan kesehatan.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.